Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 338


__ADS_3

" makan nya cepet nikah . "( Hendra) ia sedikit berteriak.


ciara pun menoleh ke arah sang papah.


" nanti pah belum ada yg cocok. " ( ciara) ia pun berbalik dan kembali melanjut kan, langkah kaki nya, menuju ke kamar kedua orang tua nya.


" kamu ini maa, iseng banget. " ( anita ) ia mencubit pinggang sang suami.


" aw.. aw.. sakit sayang. " ( Hendra) ia mengusap pinggang nya, yg di cubit istri nya .


" lebay.. ?? " ( anita)


" siapa yg lebay sayang, emang sakit. " ( Hendra) ia pun membuka baju, dan menunjuk kan bekas cubitan sang istri, yg memerah.


anita pun melihat, bekas cubit tan nya, memang bener memerah, perasaan ia engga terlalu keras,tpi sampai memerah.


" sakit mas. " ( anita) dengan tatapan khawatir.


" sakit sayang. " ( Hendra ) menampil kan wajah memelas, membuat hati anita merasa kasihan.


" maaf mas. " ( anita ) ia pun meniup, bekas cubitan nya.


sedang kan Hendra tersenyum gemas, ia pun mengangkat kepala anita, dan tanpa banyak kata ia pun mencium bibir anita, ia sangat tidak tahan tak kala melihat bibir sang istri.


sedang kan anita, ia memukul dada sang suami, karena ia takut ada yg melihat nya.


Hendra pun melepas kan nya.


" mas ih.. ?? " ( anita) ia mengusap bibir nya.


" apa sayang. " ( Hendra) dengan santay nya.


" gimana kalau ada yg lihat. " ( anita)


" engga akan ada sayang, " ( Hendra)


" tau ah. " ( anita) ia pun memaling kan wajah nya.


" kita lanjut di kamar sayang. " ( Hendra)


" jangan aneh aneh deh mas. " ( anita)


" engga aneh aneh sayang, cuman minta satu macam aja. " ( Hendra) sambil menaik turun kan alis nya, anita paham apa yg di maksud dengan suami nya.


" tapi di dalam kamar kan ada cucu kita, sama anak kita pah. " ( anita)


" bisa di kamar tamu sayang, tapi takut di ganggu, kita ke hotel aja. "( Hendra)

__ADS_1


anita membulat kan mata nya, tidak habis pikir dengan pemikiran sang suami, ada saja ide nya.


" tapi mas, kalau ke hotel ke jauhan takut nya cucu kita bangun. " ( anita)


" tapi kalau di sini, takut nya ke ganggu pas lagi, enak enak nya. " ( Hendra)


anita menepuk jidat nya, posisi nya bener bener membingung kan, kalau ia engga menuruti permintaan Hendra, takut nya sang suami kecewa,dan pasti jya merajuk,tapi di sisi lain ia khawatir dengan sang cucu, apa lagi anak perempuan nya baru sampai, lagi kangen kangen nya.


" gimana sayang, lagian engga akan lama ko, cuman 4 jam aja, cucu kita kan ada pengasuh nya, jadi titip aja, kan sama tante nya juga ada. " ( Hendra) ia masih berusaha merayu sang istri.


anita pun menghela napas nya, mau tidak mau, ya harus mau, karena sikap sang suami, kalau ada mau nya harus di turuti.


" sayang.. ?? " ( Hendra ) dengan wajah memelas.


" iya udah mas, kita ke apartemen aja ya, jangan ke hotel. "( anita) ia berpikir lebih baik ke apartemen, dari pada ke hotel, karena di apartemen dia engga usah bawa baju ganti.


" iya udah deh, terserah ayang aja, yg penting kita pergi. " ( Hendra)


" iya udah aku ke atas dulu ya mas, mau ngambil dulu tas, dan pamit sama anak kita. " ( anita)


Hendra pun mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, anita pun bangkit dari sofa, dan menuju ke kamar nya.


cklek


ciara pun menoleh ke arah pintu, dan menampil kan senyum manis nya, ternyata yg masuk mamah nya.


" sayang mamah sama papah pergi dulu ke luar ya, mamah titip al ya sebentar. " ( anita)


" emang mamah mau kemana. "( ciara) dengan tatapan heran.


" mamah ada urusan sebentar, sama papah. " ( anita)


" lama engga mah. " ( ciara)


" engga sayang, mamah usaha kan sebentar. " ( anita)


" iya udah deh, kalau engga bisa di tunda, dan penting mah, engga apa apa, mamah sama papah berangkat aja " ( ciara)


walaupun ada sedikit rasa kecewa, tapi ia tak bisa protes karena sang mamah dan papah ada keperluan, yg sangat penting .


" engga apa apa kan sayang. " ( anita) ia membelai rambut sang anak, walau ia tau ada rasa kecewa, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa.


" engga apa apa mah, santay aja. " ( ciara) sambil menampil kan senyum manis nya.


" iya udah mamah, berangkat ya nak, mamah usaha kan engga akan lama. " ( anita)


" iya mah. " ( ciara)

__ADS_1


dengan berat hati, ia pun meninggal kan sang anak beserta cucu nya, ia pun mengambil tas nya, dan ke luar, tidak lupa ia memanggil pengasuh cucu nya.


" sus.. Sus.. ?? "( anita)


suster pun datang, menemui anita.


" ada apa nyonya. " ( suster) sambil membungkuk kan tubuh nya.


" saya sama suami saya mau berangkat dulu, tolong jagain cucu saya ya. " ( anita)


" baik nyonya. " ( suster )


anita pun meninggal kan suster, dan menuju ke arah sang suami, yg sedang duduk di sofa.


Hendra pun berdiri dan menyambut anita.


" ayo sayang. " ( Hendra) ia mengulur kan tangan nya, untuk anita genggam.


anita hanya mengangguk kan kepala nya, dan menerima uluran tangan sang suami, ia menggenggam tangan sang suami.


kini mereka pun sudah berada di dalam mobil, anita tak mengeluar kan sepatah kata pun, ia masih asyik dengan pemikiran nya, Hendra pun melirik ke arah sang istri .


" sayang ada apa, kenapa dari tadi kamu diam. " ( Hendra)


anita hanya menggeleng kan kepala nya saja sebagai jawab ban, Hendra pun menghela napas nya, ia tau kalau sang istri sedang tidak baik baik saja, ia pun menepi kan mobil nya, anita pun menatap ke arah sang suami.


" kenapa menepi mas. " ( anita)


" aku engga mau kamu terpaksa, pergi sama aku, kalau kamu terpaksa, kita balik lagi ke rumah. " ( Hendra) walaupun ada rasa kecewa, tapi ia engga mau egoisegois, ia tau dengan apa yg di pikir ran sang istri .


" kita lanjut aja mas. " ( anita)


" bener, kamu engga terpaksa kan. " ( Hendra) ia kembali meyakin kan sang istri.


anita mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.


" makasih sayang, aku hanya meminta kamu untuk menemani aku , di saat aku libur saja,selain hari libur aku di sibuk kan kerja, dan hanya ada waktu di saat aku pulang kerja, dan sebelum kerja. " ( Hendra)


" iya mas. " ( anita) ia pun menampil kan senyum manis nya.


ia tersadar atas ucapan sang suami, yg meminta diri nya untuk meluang kan waktu, sedang kan bersama anak dan cucu nya bisa ia bagi di saat sang suami berada di kantor.


" kita lanjut sayang. " ( Hendra)


" boleh mas. " ( anita)


mereka pun melanjut kan perjalan nan nya, menuju ke apartemen .

__ADS_1


__ADS_2