SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS
CH 147


__ADS_3

Sebagai seorang putra pendekar yang moksa beberapa abad lalu, Damar Jati berpindah dimensi menuju alam kegelapan dimana kerajaan iblis berada. Kesaktian yang dibawanya dari dunia manusia benar-benar menarik perhatian raja iblis kala itu.


Damar Jati diterima dan diberikan tempat istimewa, disahkan sebagai putra angkat raja sehingga mendapatkan kesempatan menimba ilmu yang sama dengan Nergal serta pangeran iblis lainnya dalam lingkungan sihir hitam.


Perangainya sebagai putra kegelapan tak jauh beda dengan saudara-saudara angkatnya. Damar Jati merubah dirinya menjadi iblis dengan berbagai ilmu sihir kegelapan yang dipelajarinya.


Kekacauan mulai terjadi karena postur tubuh Damar Jati yang sangat berbeda dengan makhluk kegelapan seperti Nergal. Wajahnya yang tampan tidak dapat disembunyikan, membuat geger sepertiga kerajaan karena semua iblis berjenis kelamin wanita mulai tergila - gila padanya, tak terkecuali permaisuri, selir dan putri raja iblis sendiri.


Awalnya Damar Jati menikmati menjadi idola kaum iblis wanita, pesonanya yang tak tertolak menjadikannya mudah mendapatkan buku sihir maupun ilmu kedigdayaan dari penggemarnya.


Namun, lambat laun hal itu tidak lagi menyenangkan, tapi sangat menyusahkan ketika para istri iblis mulai mengejarnya secara terang-terangan dan mulai berebut untuk mendapatkannya. Mereka mulai saling bunuh demi Damar Jati.


Situasi semakin rumit karena raja tidak terima permaisuri jatuh hati pada putra angkatnya, dan selanjutnya Damar Jati yang sudah tidak memiliki raga di dunia disayembarakan untuk dihabisi saja.


Damar hampir terbunuh setiap saat, karena hanya dalam jeda beberapa menit, selalu ada saja yang memburunya. Damar Jati berusaha meloloskan diri dari kerajaan dengan cara bersembunyi di dalam kamar selir yang jarang dikunjungi raja. Memanfaatkan cinta iblis wanita tersebut untuk keluar dari area yang dijaga ketat oleh Nergal dan seluruh pasukan kerajaan.


Pertempuran sengit terjadi, kerajaan iblis porak poranda, satu putra raja dan dua selir menjadi korban keganasan Damar saat berusaha kabur.


Dalam pelariannya menuju hutan hitam, Damar Jati bertemu dengan sang empu yang sedang berburu makhluk spiritual untuk mengisi pusaka buatannya. Dan Damar Jati yang sedang dalam persembunyian sengaja masuk dalam jebakan untuk ditangkap oleh sang empu.


Damar Jati selamat dari kejaran iblis saat sang empu membawanya keluar dari hutan hitam dunia gelap dan kembali ke dunia manusia. Damar akhirnya setuju menjadi isi pusaka penganten lanang milik sang empu.

__ADS_1


Pusaka sakti yang sulit ditundukkan sebab sifatnya yang panas dan menimbulkan petaka. Roh pusaka yang selalu keluar memangsa manusia, wanita muda yang elok rupanya. Tak terkecuali Asih, putri sang empu.


Cinta dua dunia tak terpisahkan tersebut membuat sang empu dengan terpaksa menerima permohonan anaknya yang ingin menikah dan mendampingi Damar Jati selamanya. Sehingga dengan kesaktiannya, sang empu menempatkan Asih sebagai roh pusaka pasangan Damar Jati.


Pusaka yang membawa kutukan petaka bagi manusia jika dipisahkan, sumpah yang diambil Damar dan Asih sebagai sepasang pengantin abadi tak lama setelah putri sang empu memilih meninggalkan jasadnya. Moksa.


***


Pandji terbangun lalu menguap lebar, menggosok matanya sebentar dan menyipit untuk menyesuaikan cahaya yang jatuh pada retinanya. Senja kuning yang terpapar di hadapannya membuat pemuda mengantuk itu langsung tersadar sepenuhnya.


"Tidak! Seharusnya ini masih malam dan aku ada di dalam pertempuran melawan Nergal," gumam Pandji turun dari bale-bale dan berlari mengitari rumah. "Ini pasti ulah Romo Guru!"


Setelah dua kali berkeliling dan tidak menemukan leluhurnya, Pandji mulai berteriak memanggil kakek buyutnya seperti anak kecil yang terpisah dari ibunya di dalam pasar.


Dulu? Dulu sekali atau di kehidupan lalu yang pernah Pandji lewati?


Pandji mencari arah sumber suara yang ternyata tidak begitu jauh di belakang rumah. Rimbun bambu menutupi pria paruh baya yang sedang rebahan di atas bale-bale menghadap langit.


Begitu Pandji mendekat, bukan hanya suara Romo Guru yang sedang bersenandung sambil memejamkan mata, tapi riuh bunyi amfibi yang berada di dalam kolam ikut mengiringi nyanyian beliau.


Pandji lupa kenapa bapak lanjaran ini memilih memelihara kodok daripada ikan. Yang Pandji tahu binatang tersebut adalah salah satu hewan spiritual yang selalu mensucikan nama Tuhan.

__ADS_1


Hawa magis sangat terasa, hawa yang dengan mudah mendiamkan Pandji yang sedang penuh tanya, hawa yang bisa memberikan ketenangan pada pikirannya yang sedang rumit. Pandji mengambil sikap, dia duduk dalam posisi lotus di ujung bale-bale tepat di kaki leluhurnya, berkonsentrasi bersama suara alam.


Pemuda tampan itu masuk dalam meditasi terbaiknya saat kidung Romo Guru berhenti dilantunkan.


Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro


Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro


Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda


Hinggo pupusing jaman


Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko


Maper hardening ponco, saben ulesing netro


Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan


Sang Hyang Jati Pengeran


dan seterusnya …………

__ADS_1


(Kidung Wahyu Kolosebo)


***


__ADS_2