Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 310


__ADS_3

kini mereka semua sudah pulang, hanya silvi, yg masih di sana, karena ia masih ingin menememani sang anak, silvi tau kalau Vina pasti,membutuh kan nya.


oek.. oek. oek..


silvi pun mengecek popok nya, ternyata masih kering, mungkin sang cucu lapar, ia pun memberi kan nya, ke pada sang anak.


" sayang, mungkin anak kamu pingin asi. " ( silvi) sambil menggendong sang cucu, dan untuk memberi kan nya ke pada sang anak.


Vina pun mengangguk dan mengambil sang anak, ia pun mengeluar kan payudara nya, dan benar saja sang anak langsung melahap nya, Vina sedikit meringis di saat sang anak menyusu, ada rasa perih mungkin karena awal.


silvi tersenyum, dan mengusap punggung sang anak.


" sakit ya nak. " ( silvi)


Vina hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, karena ia menahan rasa sakit.


" itu di awal nak, pasti akan merasa perih, nanti kalau sudah terbiasa, engga akan sesakit ini. " ( silvi)


" iya mah. " ( Vina) ucap nya lirih.


sedang kan giandra, hanya menjadi pendengar, interaksi antara sang ibu juga istri nya, ia pun ikut meringis saat melihat ke sakitan sang istri.


ia pun mengelus punggung tangan sang istri, untuk menguat kan nya, dan di balas oleh sang istri dengan senyuman nya, terlihat dari tatapan nya, kalau sang istri baik baik aja.


" oh iya kalian, belum kasih nama untuk cucu mamah." ( silvi)


" belum ada yg pas mah, aku baru menemu kan nama belakang nya, tinggal nama depan nya mah, ada 2 pilihan, tapi aku masih mempertimbang kan nya. " ( giandra)


" oh gitu ya nak. " ( silvi)


" iya mah, insyaallah di saat aqikah nanti, aku akan mengumum kan nya. " ( giandra)


" iya engga apa apa nak, cari yg terbaik untuk cucu mamah. " ( silvi) sambil menampil kan senyum nya.


" tapi papah pingin, nama belakang nya ada nama papah. " ( angga) ia bersuara di balik tirai, karena ia sedang duduk di sofa, engga mungkin ia mendekat sang istri, atau cucu nya, karena sang anak lagi menyusui, ada rasa canggung, kalau ia melihat nya.


" lihat nanti aja pah. " ( Vina) ia menengahi.


selang berapa lama, sang anak melepas payudara Vina, karena sang anak sudah kenyang, Vina pun tersenyum dan memasuk kan payudara nya, dan mengelap bibir mungil sang anak dengan tisu, setelah itu ia mengecup pipi sang anak.


" sini nak, kita tidur kan lagi, jangan terlalu banyak di gendong, kalau banyak di gendong takut nya ia bakal tau gendongan, dan rewel, jadi susah untuk kamu beraktivitas. " ( silvi)


dengan enggan, Vina pun memberi kan sang anak kepada sang mamah, tapi ucapan sang mamah ada benar nya.


silvi pun menerima nya, dan membawa sang cucu,ia menidur kan sang cucu di kasur, khusus bayi, setelah itu ia pun mendekati sang suami.


" pah mau pulang, atau mau di sini. " ( silvi) ia duduk di sang suami.


" kalau mamah gimana. " ( angga) ia balik bertanya ke sang istri.

__ADS_1


" seperti nya mamah, mau di sini pah, karena kasian anak kita kalau di tinggal, ini kan anak pertama nya, jadi belum ada pengalaman nya. " ( silvi)


" iya sudah papah juga di sini. " ( angga)


" iya sudah terserah papah, hubungi aja yg ada di rumah, untuk membawa kan baju ganti untuk mamah dan juga papah. " ( silvi)


angga pun mengangguk, dan segera menghubungi yg ada di rumah.


