Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 293


__ADS_3

kini Vina dan giandra pun, sudah berada di mobil, giandra sesekali menatap vina, yg terlihat gelisah.


giandra pun menepi kan mobil nya, di sebuah taman.


Vina pun tersadar, dan menatap giandra.


" kenapa, mas berhenti. "( Vina)


giandra pun tersenyum, dan menatap Vina.


" mas, kenapa aku bertanya engga di jawab, malah menatap aku seperti itu, mas kenapa berhenti. "( Vina)


" mas lihat, dari tadi kamu gelisah sayang. "( giandra) ia membelai rambut Vina.


" mas, ko tau kalau aku gelisah. "( Vina) ucap nya lirih.


" iya tau lah sayang, walaupun mas, cuman dekat dengan kamu sebentar, tapi mas udah melihat karakter kamu sayang. "( giandra) ia tersenyum ke arah Vina.


Vina hanya membalas dengan senyum manis nya, membuat hati giandra meleleh ( es krim kali,bisa meleleh 🤣)


" kamu, kenapa gugup gitu sayang. "( giandra)


" aku takut, mas untuk bertemu dengan mamah aku takut kalau hubungan aku sama kamu tidak di restui. "( Vina) dengan tatapan sayu nya.


" mas, yakin kalau mamah akan merestui. hubungan kita, kamu harus rileks sayang, kalau kamu tegang gini, dan banyak pikiran, aku takut terjadi apa apa, sama bayi yg ada di kandungan kamu. "( giandra) dengan tatapan khawatir, dan tangan nya mengelus perut sang istri.


" walaupun nanti, hasil nya hubungan kita tidak di restui, bagaimana mas. "( Vina)


" mas, akan tetap rujuk sama kamu sayang, karena mas, ingin mendampingi kamu, selama kamu hamil, dan membesar anak kita, sampai nanti anak kita dewasa, mas engga akan menyia nyia kan kesempatan itu sayang. "( giandra) ia berusaha meyakin kan Vina.


" aku percaya sama kamu mas, tapi aku engga mau memisah kan antara kamu dan mamah kamu, lagian walaupun kita engga bisa rujuk,kamu bisa bertanggung jawab ko, sama anak kamu, aku engga akan melarang nya. "( Vina).


" engga sayang, kurang apdol, kalau misal kan kita engga bersama, mas tetap akan rujuk sama kamu, ada atau pun restu, dari mamah aku, aku akan melanggar nya, toh nanti juga mamah akan luluh, dengan seiring nya waktu. "( giandra) ia menggenggam tangan Vina.


hati Vina terenyuh, di saat mendengar ucapan giandra, sebegitu cinta nya giandra ke pada diri nya, sehingga ia menentang ibu kandung nya,ia merasa bersalah, ketika dulu ia melakukan ke salah han yg begitu patal, walaupun ia melakukan ke salah han, tapi giandra menerima diri nya kembali, kalau laki-laki lain mungkin akan membenci nya, engga akan memperjuang kan nya, seperti giandra, yg memperjuang kan diri nya.

__ADS_1


" sayang kenapa kamu melamun. "( giandra) ia mengelus pipi gembul Vina, karena berat badan Vina terus naik, karena sering makan.


Vina tersentak dari lamunan nya, tak kala giandra, menyentuh pipi nya, ia menatap giandra, air mata nya, yg sedari tadi ia tahan, akhir nya lolos juga, ke pipi gembul nya.


" kamu, kenapa sayang, ko malah nangis, apa ada kata kata aku, yg menyakiti kamu, atau ada yg sakit, kita ke rumah sakit ya.. ?? "( giandra) ia panik, dan menatap Vina dengan penuh khawatir.


" sayang jawab aku dong, jangan buat aku panik. "( giandra) ia menghapus air mata Vina, yg berada di pipi nya.


" aku baik baik aja mas.. ?? "( Vina).


" kamu bilang, baik baik saja, tapi kenapa kamu malah menangis. "( giandra)


" aku menangis bahagia mas. "( giandra).


