
para lelaki pun, mulai membakar nya, sedang kan para istri hanya Terima beres , dan tinggal makan saja.
" sayang, kamu ngidam apa aja.. ?? " ( silvi) ia menatap kiara.
" aku cuman, pingin rujak aja mah, terus ini.. ?? " ( kiara) sambil menampil kan senyum manis nya.
" kalau, mau apa apa, bilang aja sayang, takut nya nanti anak kamu, ileran. " ( silvi)
" iya mah siap.. ?? " ( kiara)
" dulu mamah, ngidam apa.. ?? " ( kiara)
" dulu mamah ngidam, banyak sayang.. ?? " ( silvi)
" apa aja mah .. ?? " ( kiara ) tatapan penuh penasaran.
" dulu mamah, pernah mengalami ngidam, sangat lucu sayang, papah sampai cemberut loh sayang.. ?? " ( silvi)
" apa itu mah.. ?? " ( kiara)
" mamah dulu pingin di suapin sama laki laki lain.. ?? " ( silvi)
" ah, masa sih mah.. ?? " ( kiara)
" iya sayang, awal nya papa menolak, dan ia malah marah sama mamah, tapi mamah malah balik marah sama papah, apalagi mamah ancam papah, kalau engga papah turutin, papah engga akan mendapat jatah dari mamah. " ( silvi) .
" terus terus mah.. ?? " ( kiara) ia sangat antusias.
" iya, papah langsung ngabulin lah, mana tahan papah kamu, engga dapat jatah dari mamah kamu ini, makan nya mamah ancam papah angga seperti itu, mau tidak mau papah angga ngabulin permintaan mamah.. ?? " ( silvi)
mereka semua, tertawa terbahak bahak, membuat para lelaki menoleh ke arah sang istri.
" kalau mamah dulu, ngidam apa.. ?? " ( kiara) ia menatap sang ibu.
" mamah, dulu benci sama papah, mamah engga mau di deketin, sama papah..?? "( fitri)
" masa sih mah..?? "( kiara)
" sampai papah kamu, tidur di luar, coba tebak berapa lama papah kamu tidur di luar..??" ( fitri) ia menatap sang anak.
kiara menggeleng kan kepala nya, karena ia engga tau, berapa lama sang papah itu tidur di luar.
" satu bulan.. ?? " ( fitri) .
" apa mah, ko bisa.. ?? " ( kiara) dengan menampil kan wajah terkejut nya.
" mamah juga engga tau, tapi dari situ mamah malah engga mau, jauh dari papah kamu, pingin nya ikut, sampai sampai ke kantor pun mamah ikut.. ?? " ( fitri)
kiara melongo, yg mendengar cerita sang mamah.
__ADS_1
" itu pas, mamah hamil aku atau abang giandra.. ?? " ( kiara)
" pas hamil abang kamu, kalau pas hamil kamu mamah, engga terlalu banyak ngidam, cuman ada ke jadian lucu sayang, pas waktu hamil kamu.. ?? " ( fitri)
" apa itu mah.. ?? " ( kiara) penuh dengan antusias.
" dulu mamah ingin dangdanin papah kamu, dan bukan itu aja penderitaan papah kamu.. ?? " ( fitri)
" skamu tau, papah kamu di suruh jalan jalan ke mall, dengan wajah papah yg masih di dandan, dan pakaian nya pun, pakaian cewe.. ?? " ( fitri)
" seriusan mah.. ?? " ( kiara)
" seriusan sayang, awal nya papah kamu menolak, ya mamah ngancam dia aja, sama ancaman nya, kaya mamah silvi.. ?? " ( fitri)
" iya mau tidak mau, papah kamu nurutin apa yg di pinta oleh mamah.. ?? " ( fitri)
" engga ke bayang ya mah, seorang asisten mahendra, yg tegas dan garang, menjadi cuco... ?? " ( kiara)
ha.. ha.. ha..
para istri pun ketawa, membuat para suami saling melirik, apa yg sedang di bahas oleh para istri.
" mamah punya engga foto nya, aku ingin liat.. ?? " ( kiara)
" awal nya mamah simpan di galeri, untuk kenang kenang ngan, tapi sayang nya,sama papah kamu di hapus. " ( fitri)
" yah, padahal sayang ya mah, aku ingin lihat.. ?? " ( kiara) dengan tatapan kecewa.
