
"Apa yang kau lakukan disini? Dimana Agil?" tanya Beby.
Bagas yang wajahnya datar ketika sedang fokus mengemudi, melirik ke arah Beby yang duduk di sebelahnya.
"Dia banyak kerjaan dan memintaku untuk menjemputmu," jawab Bagas lalu kembali fokus ke jalanan.
"Oh..." Beby membulat kan mulutnya sambil mengangguk. Dia pun memalingkan wajahnya menatap keluar jendela.
"Sebenarnya dia ini wanita baik-baik gak sih? Aku masih ragu jika Agil memilih wanita yang tepat," gumam Bagas dalam hati. Sekilas melirik Beby kembali.
"Ehhm ... jadi, pria tadi siapa mu?" tanya Bagas yang penasaran sekali dengan pria brengsek tadi.
"Dia mantan pacarku," lirih Beby yang masih memalingkan wajahnya.
"Oh, jadi dia mantan pacarmu. Tapi, kenapa dia--" Beby menoleh menatap Bagas. "Maaf, maksudku ..." Bagas terbata karena gugup. Merasa tidak enak sudah bertanya sesuatu yang bukan urusan nya.
"Tidak apa-apa," ucap Beby tersenyum paksa.
"Apa Agil tahu?"
"Tentang nya?"
Bagas mengangguk.
"Dia tahu, bahkan dia juga tahu, alasan mengapa aku bisa putus dengan pria brengsek itu!" Membahas tentang Dewa selalu saja membuat dadanya panas. Beby meremas kuat ujung rok nya, mencoba meredam amarahnya.
"Oh..." Bagas mengangguk-angguk. Percakapan itu pun berhenti disitu. Mereka telah sampai di depan kost Beby.
__ADS_1
"Terima kasih untuk tumpangan nya." Beby segera turun dari mobil.
"Agil memintamu untuk menghubunginya," ucap Bagas sebelum pintu mobil Beby tutup rapat.
"Hmm, aku akan menghubungi nya nanti! Bye..."
Beby pun berjalan masuk ke dalam kostnya. Menuju pintu kamar nya yang berada di lantai dua. Sedangkan masih di dalam mobil. Bagas memperhatikan wanita cantik itu hingga menghilang dari pandangan nya.
"Dasar Agil, dia memilih wanita yang cantik dan memiliki body sexy, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutan kisah mereka, mengingat betapa rumitnya keluarga Ganendra," ucap Bagas geleng-geleng kepala, sambil memutar haluan setir dan menancap gas kembali ke kantor.
🌺🌺🌺
Di dalam kamar kostnya. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian kotornya. Dia pun merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas kasur tipis nya.
"Apa yang sedang dia lakukan yah?"
Dengan bersemangat Beby meraih benda pipih itu di atas nakas sambil kasur nya. Lalu menggerakkan ujung jarinya menggeser layar ponselnya. Mencari kontak Agil yang sudah ia simpan.
"Ragila, ckckck." Beby cekikikan sendiri melihat nama kontak Agil yang dia simpan di ponselnya. Dia pun segera menekan tombol panggilan, lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Halo..." Suara berat seorang pria di seberang sana, entah kenapa langsung membuat jantung Beby berdetak tak menentu. Ia teringat dengan lamaran Agil yang membuat hatinya tersentuh.
"Beby? Kau kah itu?"
Beby tersentak dan tersadar dari lamunan nya. "I--iya ini aku," jawabnya gugup.
Tidak lama kemudian panggilan tersebut terputus. Beby mengerinyit menatap layar ponselnya. Namun sedetik kemudian tiba-tiba ponselnya kembali berdering. Tapi kini panggilan video dari Agil. Dengan sangat gugup ia pun mengangkatnya.
__ADS_1
Mata Beby membulat dan berbinar, dia tersenyum dengan wajah merah. Saat wajah tampan Agil terpampang di layar ponselnya.
"Kau sedang apa?" tanya Agil tersenyum.
"Aku tidak sedang apa-apa," jawab Beby malu-malu.
"Kau sendiri? Kenapa kau masih di kantor? Tidak pulang?" tanya Beby balik.
"Aku ada acara makan malam keluarga malam ini, jadi pulangnya sekalian aja."
"Oh...." ucap Beby dengan bibir yang membulat. Dia bingung untuk menyambung percakapan itu. Menurutnya sedikit canggung, setelah lamaran itu.
"Bagas memberitahuku kejadian tadi sore," ucap Agil.
"Apa kau mau aku mengurusnya? Aku tidak suka dia berbuat semaunya padamu, Beby!"
"Tidak!" Beby menggeleng. "Aku bisa mengatasinya, kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk mengurus orang seperti dia!"
"Hmm, tapi aku tidak suka dia menyentuhmu!" Raut wajah Agil berubah dingin. Dia sangat marah karena kelakuan Dewa kepada Beby.
"Aku akan pastikan dia tidak akan melakukan hal itu lagi padaku, kau tenang saja yah."
"Hmm, baiklah!" Agil menghela nafasnya. Bersamaan dengan suara pintu yang terbuka.
"Sudah dulu ya, bye! Aku akan menghubungi setelah makan malam selesai," ucap Agil. Beby mengangguk dan panggilan pun terputus.
Beby tersenyum begitu bahagia, sambil menelentangkan tubuhnya di atas kasur. Dia begitu bahagia, Agil selalu bisa membuat mood nya naik. Pria itu sangat romantis dan perhatian, sangat sempurna di mata Beby. Tidak seperti Dewa yang brengsek, tukang selingkuh.
__ADS_1
"Tapi siapa yang datang tadi? Apakah Bagas? Akhh, sudahlah untuk apa aku memikirkan itu. Aku percaya dengan kata-kata nya."