" mana ada menangis, karena bahagia. "( giandra) ia menghela napas nya.


" iya ada lah, contoh nya aku, aku menangis karena bahagia, emang menangis itu karena ia sedang terluka, engga mas, saking bahagia nya, ia bisa menangis. "( Vina)


" oh gitu ya sayang. "( giandra)


Vina hanya menggeleng kan kepala nya, sebagai jawab ban, giandra pun merasa lega, karena istri nya baik baik saja.


" iya mas, aku baik baik aja.. ?? ( Vina) ia meyakin kan giandra, kalau diri nya baik baik saja.


" emang, kamu bahagia kenapa sayang.. ?? "( giandra).


" aku bahagia, karena ternyata kamu masih mencintai aku mas. "( Vina )


" iya lah, mas masih sangat mencintai kamu, karena kamu itu segala nya buat mas. "( giandra)


" gombal. "( Vina) menepuk dada giandra.


" aku engga gombal, itu kenyataan nya sayang, mas engga bisa ngegombal, kaya laki laki di luar sana, apa yg ke luar dari mulut aku, itu kenyataan nya sayang. "( giandra)


" aku bukan laki laki yg suka tebar pesona, dan memberi kan janji, tapi tidak sesuai dengan ke nyataan nya sayang.. ?? "( giandra)

__ADS_1


Vina hanya membalas dengan senyuman saja.


" ko malah senyum sayang, kamu masih engga percaya sama mas. "( Vina).


" aku percaya ko, sama kamu mas. "( giandra)


" bagus..?? "( giandra) ia mengacak rambut Vina karena gemas.


" sekarang, susah lebih tenang kan, kalau kamu sudah lebih tenang, kita berangkat ya,soal nya ini sudah mau magrib, engga baik untuk wanita hamil, yg masih berada di luar. "( Vina).


" aku udah lebih tenang ko mas, ayo kita lanjut kan lagi perjalan nan nya. "( Vina).


" iya sayang, kita berjuang bersama ya, untuk mendapat kan restu dari mamah. "( giandra)


" iya mas, aku akan berjuang, demi mendapat kan restu dari mamah kamu, nanti di rumah kamu jangan pernah tinggal kan aku ya mas. "( Vina)


" iya sayang,kamu engga mau jauh jauh dari aku ya. "( giandra) ia menaik turun kan alis nya, untuk menggoda Vina.


Vina membukat kan mata nya, tak kala mendengar ucapan giandra, yg terlihat menggoda nya.


" bukan itu mas, aku merasa canggung, kalau aku di tinggal kamu. "( Vina).


" iya sayang, mas engga akan ninggalin kamu, kalau perlu mas, akan kantongin kamu.. ?? "( giandra)


" mas ih.. ?? "( Vina) kini wajah nya memerah, karena menahan kesal, tapi ke banyak kan senang nya.


" apa sayang, engga usah berteriak teriak gitu, mas, masih ada di sini, ko.. ?? "( giandra)


" tau ah.. ?? "( Vina ) ia pun memaling kan wajah nya.


membuat giandra, makin gemas melihat tingkah sang istri, di saat ia akan membujuk Vina, tiba tiba handphone nya berbunyi, ia pun segeraengambil handphone nya, dan melihat, siapa yg menghubungi nya, ternyata sang mamah.


Vina pun menatap ke arah giandra, karena ia penasaran siapa yg menghubungi giandra, giandra tau dengan tatapan Vina, ia pun memperlihat kan layar handphone nya, ke arah Vina.


Vina pun mengangguk, dan menyuruh giandra mengangkat nya, giandra pun mengangguk, dan menekan tombol hijau.

__ADS_1


tak berselang lama, panggilan pun terputus, dan ia menatap ke arah Vina,kalau mamah nya, menanya kan diri nya dimana, dan menyuruh jya cepat pulang.


giandra dan Vina pun, menjalan kan mobil nya, menuju ke rumah .


__ADS_2