" kita lagi ngobrolin, waktu mamah hamil pah.. ?? " ( fitri)
" terus mamah, mencerita kan, semua nya, termasuk ke jadian itu.. ?? " ( doni) ia menatap sang istri.
fitri hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban, doni pun menepuk jidat nya.
" mah, itu tuh sangat memalu kan sekali tau.. ?? " ( doni)
" tapi pah, itu lucu.. ?? " ( kiara) sambil menampil kan senyuman nya.
" iya lucu, buat kalian, aib buat papah.. ?? " ( doni)
ha.. ha.. ha..
" udah ah, papah mau ke sana lagi, di sini papah habis di buli sama kalian.. ?? " ( doni) ia pun menuju taman belakang.
fitri pun menatao ke arah sang mantu.
" nak, apa kamu di kb.. ?? " ( fitri) ia berucap sangat lembut.
" engga mah, aku engga di kb, karena aku engga mau menunda nya.. ?? " ( Vina)
__ADS_1
" bagus, mamah ingin mempunyai banyak cucu, biar nanti rumah ini rame.. ?? " ( fitri)
" iya do'ain aja ya mah, supaya aku cepet nyusul kiara.. ?? " ( Vina) sambil menampil kan senyuman.
" iya sayang, engga usah kamu pinta pun, mamah selalu mendoa kan kamu sayang.. ?? " ( fitri)
" jangan pesimis ya, lagian kan, kalian menikah baru satu bulan, mungkin Allah masih menyuruh kalian untuk berduaan dulu.. ?? " ( fitri)
" iya mah.. ?? " ( Vina)
mereka pun melanjut kan, obrolan nya, sedang kan para lelaki juga, sambil membakar, sambil mengobrol tentang bisnis.
berbeda dengan anita, yg sedang makan malam dengan klayen sang suami.
ia sedikit risih melihat kelakuan anak klayen nya, yg terlihat centil.
ia benar benar engga nyaman,kalau bukan klayen penting, ingin rasa nya ia mengajak sang suami pulang.
" tuan Hendra.. ?? " ( klayen)
Hendra pun mendongak kan wajah nya, dan menatap klayen nya.
" ada apa pa.. ?? " ( Hendra)
" ini pa, apa anak andra udah menikah.. ?? " ( klayen) ia mengkerut kan kening nya.
" maksud saya, anak andra yg laki laki, apa udah menikah.. ?? " ( klayen)
" kenapa, tuan bertanya seperti itu.. ?? " ( Hendra)
" saya beeniat, untuk menjodoh kan anak saya, ( sambil memegang bahu sang anak) .. ?? " ( klayen)
" saya ini sudah tua, saya ingin menjodoh kan anak anda dengan anak saya, karena saya tau kalau anda itu, sangat gigih dalam bekerja, bahkan di usia nya yg sangat muda, dia bisa menjadi pengusaha sukses.. ?? " ( klayen)
" jadi saya, ingin anak anda menjadi suami anak saya, saya akan menyerah kan perusahaan saya, kepada anak anda, tenang aja anak saya lulusan terbaik, di luar negri, " ( klayen)
Hendra pun tersenyum, ke arah klayen.
" maaf pa sebelum nya, saya mengucap kan beribu ribu Terima kasih,bapa sudah menawar kan tersebut, tapi maaf anak saya sudah menikah.. ?? " ( Hendra)
" apa, engga salah.. ?? " ( klayen)
" kapan, dia menikah.. ?? " ( klayen)
" 4 bulan yg lalu, anak aku menikah, bahkan istri nya, sekarang lagi hamil.. ?? " ( anita) kini ia yg bersuara.
" kalau engga gini aja, anak anda cerai kan istri nya, dan menikah sama anak saya, saya akan berikan perusahaan saya, kepada anak kalian. ?? "( klayen) ia menatap serius ke arah Hendra.
Hendra dan anita membulat kan mata nya apa yg ia dengar, dan klayen itu tawar kan, apalagi perusahaan tersebut, perusahaan besar.
__ADS_1
dari dulu Hendra ingin, bekerja sama dengan perusahaan tersebut, tapi kini malah dengan mudah nya, perusahaan tersebut akan di beri kan anak nya, apa Hendra harus mengambil nya, atau tidak.