
kini hasil ke putusan sidang antara fino dan istri nya.
tidak menunggu waktu lama, proses sidang pun berjalan dengan lancar, karena fino mempunyai cukup bukti, atas perselingkuhan sang istri.
" akhir nya kak, proses sidang kamu berjalan lancar.. ?? " ( mamah fino) ia menepuk nepuk bahu sang anak.
" iya mah, allhamdulilah.. ?? " ( fino) ia tersenyum ke arah sang mamah.
" terus, tujuan kamu sekarang apa. ?? " ( mamah fino)
" aku amu menata, kembali ke hidupan aku, menjadi lebih baik mah.. ?? " ( fino)
" apa kamu, ada niatan untuk balik kan lagi dengan Vina, mamah tau kalian masih saling mencintai.. ?? " ( mamah fino)
" entah lah mah, aku belum ada niatan untuk menjalin hubungan, karena aku masih trauma mah.. ?? " ( fino)
" lagian, aku lihat Vina, sekarang sudah bahagia, dengan suami nya.. ?? " ( fino)
" apa, yg kamu lihat belum tentu itu ke nyataan nya sayang, mamah berharap Vina menjadi milik kamu kembali.. ?? " ( mamah fino)
" entah lah mah, aku masih ragu, karena aku lihat Vina sudah nyaman, dekat dengan suami nya mah.. ?? " ( fino)
" emang kamu pernah bertemu. ?? " ( mamah fino)
" aku pernah bertemu mah, di saat aku mengetahui perselingkuhan mantan istri aku, di saat aku curhat, Vina sama sekali tidak mempeduli kan aku mah.. ?? " ( fino)
" masa nak.. ?? " ( mamah fino)
" iya mah. ?? " ( fino)
mamah fino pun menghela napas nya, melihat sang anak, kini terpuruk, tapi ia harus memberi kan dia semangat.
" iya udah sekarang kita pulang,kamu tenang kan pikiran kamu no, masalah Vina, biar nanti kamu pikir kan, papah sangat merestui, kalau sampai kamu menjadi kan Vina istri, papah baru menyadari kalau Vina itu, anak tunggal dari keluarga angga, kamu tau kan kekuasan keluarga angga seperti apa, di bidang perbisnisan, ia nomer dua, setelah keluarga permana, jadi kalau sampai kamu jadi dengan Vina, akan berpengaruh dengan perusahaan kita juga, jadi kamu semangat, untuk mendapat kan Vina kembali.. ?? " ( papah fino)
__ADS_1
fino hanya menjawab dengan angguk kan saja, karena ia bingung posisi nya sekarang, sudah di ganti kan oleh giandra.
tapi apa yg mamah dan papah nya bilang,ia akan berusaha untuk mendapat kan Vina, menjadi milik nya kembali.
ia sudah bertekad sekuat tenaga untuk mendapat kan Vina, lagian sekarang engga ada lagi yg aka menghalangi nya, karena ia sudah ber setatus duda.
" iya udah, sekarang kita pulang, kita istirahat.. ?? " ( papah fino)
mereka bertiga pun pulang, ke rumah, dan memikir kan cara nya, untuk mendapat kan Vina.
kini andra dan kiara, tuk sementara waktu, tinggal di rumah orang tua nya kiara, karena mereka takut terjadi sesuatu dengan kandungan kiara.
apalagi masih tentang,di usia ke hamil anak kiara, yg masih muda, jadi mereka harus lebih waspada untuk menjaga kiara, sampai kiara melahir kan.
andra baru saja pulang dari kantor, ia mencari sang istri, biasa nya sang istri di saat ia pulang, ia menyambut nya, tapi ini engga ada., hanya terlihat sang ibu mertua yg lagi duduk di tuang tengah.
" assalamu'alaikum mah.. ?? " ( andra) ia mengecup punggung tangan sang ibu mertua.
" wa'alaikumsalam nak.. ?? " ( fitri) samil menampilkan kan senyuman nya.
