Salah Kah Aku Mencintaimu

Salah Kah Aku Mencintaimu
episode 280


__ADS_3

giandra memutus kan untuk pulang, bersama orang tua nya, karena yg jaga hanya andra saja, biar gantian, kebetulan fitri engga bawa salin, jadi ia memutus kan untuk pulang, biar besok pagi ia, kembali ke sini .


kini mereka sedang berada di ruang keluarga, setelah makan malam.


" gi, apa kamu sudah bisa move on..?? "( fitri) ia menatap sang anak.


" kalau, untuk move on, sepenuh nya aku belum bisa mah, karena mamah tau, kalau Vina itu cinta pertama aku mah. "( giandra) ia berkata jujur ke pada sang mamah.


" mamah tau, pasti kamu berat untuk melupa kan Vina, tapi mamah yakin kamu pasti bisa, emang selama di sana engga ada gitu cewe yg kamu taksir. "( fitri) ia menatap penasaran ke pada sang anak.


" bukan engga ada mah, di sana banyak, wanita cantik, lebih dari Vina, tapi entah kenapa hati ini belum bisa mah, tapi entah lah kalau seiring berjalan nya waktu, doa kan saja ya mah . ?? "( giandra)


" mamah pasti akan mendoa kan kamu nak, bukan kamu aja, tapi adik kamu juga, mamah selalu mendoa kan, yg terbaik untuk kalian.. ?? "( fitri)


" tapi semenjak, aku sama Vina pisah, apa mamah masih komunikasi mah. "( giandra ) dengan tatap pan penasaran.


" semenjak itu, mamah engga pernah berkomunikasi lagi dengan keluarga Vina nak, emang ada apa.. ?? "( fitri)


giandra menghela napas nya,ia menatap sang mamah.


" tadi aku bertemu dengan Vina mah, di rumah sakit.. ?? "( giandra)


" terus.. ?? "( fitri) ia menatap penasaran.


" iya engga teterus san mah, cuman dia lagi hamil mah, tapi hamil nya udah gede, sekitar 5 bulan, atau 6 bulan nan gitu mah .. ?? "( giandra)


" iya pantas lah dia hamil,kan dia udah menikah.. ?? "( fitri)


" emang mamah tau dari mana kalau Vina sudah menikah, kalau Vina sama fino menikah, pasti ada berita nya mah, tapi ko ini engga ada ya mah. "( giandra)


fitri pun mencerna ucapan sang anak, ada benar nya.


" terus yg kamu pikirin, sekarang apa gi.. ?? "( fitri)


" aku penasaran mah, siapa anak yg di kandung sama Vina. "( giandra)

__ADS_1


" penasaran gimana nak.. ?? "( fitri)


" sekarang gini mah, kalau memang vina sama fino menikah, engga di publikasi kan, pasti nya usia kandungan Vina engga segitu mah, sekarang gini aja nah, aku sama Vina baru berpisah sekitar 5 bulan nan, otomatis perut Vina, engga akan sebesar itu mah,Vina kan ada masa idah nya mah, selama 3 bulan. "( giandra)


" iya juga ya nak, sekarang mamah mengerti arah pembicaraan kamu, tapi kalau memang itu anak kamu, pasti Vina minta tanggung jawab sama kamu."( fitri)


" iya juga ya mah, apa ia malu, untuk berbicara sama aku.. ?? "( giandra)


" entah lah, mamah juga bingung.. ?? "( fitri)


" terus sekarang kamu mau nya apa gi, apa kamu mau menyelidiki itu semua "( dino) akhir nya ia buka suara, dari tadi ia terdiam, hanya menjadi pendengar.


" seperti nya aku mau menyelidiki itu semua pah, karena aku penasaran mah, kalau benar yg di kandung Vina, itu anak aku, aku akan bertanggung jawab. "( giandra) dengan sungguh sungguh.


