
BRAK!
Tante Laras terhenti bicara. Mereka semua sama-sama terkejut saat Agil tiba-tiba menggebrak meja. Dia menatap tak suka ke arah Tante Laras. Dia ingin bicara namun ditahan oleh Amanda.
"Hmm, kakak sebaiknya kita memberi waktu Agil! Karena perjodohan ini begitu tiba-tiba," ucap Amanda kepada Tante Laras.
"Hei, kau disini tidak ada hak untuk bicara, jadi jangan ikut campur!" sahut Tante Laras dengan mulut pedasnya. Amanda terdiam, hatinya benar-benar terhina.
"Agil, mungkin Nenek tidak akan menemanimu lebih lama lagi, jadi dengarkan lah ucapan Tante mu, itu yang terbaik sayang!" ucap sang Nenek.
Agil menghela nafas dan mencoba mengatur diri agar tidak emosi. "Jika kalian benar-benar ingin aku menikah! Baiklah, aku akan segera menikah tapi tidak dengan dia, karena aku sudah punya pilihan sendiri," tegasnya.
"Dengan siapa? Jangan bilang dengan wanita yang waktu itu ada di apartemen mu!" seloroh Tante Laras dengan bentak nya.
Melanie yang disitu hanya tamu, ikut tercengang. "Ternyata, Agil pernah membawa seorang wanita ke Apartemen nya! Siapa wanita itu, gagal dong aku jadi menantu keluarga kaya," gumam Melanie dalam hatinya.
"Memangnya kenapa kalau itu dia, bukan kah aku sudah katakan, jika Tante tidak punya hak untuk mengatur hidupku!" tangkas Agil.
"AGIL! BICARA YANG SOPAN KEPADA TANTE MU!" bentak Om Bima. Agil menatap Tante Laras dan Om Bima dengan amarah.
"Agil sayang, baiklah! Nenek akan menuruti permintaan mu, bawalah wanita itu bertemu dengan kami semua nanti! Jika memang dia baik untuk mu, silahkan kau nikahi dia! Nenek pasti mendukung mu!"
"Mamah, apa-apaan ini! Wanita itu--"
"Laras berhenti bicara, jangan ada keributan disini, kita keluarga Ganendra yang terpandang, jadi jaga sikapmu yang kampungan itu," tegas sang Nenek. Tante Laras berdecak kesal, dan kembali duduk. Merengek pada suami nya, karena sudah dikatai kampungan oleh mertua nya.
"Agil sudah kenyang, kalian silahkan lanjutkan makan malam nya," ucap Agil seraya mengelap mulutnya. Ia beranjak lalu pergi. Disusul oleh Amanda yang juga berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
Melanie dan orang tuanya merasa canggung, karena melihat pertengkaran keluarga itu. Mereka pun juga bermaksud pamit untuk pulang.
"Tante, Om, Nenek, makasih untuk makan malam nya," ucap Melanie dengan sopan.
"Sayang, maaf yah dengan tingkah Agil! Tante akan pastikan dia pasti menerima perjodohan ini, kau tidak perlu khawatir yah!" Tante Laras mengusap wajah Melanie dengan lembut. Dia merasa tidak enak sudah membuat malu keluarga Melanie.
"Lucas, maaf untuk sikap keponakan ku!" Om Bima menjabat tangan Om Lucas dan Istrinya.
"Tidak apa-apa, itu wajar! Di jaman sekarang ini sangat susah untuk membuat anak-anak mengerti tentang perjodohan!" ucap Om Lucas.
🌺🌺🌺
Diluar Restauran. Tangan Agil ditarik oleh Amanda. Agile menghentikan langkahnya dan menatap tajam Amanda.
"Agil, kau tidak seharusnya berteriak di depan Nenek tadi! Bagaimana jika Nenek mengalami serangan jantung Seperti ayahmu!" ucap Amanda.
"Aku tidak mengganggumu! Aku hanya mau mengingatkan mu saja, kau melakukan hal yang benar untuk menolak perjodohan itu!" ucap Amanda. Agil mengerinyit.
"Heh, kau itu memang licik! Kau tidak mau aku menikah karena kau berniat untuk kembali padaku bukan? Sangat menjijikkan, pikiran mu itu hanyalah uang dan uang! Aku membenci wanita Matre seperti mu!" hardiknya.
"Agil, jangan pergi!" Amanda menarik kembali tangan Agil.
"Lepaskan tangan ku!" Agil menghempaskan tangan Amanda dengan kasar.
"Agil..." Seseorang memanggil namanya. Agil mengenali suara itu, dia pun segera menoleh ke arah belakang.
"Beby..."
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan disini?" Agil mendekati Beby.
"Aku sedang mencari makan di restauran itu," sahut Beby menunjuk ke arah sebrang jalan. Lalu pandangan nya mengedar ke arah wanita cantik yang berdiri di belakang Agil.
"Kau sendiri sedang apa disini? Kau bilang mau makan malam keluarga," ucap Beby dengan wajah sedikit cemberut.
"Aku akan menjelaskan nya nanti padamu," jawab Agil.
"Agil, kau mau kemana?" Amanda kembali menarik tangan Agil ketika dia hendak menggandeng Beby pergi dari sana.
"Lepaskan, itu bukan urusan mu!" Agil menoleh menatap tajam Amanda. Seketika Amanda langsung melepaskan tangan nya dari tangan Agil.
Agil pun menggandeng Beby menuju mobilnya yang terparkir. "Keluar," ucap nya kepada Bagas yang duduk di kursi kemudi mobil.
Sontak Bagas terkejut dengan kedatangan Agil tiba-tiba, terlebih melihat Beby juga. "Kau? Apa yang kau lakukan disini? Apa makan malam nya sudah selesai?"
"Keluar sekarang!" perintah Agil kembali dengan intonasi membentak.
Bagas pun segera turun. Agil langsung menyuruh Beby masuk ke dalam mobil, lalu mengendarai mobil nya pergi dari tempat itu.
"Agil, kau mau kemana?" teriak Amanda yang berlari mengejar mobil Agil. Dengan sepatu hak tinggi dia hampir terjatuh. Namun lagi-lagi Bagas menyelamatkan nya.
"Nyonya, apa kau mau aku pesan kan taksi?" tanya Bagas. Amanda pun mengangguk. Bagas segera pergi mencarikan Amanda taksi untuk pulang.
"Siapa wanita itu? Apa jangan-jangan dia wanita yang dimaksud oleh Kak Laras tadi? Wanita yang Agil bawa ke apartemen nya!" gumam Amanda. Tanpa sadar tangan nya mengepal, tidak terima akan kenyataan jika Agil memiliki wanita lain dihatinya.
...🌺Jangan lupa like dan komentar🌺...
__ADS_1