" pah laper engga. " ( silvi)


" laper mah. " ( angga) ia pun memasuk kan handphone nya ke dalam saku nya.


" kita cari makan yu. " ( silvi)


angga pun mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, ia pun bangkit dari sofa dan di ikuti oleh sang istri.


" bentar pah, kita tawarin dulu menantu kita sama anak kita, siapa tau mereka pun ingin makan. " ( silvi)


" iya mah,papah tunggu di luar ya. " ( angga) ia pun menuju ke arah pintu, sedang kan silvi menuju ke arah sang anak.


" nak, mau titip makan engga. " ( silvi) ia menatap sang anak dan beralih ke menantu nya.


" boleh mah, ke betulan aku lapar, kamu gimana mas. " ( Vina) ia menatap sang suami.


" boleh, kebetulan mas juga lapar. " ( giandra)


" sama kan aja mah, asal jangan yg pedes . " ( giandra)


" iya sudah mamah, ke kantin dulu ya, mau nyari makan nan. " ( silvi)


" iya mah, sebelum nya makasih, dan maaf udah ngerepotin mamah. " ( giandra) ada rasa tak enak, karena menyuruh ibu mertua nya.


" santay aja nak. " ( silvi) ia menampil kan senyum man nya.


silvi pun ke luar, dari ruangan sang anak, dan menemui sang suami.


" ayo pah. " ( silvi) sambil menggandeng tangan sang suami.


angga pun mengangguk, dan berjalan sejajar dengan istri, di saat ia di jalan menuju ke kantin, ia berpapasan dengan andra, dan juga kiara.


" assalamu'alaikum om, tante. " ( kiara dan andra) mereka pun mengambil punggung tangan silvi dan angga, dan mengecup nya.


" waalaikumsalam nak. " ( silvi dan angga) sambil menampil kan senyum manis nya.


" mau kemana tante, sama om." ( andra )


" mau cari makan nak. " ( silvi)


andra hanya, menjawab dengan angguk kan saja.

__ADS_1


" kalian, pasti mau menjenguk Vina ya. " ( silvi)


" iya tan. " ( kiara)


" iya sudah, kalian ke sana aja, kalian sudah tau kan ruangan nya. " ( silvi)


" sudah tan, tadi di kasih tau oleh bang giandra. " ( kiara)


" oh iya sudah, kalau gitu om dan tante, mau ke kantin dulu ya. " ( silvi )


" iya tan. " ( kiara)


" apa kalian mau titip, sekalian. " ( silvi)


" engga tan, kebetulan sebelum ke sini, kita udah makan. " ( kiara)


" oh iya sudah kalau begitu. " ( silvi)


mereka pun berpisah dengan tujuan masing masing, sedang kan silvi ke arah kantin, kiara dan andra menuju ke ruangan Vina.


setelah sang mertua mendekat ke arah sang istri.


" sayang.. ?? " ( giandra)


Vina pun menoleh ke arah sang suami, yg sedang memanggil nya, dan menaruh handphone nya di atas nakas.


" ada apa mas. "( Vina) menatap sang suami.


" tadi kamu sangat ke sakitan, di saat menyusui anak kita. " ( giandra)


" iya mas ngilu banget. " ( Vina)


" tapi kenapa, di saat aku yg menyusu ke kamu, engga terlihat sakit. " ( giandra) sambil memberi kan senyum nakal nya.


plak


Vina menggeplak lengan sang suami, sedikit keras, membuat giandra meringis.


" aw.. ?? sayang, sakit. " ( giandra) sambil mengusap ngusap lengan nya, yg di pukul oleh sang istri.


" habis kamu mesum mas. " ( Vina)


" aku engga mesum sayang, tapi itu kenyataan nya, malah kamu keenak kan, malah minta lagi. " ( giandra)


Vina hanya menatap tajam ke arah sang suami, dan jangan di tanya wajah nya merah, bak kepiting rebus.


cklek


mereka pun menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


__ADS_2