
"Tapi kemungkinan pasukan iblis akan ikut menyeberang bersama kita jika portal utama terbuka, hal ini bisa menjadi saat migrasi besar-besaran klan iblis ke dunia kita, Mpu! Aku tidak akan sanggup melawan mereka lagi di bumi manusia setelah ini, tubuhku sudah kehilangan banyak tenaga!" Pandji menyuarakan pikirannya.
"Heksagram ini akan menjadi penghalang, formasi sihir akan menjadi badai angin yang memporak porandakan tempat ini setelah portal mulai menutup, pastikan kau yang terakhir menyeberang sehingga tidak ada satupun yang bisa mengikutimu dari belakang! Aku yakin kau bisa, keselamatan kami ada di tanganmu, Satrio Pamungkas!" tutup Mpu Sapta meyakinkan.
Damar memberi waktu tiga detik pada Pandji untuk bernafas dan mengerahkan seluruh kekuatannya.
Butuh energi yang sangat besar untuk membuka portal, bahkan jika Pandji mampu membuka portal utama dan menyeberang dengan selamat, bukan tidak mungkin dia akan mendapatkan luka serius karena menggunakan energi diluar batasnya sebagai manusia.
Petir menyambar semakin intens dan badai angin ribut menjadi-jadi mengiringi mantra yang dirapal Pandji dan Damar. Alam tidak meridhoi sekat dua dunia dimanipulasi dan dipaksa terbuka oleh siapapun.
Sekat yang membatasi dunia manusia dan iblis meskipun hidup di bumi yang sama. Sekat pemisah yang seharusnya tetap tertutup hingga akhir zaman, sekat yang digunakan agar dunia yang menjadi misteri tidak pernah ditemukan.
Mpu Sapta juga membaca mantra, memberi komando kepada seluruh iblis yang sudah ditundukkan untuk berlari mengikutinya menuju gerbang hitam yang mulai terbuka. Meninggalkan hewan spiritual yang akan pulang ke hutan hitam setelah bertarung gigih menghadang pasukan iblis yang mendekati gerbang portal.
Pintu tak kasat berwarna hitam muncul, sangat lebar, setinggi langit, berderak mengerikan dan membentuk lubang besar dengan cahaya temaram.
Mpu Sapta, diikuti seluruh iblisnya menghilang dalam cahaya begitu menyentuh dinding temaram tersebut.
"Pergilah bersama barion sekarang, Mika!" Suara Pandji serak dan berat saat mengeluarkan perintah.
__ADS_1
"Tapi mas …," ujar Mika keberatan. Sekali lagi dia tidak mau meninggalkan Pandji sendirian.
"Mika, tidak ada waktu untuk berdebat!"
Mika menatap nanar pada Pandji yang mulai meneteskan darah dari hidung dan sudut bibirnya. Menahan gerbang tetap terbuka beberapa waktu telah memecahkan beberapa pembuluh vena dalam tubuh Pandji.
Mika melompat cepat menunggang barion dalam kekalutan dan air mata menggenang. Dia takut sekali kalau Pandji tidak akan pernah menyusulnya.
"Berjanjilah kamu akan pulang, Mas Pandji!" teriak mika parau, dalam tangis tertahan. Tubuhnya menghilang bersama barion begitu melintasi portal.
"Aku tidak janji, Mika!" Pandji bergumam dengan senyum kecut.
Pandji merapal mantra sihir perubahan janis elemen es dengan mana cadangan kehidupannya. Air hujan di sekitarnya seperti melambat dan jatuh pecah membentuk kristal.
Pandji mengangkat kedua tangan ke samping, mengatur hujan yang telah membeku menjadi pusaran angin tornado dalam heksagram dan menghempaskan ke arah pasukan iblis sebagai peluru terbang dengan kecepatan tak terlihat.
Lolongan demi lolongan membahana mengikuti kematian para iblis. Tak terhitung banyaknya kehidupan yang pergi dalam satu malam yang singkat. Pandji menciptakan teror yang akan menjadi sejarah terkelam dalam dunia iblis setelah sekian abad hidup dalam ketenangan.
Pandji berdiri limbung, melangkah terseok menuju gerbang. Di pertengahan pintu, di antara hitam dan putih dunia, Pandji memerintahkan seluruh hewan spiritual kembali ke hutan hitam sebelum merapal mantra sihir terlarang yang hanya bisa digunakan dalam hitungan jari.
__ADS_1
Mantra untuk menutup gerbang kegelapan abadi.
"Tunggu, bocah dalam ramalan! Aku, Raja Iblis menantangmu bertarung sampai akhir dunia!" Suara menggelegar terdengar dekat sekali di telinga Pandji, suara yang dikirimkan dengan tenaga dalam tingkat tinggi. Penuh kemurkaan, ancaman dan rasa benci.
Pandji menyeringai tanpa menoleh sedikitpun, "Mungkin lain kali!"
BLAP!!!
Heksagram sihir bertumpuk buatan Mpu Sapta mendadak padam dan tujuh cahaya terang bersamaan melesat cepat, menghantam tubuh pandji dari belakang. Mendorongnya hingga Pandji melayang, menyeberangi portal utama dalam ketidaksadaran.
Sedetik kemudian, gerbang menutup rapat dan pintu gaib besar menghilang dari pandangan. Kembali tak kasat menjadi dinding hitam tak bertepi yang memisahkan dua dunia.
Raja iblis meraung dalam dendam berkepanjangan. "Aku berjanji akan mencarimu ke tujuh dunia, anak manusia!"
***
...Satrio Pamungkas mendekati ending cerita ya?! Terima kasih untuk semua bentuk dukungan teman-teman semua....
...Dengan cinta - Al...
__ADS_1