Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 136.


__ADS_3

Pagi ini cuaca begitu cerah. Tepatnya di kota Amsterdam. Disebuah rumah mewah, putih dan elegan. Tengah dilangsungkan sebuah pernikahan. Dua pasangan pengantin tengah bersanding di pelaminan yang sama.


Raut wajah kebahagiaan terpancar di wajah mereka semua yang di dalam pesta pernikahan itu. Terlebih mempelai wanita dan pria nya. Nina yang menikah dengan Bagas serta Linda dan Tuan Prayoga yang rujuk kembali.


Awalnya Linda dan Prayoga menolak untuk pesta pernikahan yang besar. Mengingat mereka sangat malu jika harus mengumbar nya. Secara umur mereka yang sudah tidak muda lagi. Akan sangat memalukan pikir keduanya.


Namun karena kedua anak nya yang begitu keras kepala. Beby dan Bagas bersikeras ingin pernikahan kedua orang tuanya dirayakan secara meriah. Mau tidak mau mereka menurutinya.


Terlebih bersamaan dengan pernikahan Bagas dan Nina. Jadi itu tidak terlalu bermasalah dengan pernikahan mereka yang dimeriahkan.


“Bagas, Nina, selamat yah sayang. Atas pernikahan kalian berdua, jadilah suami istri yang selalu rukun.” Ucapan selamat dari Linda.


Wanita paruh baya itu memeluk sang anak dan menantunya dengan penuh kasih. Begitu pun juga dengan Prayoga yang juga memeluk Bagas dan Nina secara bergantian.


“Selamat juga atas pernikahan kalian berdua, Bunda dan Ayah,” ucap Nina gugup, yang belum terbiasa memanggil dengan sebutan tersebut.


“Tidak perlu sungkan sayang ... anggap kami berdua seperti orang tuamu sendiri,” ucap Linda tersenyum dan kembali memeluk Nina dengan erat.


“Makasih, Bunda. Sudah mau terima diriku yang penuh dengan kekurangan ini,” lirih Nina dengan suara bergetar menahan tangis.


“Tidak ada di dunia ini manusia yang sempurna, sayang...” Linda mengusap air mata Nina yang hampir menetes.

__ADS_1


“Kita semua punya kekurangan masing-masing, akan tetapi untuk menutupi kekurangan itu ... kita membutuhkan pasangan yang akan mengisi kekurangan dalam diri kita hingga menjadi sempurna. Bunda harap kamu dan Bagas akan bahagia selama nya.”


“Terima kasih, Bunda.”


***


“Nina, selamat ya!” Beby memeluk Nina dengan erat.


Begitu pun juga Agil dan Bagas yang berpelukan. “Selamat, Bro!” ucap Agil.


“Selamat juga untuk mu ... tokcer banget, belum juga Beby Rey umur setahun, sudah hamil lagi sih Beby,” celetuk Bagas terkekeh. Keduanya pun tertawa bersamaan.


“Kakak, selamat ya!” Beby memeluk Bagas dengan erat.


“Kakak juga, jangan lupa cepat-cepat berikan adik untuk Gio. Hahaha...” celetuk Beby menggoda.


Seketika wajah Nina dan Bagas memerah. Mereka berdua saling melirik dan melempar senyuman sumbang.


“Malam ini nikmatilah, aku dan Agil akan mengajak Gio menginap bersama Baby Rey...” goda Beby kembali.


“Kau ini, berhenti menggoda kakak ipar mu!” decak Bagas.

__ADS_1


Beby dan Agil kembali tertawa. Mereka pun meninggal kan kedua mempelai yang tengah malu-malu kucing itu. Puas hati menggoda keduanya.


Bagas tersenyum tipis menatap Nina dan mendekat padanya. “Kau dengar kata mereka? Malam ini adalah malam kita,” bisik Bagas sensual.


Nina bergidik, bulu kuduknya meremang. Hembusan nafas Bagas di telinganya membuatnya geli. “Kau ini, dasar mesum! Malu, jika di dengar orang lain!”


“Hahaha, kenapa wajahmu memerah, Mochi! Jelek sekali," ucap Bagas tertawa.


Nina mengerucutkan bibirnya. “Aku memang jelek! Lalu kenapa kau mau padaku?” ucap nya kesal.


“Hahaha, gitu aja ngambek!” Bagas mencubit pipi Nina. “Istriku adalah wanita yang paling cantik di mataku ... juga yang paling jelek! Hahaha!”


“Kau ini, selalu saja meledek ku!”


“Karena aku suka, jika kau ngambek seperti itu sangat menggemaskan. Ingin rasanya aku menggigit bibir mu itu!”


“Aku tidak akan membiarkan mu melakukan nya.”


“Lihat saja nanti malam,” ucap Bagas dengan tatapan sensual dan senyuman miringnya.


Nina menelan salivanya. Tatapan suaminya itu membuat nya tidak bisa berkutik. Membayangkan apa yang akan terjadi padanya nanti malam. “Aku sangat gugup,” batin Nina.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2