SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS
CH 173


__ADS_3

Di sisi lain, pertarungan Pandji dengan sepasukan iblis pimpinan pangeran kedelapan yang pertama dilepas sebagai umpan menjadi pusat perhatian para pangeran lain dan juga panglima perang utama kerajaan.


“Aku sudah mengorbankan pasukanku dan tidak ada satupun dari kalian yang memiliki empati untuk membantu? Apa kita datang kesini hanya untuk menonton pertunjukan?” tanya Pangeran ke delapan dengan nada benci dan ekspresi jijik melihat empat Pangeran yang lain.


Dua tangan Pangeran ke delapan mengepal ketika menatap area pertarungan yang berisi debu hitam. Abu dari pasukannya yang menghilang dari bumi Tuhan.


“Rasanya masuk akal kenapa Levron dan Nergal dikabarkan tidak selamat saat menjajah dunia manusia, aku rasa masalah utama mereka adalah bocah unik dengan dua pedang itu. Aku rasa kita perlu mempelajari dan membuat strategi dulu untuk menghadapinya, aku rasa …."


Pangeran ke delapan spontan memotong dengan menyahut sinis, "Pangeran kelima, kau terlalu banyak merasa tanpa membuat gerakan apapun. Kau tidak pernah berubah, dari dulu hanya bisa mengatakan aku rasa … aku rasa dan aku rasa ...!"


"Kalau kau memang mampu, kenapa tidak kau saja yang menghentikan pemuda pembawa sial itu, aku yakin kau akan mendapatkan penghargaan tak terkira jika berani melakukannya! Asal kau tau saja, aku sedang menganalisa keadaan!" Pangeran kelima menjawab marah, tidak terima dihina saudaranya yang sudah kehilangan setengah pasukan, mungkin malah lebih dari kata setengah.

__ADS_1


"Aku memang akan turun tangan, kau hanya perlu memperhatikan dan melaporkan pada yang mulia raja nanti, kalau kau merasa tidak perlu ikut campur dengan urusan kaburnya Mpu pembuat tujuh pusaka sihir itu, Pengecut!" ejek Pangeran ke delapan dengan seringai penuh kebencian.


Dengan satu gerakan cepat, Pangeran ke delapan melesat ke dalam pertarungan diikuti oleh pangeran ketiga dan seluruh pasukannya. Di belakangnya, panglima perang kerajaan menyusul setelah memohon izin pada Pangeran Mahkota sebagai pusat pimpinan.


Melihat situasi tertekan dari Pangeran ke delapan, Pangeran yang memakai mahkota kerajaan iblis menyipitkan mata, dia bisa melihat kalau pemuda yang sedang membantai brutal pasukan iblis kerajaannya tidak memiliki nyali seperti manusia pada umumnya. Sorot matanya dingin tanpa perasaan, dan meskipun sekarang dua pangeran iblis dan satu panglima perang berdiri di hadapannya … pemuda itu masih tampak tenang.


Namun, meski melihat sesuatu yang buruk mungkin saja terjadi pada dua saudaranya, Pangeran Mahkota belum ingin terjun untuk ikut bertarung. Selain masih ingin mengukur kemampuan, Pangeran licik tersebut ingin melihat mental Pandji jatuh atau setidaknya rasa percaya dirinya berkurang setelah menghadapi tiga lawan pilih tanding.


Pangeran Mahkota jelas memiliki keraguan untuk memulai pertarungan terlalu cepat, dia bisa melihat Pandji memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Dibandingkan dirinya yang termasuk paling lemah diantara pangeran iblis lainnya, bertarung sekarang sama saja dengan mengantarkan nyawanya ke neraka.


Dalam benaknya, Pangeran mahkota tidak ingin tubuh yang akan ditempatinya memiliki luka fisik sedikitpun.

__ADS_1


Meskipun hal demikian lazim terjadi dalam pertarungan, tapi Pangeran Mahkota terlalu serakah dan egois. Dia ingin menempati tubuh Pandji yang tanpa cacat atau goresan meski hanya seujung kuku, dia ingin memiliki semua yang dimiliki tubuh anak muda itu secara utuh tanpa kurang.


"Pangeran ketujuh, apa kau cukup percaya diri dengan kemampuanmu jika harus menghadapi pemuda itu?"


Pangeran ketujuh terperanjat mendengar pertanyaan dari Putra Mahkota, "Melihat situasinya, kemungkinan aku menang bisa mencapai 80%."


"Jika aku yang bertarung melawannya, berapa persen kemungkinan aku bisa mengalahkan pemuda itu dan mengambil alih raganya?" Pangeran Mahkota merasa butuh masukan dari saudaranya yang memiliki kekuatan dan sihir terbaik di antara pangeran yang lain.


"Bisa sama sepertiku, bisa lebih besar jika tenaga bocah itu terkuras habis saat melawan dua pangeran dan panglima." Mengumpankan Putra Mahkota adalah salah rencana pangeran ketujuh untuk menyingkirkan adik tak bergunanya itu. Bukankah lebih baik jika putra raja yang memakai mahkota kerajaan adalah yang terkuat seperti dirinya?


Nada yakin yang terdengar membuat Pangeran Mahkota merasa sedikit lebih baik dan layak disebut pangeran, meskipun faktanya dari sekian banyak anak dari raja iblis, dialah yang paling bodoh dalam pelajaran sihir dan mengenaskan dalam segi kekuatan.

__ADS_1


Satu hal yang menguntungkannya, karena iblis berwajah seram bertanduk dan memakai mahkota kerajaan itu adalah anak dari ratu, bukan anak selir seperti para pangeran yang lain, sehingga dia lebih disegani dan memiliki kedudukan lebih tinggi di istana, serta berhak menyandang gelar Putra Mahkota. Gelar yang hanya diberikan kepada putra keturunan raja iblis dan ratunya.


***


__ADS_2