" istri kamu lagu di belakang, ia lagi makan rujak bersama para asisten. ?? " ( fitri)
" apa mah, engga salah, ini kan udah sore, gimana kalau nanti sakit perut. ?? " ( andra) dengan nada khawatir nya.
fitri hanya tersenyum, melihat ke khawatir dan sang menantu nya, terhadap anak nya.
" mamah, kenapa malah senyum.. ?? " ( andra) ia mengkerut kan kening nya, dan menatap sang ibu mertua dengan penuh tanya.
" engga akan sakit perut, soal nya itu bawaan dede bayi, kalau istilah nya dia, ngidam.. ?? " ( fitri)
" masih, mending kiara jam segini, dulu mamah minta sama papah kiara, tengah malam, apalagi mamah ingin mangga muda, yg langsung di petik di pohon nya, awal nya papah engga mau, karena ini tengah malam, tapi mamah menangis, sehingga papah kiara, engga tega melihat mamah menangis, mau tidak mau papah pun mengabul kan apa yg mamah mau, untung saja di saat itu engga sulit, mencari mangga muda nya, karena di belakang rumah kamu, ada buah mangga, yg kebetulan lagi berbuah.. ?? " ( fitri) di saat mereka sedang berbicara, datang lah doni, yg baru pulang dari kantor nya.
" assalamu'alaikum.. ?? " ( doni) ia berjalan ke arah sang istri dan menantu nya.
__ADS_1
fitri dan andra pun membalas ucapan salam, dari giandra.
" lagi apa nih, kaya yg lagi serius..?? " ( doni)
" ini pah, mamah bercerita, tentang dulu mamah ngidam, pas lagi hamil kiara.. ?? " ( fitri)
doni hanya menjawab, dengan ber oh, ria saja.
" itu aja mah, ngidam nya.. ?? " ( andra) kini ia kembali, ke pembahas san utama.
" masih banyak, bukan itu aja, kamu tau dulu, papah engga boleh tidur dengan mamah, karena kata nya papah bau, padahal papah baru mandi.. ?? " ( doni) kini ia nimbrung, obrolan sang istri dan menantu nya.
" apa, pah serius. ?? " ( andra) ia membulat kan mata nya.
" iya papah serius, kalau bukan lagi ngidam, papah ingin marah sama mamah, tapi ya gimana lagi papah harus bersabar, untuk mengahadapi ibu hamil, ingat ndra ibu hamil itu, sensitif. " ( doni)
" jadi, dari sekarang kamu harus menyetok sabar kamu.. ?? " ( doni) ia menatap sang menantu, yg terlihat bingung.
" kalau, posisi aku di hadapan seperti papah, kaya nya aku engga akan bisa tidur, karena aku selalu memeluk kiara, di saat aku tidur. " ( andra) ia bergidik ngeri, tak kala membayang kan kalau ia di posisi sang papah mertua, ah amit amit, jangan pernah terjadi.
" tapi nak, ngidam itu kan berbeda beda, ada juga, yg engga mau jauh dari sang suami, ada juga yg nyaman di saat, sang suami baru pulang kerja, ia menghirup bau sang suami.. ?? " ( fitri)
" oh, gitu ya mah, mudah mudah han kiara engga aneh aneh, kalau lagi ngidam.. ?? " ( andra).
" iya mudah mudah han aja.. ?? " ( fitri)
" mah, siap kan papah air, untuk mandi.. ?? " ( doni)
fitri pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, tak kala sang suami menyuruh nya, Fitri pun beranjak dari sofa, dan di ikuti oleh sang suami, sebelum nha mereka berpamitan terlebih dahulu kepada andra, sang menantu.
andra pun ikut beranjak, ia menuju ke taman belakang, ia mencari sang istri, yg kata nya lagi ngerujak, bersama sang asisten.
di saat ia sedang memperhati kan sang istri, ia begitu beruntung mendapat kan kiara, yg baik dan tulus.
__ADS_1
ia bisa melihat perlakuan kiara, terhadap asisten rumah tangga nya, ia tidak sombong, ia selalu menghormati, walaupun itu hanya seorang asisten rumah tangga.
kiara, punya daya tarik tersendiri, yg membuat andra, tergila gila kepada sang istri.