
Pertempuran terlihat sengit di kedua belah pihak. Bukan hanya Pandji, Mika dan Mpu Sapta yang sekarang menjadi musuh pasukan kerajaan. Tapi pertempuran sesama iblis mulai terlihat dimana - mana. Rupanya setelah beberapa waktu, jumlah iblis yang telah ditundukkan Mpu Sapta mulai terlihat sangat banyak dan sudah tersebar di beberapa titik area pertempuran.
Uniknya bukan hanya iblis yang telah dikendalikan Mpu Sapta yang gigih melawan sesamanya, keajaiban yang dijanjikan Mpu tua itu juga menjadi nyata. Banyak sekali hewan spiritual dari hutan hitam yang tiba-tiba datang dan masuk dalam area pertempuran, tak terkecuali barion milik Pandji.
Berbagai jenis siluman penghuni hutan hitam dipanggil dengan mantra sakti pemanggil sukma oleh Mpu Sapta. Mantra tua dari perkamen kusam berwarna kemerahan milik istrinya.
Mantra yang biasanya hanya dikuasai oleh ras penyihir itu ternyata juga bisa digunakan Mpu Sapta, baik saat berburu hewan spiritual untuk keperluan pengisian pusaka atau hanya dipanggil dan diperintah olehnya dalam situasi rumit seperti sekarang.
Carut marut pertarungan dari para siluman berbagai rupa yang gigih melawan pasukan iblis membuat Pandji tidak terlalu mengkhawatirkan Mika, meski jumlah iblis masih jauh lebih banyak, tapi situasi Mpu Sapta dan Mika bisa dibilang baik - baik saja.
"Bocah, jangan terlalu arogan! Meskipun kau sedikit memiliki pasukan, tapi itu tidak sebanding dengan jumlah kami. Masih ada tiga kelompok besar yang belum masuk dalam pertarungan ini!" Panglima perang menyumbar kesombongan seraya mengacungkan pedang dan membabat dalam satu gebrakan mengejutkan.
"Apa ada yang perlu kutakutkan? Omong besar adalah keahlian kalian dan tidak mudah percaya adalah sifat dasarku, jadi jangan terlalu percaya diri bisa menakutiku, Setan!" timpal Pandji datar. Matanya tidak berkedip menyambut tiap ayunan pedang yang silih berganti datang dari tiga lawan.
__ADS_1
Gerakan pedang Pandji jauh lebih gesit dan tajam dibandingkan saat bertarung di Jombang. Kekuatan yang diberikan romo guru sangat nyata dan terbukti membuat Pandji jadi lebih sulit untuk disentuh pedang dua pangeran kegelapan. Tiga iblis tersebut justru dipaksa dalam posisi bertahan oleh Pandji tanpa bisa melakukan serangan balasan.
Arah dua pedang Pandji yang sulit ditebak dan berkecepatan tinggi membuat tiga iblis yang melawan mulai bertabur luka goresan di seluruh tubuh. Bermandikan cairan hitam hampir di setiap bagian fatal.
"Bocah ini … sial!" Panglima perang istana iblis meraung marah, pedangnya terlepas bersamaan dengan putusnya beberapa jari tangannya yang berkuku tajam.
Cairan hitam kental menetes deras dari tangan yang gemetaran, juga dari mulut bertaring dan kedua telinganya. Kaki panglima itu tertekuk tak mampu menyangga badan, jatuh dalam posisi berlutut setelah beradu pedang dan tenaga dalam dengan Pandji.
Melihat hal itu, dua pangeran iblis serentak melompat mundur untuk mengatur jarak, jika mungkin memisahkan diri sementara untuk memanggil bantuan.
Salah satu pangeran iblis membuat suara lengkingan tajam dan melepaskan tiga bola sihir ke udara. Bola tersebut meledak di udara dan membuat percikan seperti kembang api dengan tiga warna.
"Seharusnya kau merasa takut sekarang, anak manusia!" Seringai pangeran kedelapan iblis melebar menampakkan dua taring besarnya.
__ADS_1
Pandji menaikkan dua alis dan menjawab dengan ekspresi menjengkelkan, "Oh ya, kau memanggil bantuan rupanya! Ehm … baiklah, aku juga akan berlaku sama. Kita lihat saja, bantuan siapa yang datang duluan!"
"Kesombonganmu terdengar alami, bocah sialan! Kau seharusnya tidak terlahir sebagai manusia, sifatmu tidak jauh beda dengan kami!"
"Begini pangeran, kau harus bisa membedakan mana yang disebut kesombongan dan mana yang dinamakan percaya diri, meskipun itu sangat tipis," elak Pandji dengan mimik yang membuat iblis ingin memakannya hidup-hidup.
Selanjutnya, Pandji menggores sedikit ujung jari dan memercikkan darahnya ke pedang biru yang menyala angker, memanggil kegelapan yang bersemayam dalam pusaka penganten lanang agar datang dan menyatu dengan dirinya. Pandji kembali merapal sihir terlarang untuk kedua kalinya, sihir pedang darah.
Pandji membangkitkan kekuatan gelap yang bukan hanya dimiliki Damar Jati, tapi juga yang ada dalam dirinya. Menyatukan keduanya.
***
...Tap jempol teman-teman di like, fav, komen, hadiah, vote kalau memang suka dengan cerita ini, beri juga tanda bintang 5 di jidat Pandji biar Satrio Pamungkas rate dan levelnya tidak terjun bebas. Tapi jika semua itu memberatkan, dibaca aja udah terima kasih hehehe …...
__ADS_1
...Cium agak jauh - Al ...