
" ehmptz.. ?? " ( giandra) ia berdehem, supaya andra dan kiara tidak mengubay kan nya, dan benar saja kiara dan andra langsung menoleh ke arah giandra.
" kenapa lo, sirik aja. " ( andra) ia menatap sinis giandra.
" siapa juga yg sirik.. ?? " ( giandra) sambil menyuap kan nasi nya ke dalam mulut.
di saat andra akan menbalas ucapan andra, mulut nya, sudah di sumpal oleh sang istri.
" kalian itu, sudah tua masih saja berantem, cepet makan yg banyak, bukan nya kalian mau miting. " ( kiara) dengan tegas.
bak anak kucing yg imut, mereka pun langsung terdiam, dan makan dengan tenang.
setelah menghabis kan waktu 15 menit, akhir nya mereka pun selesai dengan acara makan siang nya, 5 menit kemudian giandra pamit untuk mempersiapkan berkas buat miting nanti.
" sayang, bawa dede al, ke sini. " ( andra)
" iya mas. " ( kiara) ia pun bangkit dari sofa menuju ke kamar nya.
tak membutuh kan waktu lama, sang istri pun berjalan ke arah nya, sambil menggedong sang anak.
andra pun mengambil sang anak, dan di duduk kan, di pangkuan nya.
" anak papah makin hari makin gembul. " ( andra) sambil mengecup pipi gembul sang anak.
beby al pun tertawa menampilkan kan gigi nya, yg baru tumbuh satu, ia merasa geli karena sang papah yg mengecup nya.
" makan yg banyak ya, dan tidak lupa minum susu mamah kamu yg banyak, karena bentar lagi, sumber susu kamu, akan papah ambil. " ( andra)
kiara yg mendengar ucapan sang suami, membulat kan mata nya,ia pun langsung melirik sang suami dengan tatapan yg begitu tajam.
" mas.. ?? " ( kiara)
" apa sayang. " ( andra) dengan santay nya.
" kamu itu apa apaan sih mas, bilang gitu sama anak kamu. " ( kiara) sambil memukul lengan andra.
ha.. ha.. ha..
" aku ngomong apa ada nya sayang. " ( andra)
" iya tapi engga segitu nya mas. " ( kiara)
__ADS_1
andra tak menanggapi, ia malah asyik mengecup pipi gembul sang anak.
cklek.
" ndra, ayo kita ke ruangan miting " ( giandra) ia sambil berjalan ke arah andra, karena ia ingin menyapa keponakan nya.
" hay sayang, pipi kamu seperti bapau. " ( giandra) ia mengambil sang keponakan , dari pangkuan andra, lalu ia kecup pipi gembul nya.
andra pun berdiri, dan mengambil jas nya, untuk ia pakai.
" ayo gi, kita ke ruang miting. " ( andra)
" ok.. ?? " ( giandra) ia pun memberi kan sang keponakan ke kiara, tapi sayang sang anak engga mau malah minta di gendong ke papah nya.
" pah.. pah.. ?? " ( al) ia berceloteh, dan menatap ke arah andra.
andra yg melihat tatapan sang anak ia pun tak tega, akhir nya ia pun menggendong sang anak.
" sini nak, sama papah, papah kan mau kerja, nanti kalau papah udah selesai , kamu bisa main lagi sama papah. " ( kiara) ia berusaha merayu sang anak, tapi sayang sang anak malah mengerat kan peluk kan nya, ke leher andra.
" nak, ayo sayang. ?? " ( kiara) ia mengelus punggung sang anak, tapi lagi lagi tak ada respon dari sang anak.
kiara pun mengambil sang anak dengan secara paksa, membuat sang anak menangis kejer, andra tak tega melihat sang anak nangis kejer.
" sini sayang. " ( andra) ia pun mengambil sang anak, ia pun kembali menggendong sang anak, ia mengusap pelan punggung sang anak, untuk memberi ketenangan.
perlahan tangisan al pun reda.
" sayang, papah nya mau kerja dulu ya, nanti setelah papah beres miting kita main ya, sekarang kamu, sama mamah dulu. " ( andra) ia mengusap punggung sang anak.
tapi sayang, sang anak malah mengerat kan peluk kan nya, ia benar benar engga mau di tinggal oleh papah nya.
andra pun menghela napas nya, dan menatap giandra, seolah olah tau, dengan tatapan andra, giandra oun pamit, untuk ke ruang miting terlebih dahulu.
" mas ini gimana. " ( kiara)
" entah lah sayang, tumben banget jagoan oalah rewel gini. " ( andra)
" iya mas, engga biasa nya al seperti ini. " ( kiara)
" apa rapat nya sangat penting mas. " ( kiara)
__ADS_1
" engga terlalu sayang, karena ini hanya membahas kelanjutan proyek saja, dan yg hadir pun cuman 3 atau 4 orang saja. " ( andra)
" terus gimana mas. " ( kiara).
" iya udah aku bawa aja, ke ruangan miting, kalau sekarang aku paksa kan al di sini, pasti aku engga akan tenang. " ( andra)
" maaf mas, aku engga bisa merayu al. " ( kiara)
" engga apa apa sayang, mungkin anak kita kangen dengan papah nya, aku engga apa apa ko, engga merasa di repot kan, karena dia anak aku, justru aku senang anak aku, dekat dengan aku, walaupun aku jarang ketemu. " ( andra)
" iya mas, apa perlu aku ikut ke ruang miting. " ( kiara)
" engga usah sayang, kamu tunggu saja di sini, kalau nanti al rewel aku akan mengantar kan nya ke sini, karena ruang miting dengan ruangan aku, engga jauh. " ( andra)
kiara pun hanya mengangguk pasrah, andra membawa sang anak ke ruang miting, di saat ia masuk yg berada di ruang miting pun menatap nya.
" loh, pa andra kenapa bawa anak nya. " ( pa dion ) ia menatap heran.
" ah iya, maaf saya membawa anak saya ke sini karena ia engga mau di tinggal, apa kalian keberatan kalau saya membawa anak saya. " ( andra) ia menatap klayen nya satu satu.
" emang mamah nya kemana. " ( Sinta) asisten nya pa doni.
" mamah nya ada di ruangan saya. " ( andra)
Sinta hanya manggut manggut saja, saat mendengar ucapan dari andra.
" berarti istri anda tidak becus mengurus anak, masa membiar kan anak nya, bersama papah nya, sedang kan papah nya sedang kerja." ( seli) dengan tatapan sinis.
" saya merasa di repot kan, karena miting kali ini engga terlalu serius, hanya membahas kelanjutan nya saja. " ( andra) dengan nada tegas nya, membuat yg berada di ruangan miting pun bungkam.
" apa ada yg keberatan, kalau saya membawa anak saya ke sini. " ( andra) ia menatap ke arah para klayen, dan mereka tau arti dari tatapan andra, mereka pun menggeleng kan kepala nya, terkecuali seli, ia merasa tak setuju, dengan keputusan andra membawa anak nya.
" kalian setuju, tapi kenapa dengan nona seli tidak setuju. " ( andra) dengan tatapan dingin nya.
" aku.. ?? " ( seli) belum juga ia melanjut kan pembicaraan nya, ia sudah mendapat kan cubitan dari gio, sang bos.
" seli pasti setuju tuan, bisa kita mulai miting nya. " ( gio)
seli menatap tajam ke arah gio, tapi sayang gio tidak menghirau kan nya.
akhir nya andra pun memulai miting nya,dan tidak lupa,dengan sang anak yg anteng, di pangkuan nya.
__ADS_1