Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Season 2 : 33. Dasar mesum!


__ADS_3

Suara ketukan di pintu kamar yang sekarang ini dia tempati, membuatnya terbangun. Freeya duduk dan mengucek matanya, perlahan melirik kearah pintu tersebut.


Tok tok tok.


Suara nya terdengar kembali. Dengan malas pun dia beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu itu, sambil menggerutu kesal.


“Siapa sih, mengganggu tidurku saja.”


Langkah kakinya tiba-tiba terhenti seketika. Saat mendengar suara berat seorang pria yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya sambil mengetuk pintu berulang kali.


“Apa kau mau tidur sampai matahari tepat berada di atas kepalamu?”


“Hah? Daniel?” gumam nya pelan sambil kebingungan harus berbuat apa.


“Hei! Dokter! Cepat keluar! Bangun dan bersiaplah, banyak yang harus diurus mengenai pernikahan kita.” Daniel kembali meneriakinya sambil mengetuk pintu.


“Pernikahan? Apa dia sebegitu ingin nya menikahi ku? Dasar pria, jalan pikiran nya sangat tidak bisa di tebak,” ucap Freeya sambil memutar bola mata nya malas.


“Apa kau bilang? Aku bisa mendengar mu, cepat buka pintunya,” sahut Daniel sembari kembali mengetuk pintu, tapi kini dengan sedikit kuat.

__ADS_1


Freeya tersentak kaget, sontak dia langsung menutup mulutnya dan segera membuka pintu itu. “Aku tidak mengatakan apa-apa kok!”


“Hari ini aku sedang tidak ingin berpergian kemana pun, bahkan untuk turun kerja saja, aku tidak mau! Membayangkan wajah si brengsek itu saja sudah membuatku muak, apalagi jika bertemu...” Dia menggerutu sendiri hingga tidak sadar jika kancing piyama tidurnya terbuka dua dari atas.


Daniel menyipitkan matanya dan tangan nya terulur untuk memperbaiki kancing piyama wanita yang tangah menggerutu di depan nya itu.


“Hei! Apa yang sedang kau lakukan? Daniel Adhicandra!” Freeya berteriak karena terkejut dengan apa yang dilakukan Daniel. Dia mengira bahwa Daniel ingin melecehkan nya. Sontak dia menepis tangan Daniel dan memukul-mukul dada nya.


“Ada apa? Apa kau sengaja ingin menggodaku?” Daniel menangkap tangan kanan Freeya. Wanita itu tidak mau berhenti tangan kirinya berusaha untuk memukul kembali dadanya. Dan lagi-lagi Daniel menangkap kedua tangan wanita itu.


Daniel pun tersenyum tipis dengan mata sayu nya dia melirik ke arah dada Freeya yang sedikit terekspos. “Dengan seperti ini...”


“Siapa yang kau bilang mesum? Apa menurutmu dengan penampilan mu seperti itu aku akan tergoda? Hahah, jangan harap!” ucap Daniel seraya terkekeh.


“Pergi sana aku mau mandi!”


Dia menutup pintu dengan keras di depan wajah Daniel. Pria itu mendengus kesal seraya berbalik lalu pergi. Daniel masuk kedalam mobil, duduk dengan santai sambil membaca sebuah kertas yang berisikan sebuah surat perjanjian. Sedangkan di bangku kemudi sudah ada sang asisten yang setia dan siap siaga untuk melakukan perintahnya.


“Dion, kirim dokumen perjanjian ini kepada Tuan Arsyad, pastikan dia untuk menandatangani nya.”

__ADS_1


“Baik, Tuan.”


Disisi lain Freeya yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung cepat-cepat mengenakan pakaian nya. Setengah berlari keluar kamar dan menuruni satu persatu anak tangga sambil berpegangan.


“Pagi-pagi seperti ini, mau kemana? Dari pada melakukan hal tidak jelas, seharusnya sebagai seorang ayah, dia harus punya waktu untuk mengantar anak-anak nya berangkat sekolah! Huft.” Dia menggerutu sambil menuruni anak tangga tersebut sampai-sampai kakinya tersandung.


“Awwhh....”


Tubuhnya terhuyung, tersisa dua anak tangga lagi. Freeya menutup matanya menunggu tubuhnya terjatuh ke lantai. Akan tetapi dia malah merasakan ada yang meraih pinggulnya dan menariknya.


“Daniel,” ucapnya saat membuka mata, kini dia berada dalam pelukan tubuh kekar pria tampan tersebut.


“Kau itu! Apa tidak bisa berjalan dengan benar? Bagaimana jika kau terjatuh?”


“Aku- tidak sengaja...”


Freeya menunduk gelisah karena wajah mereka yang begitu dekat. Bahkan hembusan nafas pria itu bisa dia rasakan mengenai wajahnya.


“Apa-apaan ini? Kenapa jantung ku berdebar?” batin Freeya.

__ADS_1


__ADS_2