
Pandji bersama barion hitamnya baru saja melangkah untuk melintasi dimensi, tapi pemandangan di depannya sedikit membuat tercekat.
Sepasukan makhluk hitam berbaris rapi dengan taring dan kuku yang sudah siap dalam posisi menerkam.
Hal itu sama sekali tidak diperhitungkan Pandji sebelumnya, darah mudanya yang mengambil keputusan ceroboh dengan mendatangi Biantara berbuntut fatal.
Pandji menggertakkan geraham dan bergumam pelan, "Apa ini maksudnya, Damar?"
"Seperti yang Mas Pandji lihat, ini penyergapan."
"Aku salah perhitungan," sesal Pandji terlambat. "Mereka terlalu banyak! Beberapa memiliki aura yang sangat kuat."
"Ini alasan saya melarang Mas Pandji untuk tidak gegabah," ujar Damar lirih.
"Kau tidak mengatakan alasannya seperti ini, Damar!" geram Pandji dengan ekspresi rumit.
Damar Jati mengikuti gaya Pandji, menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Dia mengeluhkan tuan sembrono yang sedang kesal padanya.
Kalau saja aku bisa memilih, aku lebih suka menemani Ayahandanya Mas Pandji ….
Kalau boleh mendamprat, Damar ingin sekali mendebat dengan kata 'Elo yang keras kepala, kenapa gue yang disalahin, Bocil?'
"Sebaiknya mas Pandji bersiap saja, ini sedikit sengit dan butuh tenaga," ucap Damar Jati mengingatkan.
__ADS_1
"Apa opsi yang aku punya? Jelaskan cepat, Damar!"
"Pertama habisi pemimpin kawanan ini, Mas Pandji!
"Opsi kedua?" tanya Pandji tak sabar.
Damar jati menyeringai tak yakin, "Melarikan diri!"
"Opsi kedua baru saja tertutup jalannya, Damar! Kenapa tidak dari tadi saja kau memberikan opsi ini? Jadi aku tidak perlu mengamati lama-lama," gerutu Pandji seraya mengedarkan matanya ke sekitar.
Satu makhluk aneh maju ke depan Pandji, berdiri dengan empat kaki dan kepala yang sepertinya berjumlah dua. Kadang terlihat seperti singa, kadang berubah seperti kambing bertanduk panjang dengan gigi-gigi besar.
Makhluk ini persis seperti yang digambarkan buku sihir mitologi kuno. Digambar sebagai salah satu lambang kekuatan setan kalau aku tidak salah mengingat!
"Istilah yang kau pakai sangat tidak keren, Damar! Dia tampak seperti wedus gibas tak berbahaya, tapi aku rasa dia lebih mirip Chimera (kambing betina) yang membawa api neraka dalam tubuhnya! Bedanya kambing buduk ini tidak berekor ular!"
Pandji menarik kedua pedangnya, mengalirkan mana sihir dua kali lebih banyak ke pedang hitam yang ditempati Damar Jati. Pedang dingin itu menerima energi es dari Pandji dan mengubah warna bilahnya yang semula hitam menjadi biru angker.
Sedangkan Asih Jati memijar dengan warna merah lava, "Kali ini kau akan bekerja lebih banyak untuk memadamkan api, Damar. Mengubah mereka menjadi es batu agar mudah dipecahkan Asih."
"Sendiko, Mas Pandji!"
"Ngomong-ngomong es, aku jadi haus dan ingin minum jus jeruk dingin, Damar!" gumam Pandji seraya tertawa kecil.
__ADS_1
"Bisakah kau diam sebentar, Blacky?" Barion hitam itu bergerak gelisah, dia tidak suka disuruh menurunkan Pandji.
Moncongnya mendongak, mengendus beberapa kali dan mengaum keras. Udara penuh campuran mana yang ada di sekitar Pandji bergetar ringan hanya karena suara lolongan barion yang marah.
Pandji baru saja memijakkan kaki saat salah satu makhluk hitam dengan moncong serigala melompat tinggi dan menerkam dari belakang.
Merasakan ada aura gelap mendekat cepat dan hendak menyapunya dari belakang, Pandji merunduk menghindar.
Namun, begitu makhluk hitam itu lewat di atas kepalanya, dia membuat tusukan dengan satu gerakan ringan.
Asih Jati melesak ke dalam perut hewan berbentuk serigala hitam, membelah panjang ke bagian bawah tubuh. Makhluk itu mendarat dengan debam yang keras, berubah menjadi lelehan hitam dan menghilang terserap bumi.
GROAR!!! AUUU!!!
Seluruh kawanan memancarkan energi yang kuat, menggeram bersama bersiap untuk menerkam dan mencabik mangsa. Hanya tinggal menunggu perintah dari makhluk paling depan yang memiliki dua kepala seperti bayangan, kepala singa dan kambing betina.
Dengan elegan, Chimera yang menatap Pandji mulai menampakkan gigi taringnya. Meraung keras seperti sedang membuat perintah untuk anak buahnya.
Ini sedikit menakutkan, jika aku tak selamat ….
KLANG!!!
***
__ADS_1