Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 99.


__ADS_3

Nada bicara Agil terlihat kesal. Dia seperti orang yang sudah tidak sabar. Tentu saja dia tidak sabar untuk meminang Beby, agar halal untuk nya.


“Cih, bicara yang sopan kepada kakak ipar mu.” Bagas tersenyum jahil.


“Akhh,” dengus Agil kesal dan langsung memutuskan panggilan. Bagas kembali tertawa, membuat Beby mengerutkan dahinya kembali.


“Apa Agil mengatakan sesuatu, kak?” tanya Beby berjalan mendekati Bagas.


“Tidak, dia tidak mengatakan apa-apa,” jawab Bagas sambil senyum-senyum sendiri. Mengingat betapa kesalnya Agil tadi.


“Terus kenapa senyum-senyum kaya orang gila?”


“Hey, kamu ini sama saja seperti Agil. Bermulut pedas dan suka menghina ... lihat dong ganteng gini kok dibilang kaya orang gila.”


“Hahaha, terserah deh. Ayo, sepertinya yang lain sudah siap diluar.”


Beby menggandeng tangan kakak nya itu.


“Sudah gak sabar yah,” ucap Bagas tersenyum jahil kepada Beby.

__ADS_1


“Apaan sih, kak.” Beby mencubit kecil perut Bagas. Membuat Bagas kegelian.


“Baiklah, ayo!”


Bagas menggandeng Beby keluar dari dalam kamar. Setelah mereka sampai di halaman belakang rumah. Tempat Agil akan mengucapkan ijab qobul untuk Beby. Semua pandangan mata tertuju kepada mereka berdua.


Beby menatap satu persatu wajah itu. Dari Linda bundanya, Freeya dan Aydan kedua adiknya, Nenek Kakek nya dan Nenek Diana, serta keluarga-keluarga yang lain. Rona bahagia terukir diwajah mereka masing-masing.


Pandangan Beby tertuju kepada pria tampan berjas hitam dengan dalaman kemeja berwarna putih. Dia nampak sangat menawan dan berkharisma, memakai sebuah kopiah hitam dikepalanya. Agil tersenyum begitu lebar, menatap dirinya yang berjalan mendekat. Wajah nya memerah, ia langsung menunduk karena malu.


Kini mereka telah duduk bersebelahan. Entah kenapa jantung Beby terasa berdetak sangat kuat. Tangan nya dingin seperti es, gugup melanda dirinya.


“Sayang, aku begitu gugup,” ucap nya polos.


Agil tersenyum, “Kamu ini lucu sekali, yang akan mengucapkan ijab qobul adalah aku. Tapi, kenapa kamu yang gugup.”


“Yah, tetap saja aku gugup.”


“Tenang yah, ini hanya sebentar saja kok.”

__ADS_1


Agil mencoba membuat calon istrinya itu untuk tenang. Dia mengelus-elus punggung tangan Beby dengan lembut. Betapa ia sangat bahagia hari ini, melihat kekasih yang sangat ia cintai. Mengenakan kebaya putih dan duduk bersebelahan dengan nya.


Linda mengkerudungi kepala Beby dan kepala Agil menggunakan sebuah kain. Lalu penghulu yang duduk didepan kedua mempelai itu, mulai melakukan tugasnya. Satu persatu doa diucapkan untuk kebahagiaan dan harmonisnya rumah tangga kedua mempelai.


“Sah?”


“Sah.”


“Alhamdulilah.” Semua orang terlihat mengusap wajah masing-masing. Mengikuti penghulu yang mulai membaca kan doa nya kembali.


“Ayo, mempelai wanita cium tangan suaminya. Dan yang suami mengecup kening istrinya,” ucap Pak penghulu.


Beby pun dengan wajah merah, meraih tangan Agil dan mengecupnya lembut. Begitu pun juga dengan Agil yang memberikan kecupan penuh kasih di kening Beby. Lalu keduanya saling berpelukan dengan erat. Beby sangat terharu, ia sampai menitikkan air mata bahagianya. Kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri. Tidak akan ada lagi yang bisa merusak hubungan mereka. Selagi cinta mereka berdua yang kuat dan tidak goyah walau diterjang ombak sekalipun.


“Aku mencintaimu, Moe,” ucap Agil.


“Aku mencintaimu, sayang,” ucap Beby.


TBC.

__ADS_1


Note : Lanjut agak siangan yah, karena author lagi banyak kerjaan hari minggu soalnya. Ngurus anak sama suami🤭🙏🏻


__ADS_2