SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS
CH 127


__ADS_3

Nergal bukan iblis yang mudah dikendalikan oleh manusia. Bukan hanya kekuasaan atas wilayah untuk membangun kerajaannya, tapi ada beberapa poin lain yang masih diminta sebagai bayaran untuk bantuannya.


"Aku datang bukan untuk menuntut balas kematian adikku, Levron. Aku datang bukan untuk menggantikan misinya, aku datang dengan kepentinganku sendiri, manusia!" ucap Nergal dingin.


Nergal mendongak, mengendus udara dan berjengit. Bau amis darah bercampur keringat menjadi daya tarik utama bagi indera penciumannya.


Kakinya yang berkuku panjang dan tajam sedang menginjak satu tubuh yang terus mengerang meminta pertolongan. Sementara di depan matanya, pasukannya yang kelaparan sedang membantai manusia untuk diminum darahnya.


Cipratan kecil pada wajah Nergal membentuk seringai menjijikkan di wajah buruknya. Jari hitam dengan kuku panjangnya mengusap cairan merah lengket dan menjilat dengan lidah merahnya, perlahan … seperti orang mencicipi makanan.


"Manis," desisnya puas. "Aku menyukai perburuan ini!"


Meski Nergal tidak begitu menyukai jeritan atau lolong ketakutan manusia pada kaumnya, tapi dia tetap menikmati dan mulai terbiasa.


Pemandangan mengerikan yang dilihatnya saat berkeliling desa, dianggap sesuatu yang baru dan menarik. Darah dimana-mana dan pasukannya senang berada dalam pesta perburuan manusia yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya.


Mas Gun, suami Andara yang merupakan bunda angkat adiknya bersimpuh di depan Nergal, tubuhnya bergetar hebat menghadapi kakak Levron yang jauh lebih kejam dan sadis.

__ADS_1


Nergal dengan tanpa belas kasih meminta Mas Gun menyerahkan orang satu desanya untuk dimangsa. Dicabik, disakiti dan diminum darahnya karena sudah membiarkan Levron yang bakal memimpin di sana kehilangan kehidupan selamanya.


"Ampuni putraku, Pangeran! Kau sudah berjanji untuk tidak menyakiti keluargaku!"


Nergal tertawa hambar, wajahnya tetap beringas. "Jangan ganggu kesenanganku, manusia!"


Nergal begitu antusias memperhatikan pasukannya yang sedang mengobrak abrik seisi desa. Mengambil tubuh yang mereka suka dan membinasakan yang tidak berguna.


"Aku mohon, Pangeran!" Mas Gun bersujud tanpa mengangkat kepala, air matanya mengalir melihat penderitaan anaknya yang berada di bawah cengkeraman kaki hitam Nergal.


"Tentu saja aku akan mengampunimu, manusia! Tapi aku pastikan bahwa ini bukanlah desa pertama untuk kaumku berburu, pasukanku butuh makan dengan kenyang … juga butuh tubuh baru untuk bersemayam!"


Ide gila Mas Gun muncul begitu saja, beberapa desa tetangga yang tidak menyukai prakteknya sebagai paranormal ilmu hitam akan diberikan pada Nergal sebagai persembahan.


Satu keuntungan baginya, bahwa Mas Gun tidak perlu turun tangan untuk mengusir manusia yang tidak berkenan dengan keberadaannya. Mas Gun berpikir ke arah menjadi penguasa wilayah kedua setelah Nergal menghabisi warga. Tangan kanan iblis.


Nergal mengubah tubuh monsternya menjadi asap tebal yang menggumpal di depan Mas Gun. Lalu dengan elegan semua asap hitam itu masuk ke dalam lubang hidung dan mulut manusia yang sedang mengerang kesakitan karena luka cakar yang sangat parah di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Pangeran pertama iblis menempati tubuh putra Mas Gun untuk menyelamatkan nyawanya. "Sementara aku akan berada di sini, anakmu tidak akan bertahan hidup dengan luka separah ini! Aku akan memulihkan kondisinya!"


Mas Gun mengangguk setuju, putranya sudah kehilangan banyak darah dan hanya tinggal menunggu kematian jika diabaikan. "Baik, Pangeran! Terima kasih untuk bantuannya!"


"Jika saja putramu tidak melawan, dia tidak perlu terluka seperti ini. Berusaha menjadi pahlawan untuk manusia lain tidak akan berguna untuknya. Pilihan yang ada hanya bergabung dengan kami sebagai jalan keselamatan!"


Seringai dingin Nergal tampak mengancam dan sangat sinis. Tapi dia melepaskan mana sihir untuk menyembuhkan luka tubuh yang ditempatinya. Mengirim jiwa putra Mas Gun yang lemah ke alam bawah sadar, lalu menghimpit dan menginjaknya dengan kekuatan besar.


"Habisi mereka semua yang tidak berguna secepatnya!" perintah Nergal pada satu makhluk bersayap yang jadi bawahannya. "Setelah itu pimpin pasukan baru kita yang sudah mendapatkan tubuh untuk beradaptasi dan berlatih hidup sebagai manusia normal!"


"Apapun yang Anda inginkan, Pangeran Nergal!" jawab bawahan Nergal menundukkan kepala.


Tubuh bawahan Nergal terbang meliuk ke seantero desa, memberi perintah pada pasukan yang masih berburu dan mencari bau kehidupan para manusia yang tidak beruntung. "Habisi mereka semua sekarang! Fajar hampir tiba!"


Dan hanya dalam satu malam, desa besar itu porak-poranda. Tidak ada yang tersisa kecuali tubuh dengan jiwa iblis yang siap menjadi pasukan Nergal. Pasukan yang mampu berjalan di bawah terik matahari seperti manusia pada umumnya.


Nergal mendongak dan tertawa lantang, "Akulah sang penguasa dunia baru!"

__ADS_1


Mas Gun dan tujuh orang pintar pembuka portal kecil bersujud takut di depan kaki Nergal yang memakai jasad Dirga, putra tunggal Mas Gun bersama istri pertamanya.


***


__ADS_2