Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Season 2 : 40. Menyelamatkan Ratu.


__ADS_3

Tidak terasa pagi sudah berganti malam. Gemerlapnya bintang malam itu menghiasi langit dengan indah. Memanjakan mata seorang wanita cantik yang tengah menatap nya dari balkon kamar tidur. Sambil sesekali dia melirik kedua anak kecil bersaudara yang tengah berlarian di taman belakang rumah. Memainkan sebuah permainan lomba lari.


Freeya tersenyum tipis. Mengingat kedua anak itu pasti sedang berlatih bagaimana mereka akan berlomba bersama ayahnya kelak di Family Day sekolah mereka. Tidak pernah membayangkan bahwa Daniel akan menolak, freeya beryakin untuk membuat Daniel setuju mengikutinya. Demi Ratu dan Kaisar.


"Ngapain kamu disitu? Gak jadi pergi?" Suara bariton itu memecah lamunan nya.


Sontak Freeya langsung berbalik badan mencari sosok yang memiliki suara tersebut. Daniel, pria itu berdiri dengan tangan kanan di masukan kesaku celana. Menatap Freeya dengan tatapan biasanya.


"Oh, maaf...aku tidak tahu kamu sudah pulang, Daniel," ucap nya dengan manis seraya berjalan mendekati pria itu.


Kini dia berada tepat didepan Daniel yang menatap nya dalam diam. Freeya mendongak untuk bisa menatap wajah pria itu. Malam ini entah kenapa Daniel begitu bersinar dimatanya. Walaupun dia masih memakai kemeja putih kerjanya yang lengan nya di lipat setengah. Tapi, dia begitu sempurna untuk dikatakan sekedar seorang suami yang pulang kerumah berantakan habis seharian bekerja.


Wangi tubuhnya pun masih begitu menyengat hingga tercium di rongga hidung Freeya. Aroma nya yang berbau mint, membuat rasa candu itu kembali muncul. Freeya cepat-cepat memalingkan wajahnya. Tak ingin membuat kontak mata yang terlalu lama. Takut rasa cinta yang mulai tumbuh itu semakin besar sebelum waktunya.


"Cepat ganti bajumu, aku akan menunggu dibawah."

__ADS_1


Freeya mengangguk dan segera berjalan kearah lemari pakaian. Jantungnya terus berdegup kencang. Sempat ia melirik punggung tegap pria yang sudah menjadi suaminya itu, menghilang dari balik pintu kamar. Huft, ada helaan nafas lega keluar dari mulutnya.


"Freeya tahan lah, jangan sampai perasaan mu membuatmu lemah...ingat dia dulu begitu mencintai kakak mu. Tidak menutup kemungkinan bahwa sikap manis nya terkadang itu karena dia mengingat masa lalunya...kamu harus bertahan!" batin nya menyemangati diri sendiri.


Setelah selesai berganti pakaian. Wanita itu menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang keluarga.


Suara hentakan sepatu hak tinggi wanita terdengar di telingan nya. Satu persatu langkah menuruni tangga dan semakin mendekat kearahnya. Membuat matanya ingin menoleh ke arah asal suara tersebut. Ia pun menoleh, dan seketika ia terpaku.


Bak seorang bidadari tengah berdiri dihadapan nya. Dengan dres putih polos selutut yang dihiasi dengan renda-renda di ujung nya. Wajahnya yang berseri malam ini, memperlihatkan jelas bahwa dia memakai riasan yang natural. Berhasil membuat mata Daniel tak dapat berpaling, bahkan berkedip pun tidak.


Freeya dan Daniel sama-sama tersentak kaget. Menoleh kearah sumber suara tersebut. Ratu berjalan kearah mereka berdua.


Dengan peluh di dahinya akibat berlarian bersama Kaisar. Dia berdiri dihadapan sang ayah yang menatap nya heran.


"Kenapa malam-malam begini kamu berkeringat, Ratu?" tanya Daniel menyelidik.

__ADS_1


"Hmm, Ra-Ratu sedang berla-" jawab Ratu gugup.


Ia melirik ibu sambungnya yang juga tengah menatap nya. Dengan sigap Freeya menyeka keringat itu.


"Aku sama ayah mau keluar dulu, sebaiknya kamu dan Kaisar tidur cepat malam ini. Besok masih harus sekolah kan," sanggah Freeya sambil tersenyum getir, berharap Daniel tidak memarahi Ratu anak nya.


"I-iya Mommy, aku akan memanggil Kaisar...kalian berdua selamat bersenang-senang," teriaknya sambil berlari, seraya mengedipkan sebelah mata kearah Freeya.


Membuat wanita itu jadi salah tingkah. Apakah Daniel akan curiga bahwa dia tadi sedang menyelamatkan Ratu dari kemarahan Daniel. Wanita itu berbalik tersenyum manis kearah pria yang kini ternyata sudah berdiri disampingnya.


"Yasudah kalau begitu kita pergi sekarang, aku sudah memesan tempat..."


Pria itu berlalu pergi lebih dulu didepan nya. Freeya bernafas lega, harap-harap cemas. Ternyata Daniel tidak menyadari sesuatu. Dia pun berjalan mengikuti sang suami yang punggung tegap nya terpampang gagah di depan nya.


"Dasar bodoh, dia pikir aku tadi tidak tahu. Jika dia mencoba menyelamatkan Ratu dari kemarahanku. Haha...dia lucu juga," batin Daniel. Pria itu tersenyum tipis tanpa terlihat oleh wanita di belakang nya.

__ADS_1


__ADS_2