
" siapa mas..?? " ( kiara)
" ini yg bawa salin buat kita sayang. ?? " ( andra) sambil menenteng paperbage.
" oh iya mas mana.. ?? " ( kiara) .
andra pun memberi kan paperbage, yg berisi baju kiara.
" makasih mas.. ?? " ( kiara) sambil berlalu ke arah kamar mandi, karena kiara masih canggung kalau harus memakai pakaian nya di depan andra.
andra pun segera memakai pakaian nya, tak berselang lama kiara pun ke luar dari kamar mandi, dan sudah memakai baju.
" mas kita mau pulng jam berapa.. ?? " ( kiara) ia duduk di di sebalah sang suami.
" sebentar lagi.. ?? " ( andra).
" emang kamu, engga mau nginep di sini ra.. ?? " ( andra) ia menatap kiara.
" kalau aku ngikutin kamu aja mas, kau kata kamu aku harus nginep, iya aku nginep, kalau kata kamu aku harus pulang, ya pulang. ?? " ( kiara) ia menatap andra.
" iya udah kita pulang aja sekarang, kamu beres kan barang barang kamu dan juga aku.. ?? " ( andra)
kiara pun mengangguk dan segera memberes kan barang barang nya, setelah semua beres andra dan kiara pun pulang meninggal kan hotel, menuju apartemen nya, dengan suasana hati yg bahagia.
berbeda dengan cinta ia merasa kesal dan kecewa, karena lagi lagi ia harus gagal untuk mendapat kan andra padahal tadi, sedikit lagi ia melangkah pasti rencana nya akan berhasil, tapi amat di sayang, di saat itu sang pengacau datang, siapa lagi kalau bukan kiara, di saat ia sedang melamun, tiba tiba sang papah ada di samping cinta dan menepuk bahu cinta.
cinta terlonjak kaget, dan menoleh ke arah sang papah.
" pah, ngagetin aja.. ?? " ( cinta) sambil mengelus dada nya.
" habis nya kamu, ke asyik kan melamun, sampai sampai papah duduk, di sini aja kamu engga ngeh.. ?? " ( papah cinta)
" kamu kenapa, dari tadi siang, wajah nya ko cemberut gitu.. ?? " ( papah cinta)
" aku hanya kesel aja pah, tadi aku membuat rencana, hampir saja berhasil, eh.. ?? tiba tiba istri nya datang.. ?? " ( cinta) smbil tangan nya mengepal erat.
" ko bisa sama istri nya.. ?? " ( papah cinta) ia bertanya karena selama ini, andra jarang membawa sang istri, untuk soal pekerjaan.
" aku juga engga tau pah.. ?? " ( cinta) sambil mengedik kan bahu nya.
" asisten nya kemana.. ?? " ( papah cinta) yang menampil kan wajah memohon nya.
" giandra kan, bentar lagi mau menikah jadi giandra mulai mempersiapkan untuk pernikahan nya mah. ?? " ( cunta)
" oh, dia mau menikah sama siapa.. ??
" ( papah cinta)
" sama perempuan lah pah.. ?? " ( cinta)
" iya, perempuan itu anak siapa.. ?? " ( papah cinta)
__ADS_1
" kata nya, sama Vina, anak nya pa angga. ?? " ( cinta)
" waw, pa angga itu kan pengusaha juga, terus anak tunggal lagi.. ?? " ( papah cinta)
" iya mungkin.. ?? " ( cinta)
" terus sekarang rencana kamu gimana.. ?? " ( papah cinta)
" aku juga engga tau pah, ngebleng.. ?? " ( cinta)
" setiap melakukan rencana, ujung ujung nya gagal.. ?? " ( cinta)
" jadi kamu nyerah nih.. ?? " ( papah cinta)
" engga tau juga pah, ada kemungkinan aku nyerah, ada kemungkinan aku lanjut.. ?? " ( cinta)
" jangan pesimis gitu dong sayang, kamu harus semangat.. ?? " ( papah cinta)
" semangat sih semangat, tapi ujung ujung nya gagal juga.. ?? " ( cinta)
" ah.. ?? ko gitu sih sayang.. ?? " ( papah cinta) ia masih berusaha untuk memberi semangat kepada sang anak.
