
Dari jarak agak jauh Pandji melihat Elok dan Bian sedang bicara dengan Mika. Pandji menahan geram melihat mata Bian yang terpaku pada Mika, tatapan menggoda yang sengaja diisi dengan mana.
Mika yang ramah terlihat berkilat matanya, dia mulai gugup karena Bian mulai mendominasi dan menetralkan skill eyes miliknya. Bian menolak dibaca Mika, dia menutup jalan jiwanya dengan mengalirkan energi lebih banyak.
Dua orang itu saling tatap dan mengadu kekuatan tanpa disadari Elok. Mika tidak mau mengalah, dia terus saja berusaha menghipnotis Bian.
Bian hanya tertawa, mengalihkan pandangannya ke arah Pandji sebentar dan kembali mengajak Mika mengobrol. Dia sengaja meledek Pandji dengan mendekati semua wanita yang selalu ada di dekat Pandji dengan pesonanya.
Pandji melengos dan menarik Sekar Ayu menjauh dari kerumunan peserta. Dia melirik Bian sekilas yang juga pergi ke arah lain bersama teman kecilnya, Elok.
Jangan terlalu serakah dan percaya diri, Bung!
Tak lama, Mika menyusul pandji yang berada di sudut taman bersama Sekar Ayu. Gadis cantik yang biasa dipanggil Ratna itu kurang menyukai dipanggil dengan nama Ayu oleh Pandji dan Mika.
"Bisakah aku meminjam Pandji sebentar, Diajeng Ratna Ayu?"
Ratna tersenyum manis dan mengangguk, "Tentu saja, aku tinggal mengambil minum."
Setelah Ratna pergi, Mika langsung memasang wajah gusar pada Pandji. "Kamu bukannya menolongku dari Bian malah pergi ke sini!"
"Aku tau kamu bisa melepaskan diri dari pemuda itu, walaupun mungkin agak sulit!"
Mika menghembuskan nafas berat, “Aku melihat Biantara sedikit lebih dalam, kamu pasti nggak akan percaya apa yang aku lihat."
__ADS_1
"Tentu saja aku percaya Mika, jadi apa yang sudah kamu lihat di sana?"
"Makhluk buruk rupa penghuni alam kegelapan. Aku tidak tau apa namanya tapi monster itu sangat mengerikan, matanya hanya dua rongga seperti lubang hitam dengan mulut menganga seperti hendak memangsa apa saja!" Mika bergidik dan mendadak gelisah saat bercerita.
Dia melihat sekitar karena merasa ada mata yang sedang mengawasinya, Mika bahkan sampai membalikkan tubuh karena penasaran dengan nalurinya yang mengatakan mata itu dekat dengannya.
Kedua mata Pandji melebar, "Iblis?"
"Mungkin," jawab Mika dengan ekspresi berbahaya. Dia kembali mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencari sesuatu yang tidak ada tapi terasa.
“Ada apa, Mika?” tanya Pandji lembut. Matanya mengamati kegelisahan wanita yang terlihat lebih cantik dari biasanya.
" … " Mika terdiam, tidak menyukai jika adiknya bertanya dengan perhatian. Itu tidak nyaman terdengar oleh telinganya, dan nada bertanya yang seperti itu membuat hatinya sedikit berdesir.
"Lihatlah sendiri, dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain seperti menghilang dan muncul lagi di tempat yang berbeda! Hanya aku yang merasakan seperti itu atau semua orang juga menyadarinya?"
"Yeah, dia mengawasi kita. Kamu sudah mengusik ketenangannya, Mika!"
Pandji melihat dengan ekor matanya Biantara sudah meninggalkan Elok dan beberapa kali berpindah tempat dengan kecepatan aneh.
"Apa dia masih manusia?"
"Bukankah kamu bisa menjawab pertanyaanmu sendiri? Kamu sudah melihat ke dalam jiwanya!" jawab Pandji sarkas.
__ADS_1
"Aku hanya merasa terancam, dia menatapku dengan pandangan aneh, begitu menggoda dan ehm … seperti laki-laki yang sedang bergairah," ujar Mika salah tingkah. Dia merasa belum sewajarnya mengajak Pandji bicara hal yang berbau dewasa.
Pandji menyeringai mencerna kalimat Mika perlahan, membandingkan dengan beberapa buku sihir kuno yang sudah dibacanya mengenai gendam atau guna-guna.
Bukan gendam untuk membuat lawan terpikat dan jatuh cinta, tapi gendam untuk membangkitkan bira*hi pasangan.
Menyiksa musuh dengan perasaan ingin berseng*gama hingga orang itu akan melakukan segala cara untuk memuaskan dirinya.
Jika laki-laki bisa memperkosa orang yang pertama ditemuinya termasuk anggota keluarganya, jika perempuan akan mencari kepuasan dengan menggoda siapa saja yang ada di depannya.
Orang yang kena gendam itu akan gila jika tidak terpenuhi has*rat biologisnya.
Kenapa harus Mika, Biantara? Kau memang sengaja cari perkara!
***
...Teman - teman yang suka roman mistis, sudah 21 tahun ke atas or sudah menikah, bisa baca karya Al yang baru terbit, judulnya Widia Oh Widia (WOW). ...
...Noveltoon RT 13, sebelahnya ...
...Mas Pandji....
...Thanks - Al...
__ADS_1