" iya udah, kalau itu ke putusan kamu, tapi bentar, bukan nya kamu dulu memata matai, Vina. "( fitri)


" iya dulu mah, sebelum aku bercerai, setelah aku bercerai aku udah engga memata matai lagi Vina. "( giandra)


" kalau mamah sih terserah kamu aja, apa yg terbaik untuk ke hidupan kamu, mamah cuman bisa mendukung. "( fitri) ia pun berpikir, kalau anak yg di kandung Vina, besar kemungkinan cucu nya.


fitri dan doni hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.


" iya udah mamah mau istirahat dulu, besok mamah pagi pagi, mau ke rumah sakit, kamu besok udah mulai kerja. "( fitri)


" iya mah, aku besok mulai kerja, pasti kerjaan aku banyak, dan bertambah, karena kerjaan andra otomatis berpindah alih dulu ke aku mah, andra pasti butuh waktu untuk menjaga kiara mah. "( giandra)


" iya udah, kamu juga harus istirahat, biar besok tubuh kamu lebih fresh.. ?? "( fitri)


" iya mah.. ?? "( giandra)


fitri dan doni pun bangkit dari sofa, menuju kamar nya , sedang kan giandra ia menghela napas nya, dan menatap lurus ke arah depan, ia pun mengambil handphone nya, dan mencari kontak orang suruhan nya,untuk mencari informasi tentang Vina.


setelah itu ia menyimpan handphone nya, di saku celana nya, dan giandra pun menuju ke kamar nya, karena tubuh nya sangat lelah.


berbeda di kediaman Vina, kini ia sedang melamun, di balkon kamar nya, semenjak bertemu dengan giandra, ia masih ke pikiran.

__ADS_1


" nak, papah kamu sudah kembali, kamu seperti sudah tau kalau itu papah kamu maaf kan mamah ya nak, karena mamah masih menyembunyi kan kamu, karena mamah malu nak, kalau mamah harus mengakui nya. "( Vina) ia mengelus perut sang anak, ia teringat ke jadian tadi siang, di saat perut nya di pegang oleh giandra, ada gelenyar aneh yg masuk ke hati nya.


cklek


Vina pun menoleh ke arah pintu, ia tersenyum ke arah sang mamah, sambil membawa segelas susu.


" kamu lagi apa nak, kenapa kamu diam di luar, engga baik buat ibu hamil . "( silvi) ia menyodor kan gelas yg berisi susu.


Vina pun mengambil nya, dan meneguk nya .


" kamu, kenapa nak, kaya yg banyak pikiran gitu. "( silvi) ia duduk di samping sang anak.


" aku engga apa apa mah.. ?? "( Vina) ia berusaha menutupi nya.


" kamu jangan bohong vin, mamah tau kalau kamu lagi banyak pikiran. "( silvi)


Vina menghela napas nya, dan menatap ke arah sang mamah.


" aku bertemu sama giandra mah, tadi di rumah sakit.. ?? "( Vina)


" apa nak, terus gimana.. ?? "( silvi) dengan tatapan penasaran nya.


" engga gimana gimana, mah.. ?? "( Vina)


akhir nya Vina pun mencerita kan kejadian tadi siang, yang bertemu dengan giandra.


" terus sekarang gimana vin, apa kamu mau berkata jujur sama giandra, walau bagaimana pun, giandra berhak tau nak, dia kan papah nya. "( silvi)


" iya mah, aku tau, tapi aku butuh waktu untuk bertemu dengan giandra, dan membicara kan itu semua, aku belum ada ke beranian mah.. ?? "( Vina)


" iya udah mamah cuman bisa mendukung ke putusan kamu, sekarang kamu masuk, dan istirahat, kasian anak kamu nak. "( silvi) ia membelai rambut sang anak.


Vina pun mengangguk, dan masuk ke dalam kamar, ia ingin merebah kan tubuh nya, tak menunggu lama, ia pun terlelap.


" jangan lupa mampir ke karya, aku yg satu lagi, hati yg kau sakiti. "

__ADS_1


__ADS_2