" terus aku harus gimana pah.. ?? " ( cinta)
" iya lebih semangat, untuk mendapat kan andra. ?? " ( papah cinta)
" iya pah, udah ah.. ?? aku ke atas dulu, aku benar benar bleng pah. ?? " ( cinta) ia sambil beranjak menuju ke kamar nya sambil tangan nya menjingjing tas nya.
ia berharap cinta bisa jadi istri andra karena kalau cinta jadi menantu permana, hidup nya akan terjamin, bukan itu saja, perusahaan nya pun akan berkembang.
memang yg ia lakukan itu sangat jahat, karena ia memisah kan andra dengan istri nya, tapi ia berusaha menekan itu semua, dan mengedepan kan ego nya, demi masa depan anak nya juga perusahaan nya, walaupun yg ia lakukan sangat jahat.
papah cinta pun, kini menju ke kamar nya karena untuk membersih kan tubuh nya.
berbeda dengan giandra, ia baru memberes kan pekerjaan nya, ia pun menutup leptop nya, dan memberes kan berkas berkas yg berada di meja nya, setelah selesai, ia pun menuju ke arah Vina.
" ayo kita pulang.. ?? " ( giandra) ia berdiri di depan Vina.
" ah..?? iya ayo.. ?? " ( Vina) ia mendongak kan wajah nya.
" emang udah selesai.. ?? " ( Vina)
" udah, maaf ya, kamu jadi harus menunggu.. ?? " ( giandra)
" engga apa apa. ?? " ( Vina) ia pun beranjak dari sofa, sambil tangan nya memasuk kan handphone nya.
" iya udah ayo.. ?? " ( giandra) ia menggenggam tangan Vina.
Vina yg tangan nya di genggam, sedikit kaget, tapi ia berusaha menetral kan perasaan nya.
dan mengekor di belakang giandra, mereka menuju ke besmen, setelah sampai, mereka pun masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" oh iya gi, tadi kamu udah menghubungi andra, kenapa tidak balik lagi, ke kantor.. ?? " ( Vina) ia menatap giandra.
" bisa, engga panggilan nya ganti, jangan panggil nama, berasa gimana gitu.. ?? " ( giandra)
" terus aku, harus panggil apa.. ?? " ( Vina) ia menampil kam wajah polos nya.
" iya terserah kamu, sayang , honey, beby, apa lah terserah kamu, senyaman nya kamu aja.. ?? " ( giandra) sambil mata nya pokus ke arah jalan.
" ehmptz.. ?? apa ya.. ?? " ( Vina) ia mengetuk ngetuk dagu nya.
" kalau untuk memanggil yg tadi kamu sebut kan, engga mungkin kalau aku harus panggil itu, karena kan sekarang kita lagi tahap, perkenalan, paling aku panggil mas aja.. ?? " ( Vina)
" gimana..?? " ( Vina) ia menatap giandra, dengan ragu ragu.
" ah, boleh juga, yg penting kamu nyaman aja .. ?? " ( giandra) ia menatap wajah Vina sekilas.
" tadi kamu, belum menjawab pertanyaan aku.. ?? " ( Vina)
" ah.. ?? iya.. ?? " ( giandra)
" tadi mereka engga kembali ke kantor, karena ada insiden.. ?? " ( giandra)
" insiden apa.. ?? " ( Vina)
" kata nya, ada yg memberi andra obat perangsang, lewat minuman nya.. ?? " ( giandra)
" apa mas, terus gimana., dan sama siapa.. ?? " ( Vina) ia sedikit kaget.
" kamu, ko kaget gitu.. ?? " ( giandra).
" iya, jelas kaget mas, kan kiara sama giandra adik aku.. ?? " ( Vina)
giandra pun tersenyum, mendengar ucapan Vina, yg perhatian terhadap adik nya.
" untung nya vin, andra bersama Kayla ke sana nya, jadi bisa menyalur kan hasrat nya, kepada istri nya, kalau sama orang lain, entah lah.. ?? " ( giandra)
" itu pasti di jebak.. ?? " ( Vina).
" yup.. ?? tebak kan kamu benar, dan aku mengira kalau kalayen lah, yg melakukan jebak kan itu.. ?? " ( giandra)
" ko bisa , kamu mengira kalau dia yg melakukan nya.. ?? " ( Vina)
" iya karena, wanita itu suka sama andra, dan mengejar ngejar andra.. ?? " ( giandra)
" kalau gitu kemungkinan dia, yg melakukan nya.. ?? " ( Vina).
" kami, sedang menyelidiki itu semua vin, kita engga mu nuduh, ta pa bukti.. ?? " ( giandra)
" kalian akan, melaporkan kan ini semua nya, ke pihak berwajib.. ? ? " ( Vina).
" seperti nya, biar engga ada yg main main lagi dengan keluarga permana.. ?? " ( giandra)
__ADS_1
Vina pun mengangguk dan tidak ada lagi pembicaraan lagi, hanya suara deru mobil dan kelakson, yg bersahutan.