
"Kamu sadis, Mas!" ujar Mika miris, dia memalingkan muka saat mendengar suara tulang patah di dalam mulut singa.
Melirik sekilas ke arah Mika, Pandji menaikkan kedua alis sebelum menjawab santai, "Raja iblis yang masih satu ras saja dikhianati, apalagi kita? Lagian sudah menjadi sifat dasar iblis untuk menipu manusia dan berkhianat."
Pandji tidak menunggu singa siluman berkepala dua di depannya menyelesaikan kinerja giginya mencabik tubuh Masago. Pandji memompa mana sihirnya hingga meruap ke sekitar.
Kesempatan seperti inilah yang diharapkan Pandji, dengan memberi makanan dan kesibukan pada hewan spiritual garang peliharaan raja iblis, Pandji bisa mengatur mana besar dan mencuri kelengahan makhluk yang sedang makan tersebut.
Dalam satu kali lompatan, Pandji sudah berada cukup dekat dengan singa yang terkejut menatapnya. Suara auman dari dua mulutnya menggema di seluruh area kastil. "Groarrrr!"
Mika bergidik merasakan lantai yang dipijaknya bergetar seperti hendak runtuh oleh kekuatan suara singa siluman. Mika menebak singa tersebut berumur lebih dari seribu tahun dan sudah mengikuti raja iblis dari sejak kecil.
Pandji mundur sedikit untuk mengatur jarak serangan karena hewan spiritual tersebut mendadak menjangkaunya dengan cakar depannya yang bisa memanjang seperti lima belati berukuran sejengkal tangan orang dewasa.
__ADS_1
"Ups … hampir saja!" kata Pandji tak suka.
Mika membuat kuda-kuda untuk segera bisa ikut melawan singa siluman itu, dua belatinya sudah tergenggam erat dan menyala seperti lava. "Biarkan aku yang menghabisinya, Mas! Anggap saja pemanasan!"
Bukan mau jadi pahlawan, tapi Mika tau Pandji sudah bertarung melawan banyak iblis sementara dia belum melakukan apapun. Mika serentak menerjang, membuat gerakan menusuk dengan belatinya.
Menyadari belati dengan kekuatan besar menderu ke arah matanya, singa siluman menarik kepalanya ke belakang hingga Mika kehilangan sasaran untuk belatinya.
Pandji tidak hanya melihat, waktu berjalan cepat dan dia harus segera keluar dari kastil bersama sandera yang masih berada di balik pintu yang belum bisa dibuka. Pandji mengerahkan segenap kekuatan dan mengaliri dua pedangnya dengan tenaga dalam yang cukup besar.
Pandji mengayunkan pedang, dalam satu tebasan dia mengirimkan gelombang kejut untuk membelah udara yang dihembuskan singa siluman lewat aumannya. Tumbukan tekanan kembali terjadi dan gempa kecil terasa di kedua kaki Pandji.
Mika merasa gemas melihat makhluk buas di depannya selalu menggerakkan kepala dengan cepat untuk menghindari tusukannya, hingga dalam satu waktu Mika mendapatkan momentum untuk melompat ke atas kepala siluman singa. Mika menukik dan menghunjamkan dua belatinya tepat pada dua mata singa tersebut.
__ADS_1
Akibatnya, singa siluman meraung keras dan menghentakkan Mika hingga terjatuh dan mental beberapa meter. Dua bola mata yang terkena belati pecah dan mengucurkan cairan hitam yang menetes hingga lantai.
"Tinggal satu kepala lagi, Mas Pandji!" seru Mika sambil berdiri cepat. Sedikit terhuyung saat mengembalikan keseimbangan tubuhnya yang hilang.
Pandji merangsek tanpa perlu dikomando, dua pedangnya menebas kian kemari dengan cepat, menembus kulit keras siluman singa yang menurut Pandji nyaris sekeras logam. Pandji tidak sedikitpun memberi jeda serangannya hingga cairan hitam tidak berhenti memercik ke segala arah.
Singa siluman yang sudah terluka di seluruh tubuh kembali meraung saat pedang di tangan kiri Pandji tepat menusuk bagian kepala yang baru kehilangan penglihatan, mengunci pergerakan kepalanya dan memberikan tebasan susulan dengan pedang yang ada di tangan kanan.
Tebasan dengan tenaga dalam ke arah leher bagian belakang tersebut membawa akibat fatal bagi singa siluman berkepala dua. Jurus auman siluman seketika terhenti karena luka lebar di leher.
Suara debam membuat angin di bawah singa terhempas. Singa siluman menatap benci dan hanya bisa meraung pendek sebagai akhir hidupnya.
Terlalu banyak luka dan sakit yang tidak bisa ditahan, sehingga detik berikutnya suara ledakan tubuh singa siluman kembali menggetarkan kastil setelah Mika menusuk lagi tepat pada dua mata di kepala singa siluman yang tersisa.
__ADS_1
Abu hitam bertebaran menutupi pandangan mata.
***