
Di luar ruangan, Daniel berjalan sambil menatap ponselnya. Sampai dia pun tidak sadar berselisih dengan seorang wanita cantik dengan gaun hitam ketat selutut. Daniel berjalan tanpa tahu menahu keluar dari butik itu dan menemui Asisten Dion yang menunggu di mobil.
Wanita cantik itu menghempaskan kaca matanya ke lantai. Dengan wajah merah dan mata yang melotot, dia membentak pelayan di meja depan.
“Kalian ini bagaimana sih? Saya ini model ternama dan pemilik butik ini meminta langsung pada saya untuk menjadi model gaun-gaun pengantin disini!”
“Maafkan kami, Nona. Tapi ruangan VVIP tempat anda biasa pemotretan sedang di gunakan oleh tamu VIP kami,” jawab pelayan itu ketakutan sambil menunduk gemetar.
“Saya tidak mau tahu, cepat buka ruangan ini!”
Wanita itu berjalan ke arah ruangan bertuliskan VVIP di pintunya. Kemudian hendak masuk dengan paksa. Tapi langkahnya terhenti ketika Freeya keluar dengan memakai gaun pengantin nya.
Freeya yang terkejut dengan keributan itu pun bertanya, “Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?”
“Maaf, Nona. Tidak ada apa-apa, silahkan lewat sini,” sahut pelayan yang gemetaran itu.
“Baiklah.”
Saat Freeya melangkahkan kakinya, dia pun terhenti. Merasakan bahwa gaun nya tersangkut. Dia pun menoleh kebelakang dan menatap wanita sombong yang berdiri sambil berkacak pinggang.
“Hei, jauhkan sepatumu dari gaun ku!”
Freeya mendekat pada wanita itu. Berdiri dengan lantang, seakan tidak takut pada wanita berwajah garang itu.
”Aku tidak bisa mengangkat kakiku begitu saja! Kenapa kau tidak membiarkan nya saja, agar gaun mu itu menjadi lebih cantik lagi!”
Wanita itu tersenyum licik. Dia menarik sepatu hak tingginya, dan menyeret gaun Freeya yang hampir terobek.
Mata Freeya membulat,. sontak dengan cepat dia menarik rambut wanita itu dan membuatnya terjatuh.
“Hei! Apa kau sudah gila!” Wanita itu berteriak sangat keras.
__ADS_1
Dua pelayan dengan sigap membantunya berdiri. “Nona, Kimberly. Apa anda baik-baik saja.”
Kimberly Kane, model terkenal dengan wajah cantiknya yang keturunan western, dan bodinya yang bak gitar spanyol. Akan tetapi jika di bandingkan dengan Freeya yang berwajah sendu, Kimberly tidak ada apa-apa nya. Karena itu dia sangat kesal pada Freeya, wanita cantik yang ternyata memakai ruangan VVIP yang biasa dia gunakan.
“Darimana datangnya wanita gila ini? Aku tidak akan membiarkan gaun pemberian calon suamiku ini rusak! Kau jangan macam-macam!”
Freeya menunjuk wajah Kimberly dan melotot marah. Kimberly tidak terima dan dia segera berdiri dan hendak menyerang Freeya kembali. Tapi ditahan oleh dua pelayan.
“Nona, Kimberly...”
“Lepaskan aku! Aku ingin merobek gaun wanita itu!”
“Nona, kami mohon ada agar mengatur emosi anda.”
Freeya bergidik ngeri dan segera menarik gaun nya pergi dari tempat itu mengikuti langkah pelayan.
“Dasar wanita gila! Bisa-bisanya dia menyerang ku begitu. Darimana datangnya dia? Dasar aneh,” gumam Freeya.
Asisten Dion membawa mobil masuk ke depan loby butik tersebut. Kemudian dia keluar dari mobil dan membantu Freeya untuk masuk ke dalam mobil. Karena gaun nya terlalu mekar, memenuhi seisi bagian belakang mobil.
Daniel pun bertanya. “Ada apa? Kenapa wajahnya jelek begitu?”
Mendengar kata jelek, Freeya pun langsung menoleh dengan tajam. “Apa kau bilang? Jelek? Kau itu yang jelek!”
“Lah? Kok jadi marah-marah? Sudah jelek marah-marah, tambah jelek!” Daniel merasa bingung, dan dia juga tidak mau kalah dari Freeya.
“Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu!”
“Yang ngajak debat siapa? Aku hanya bertanya? Kenapa wajah mu seperti itu? Apa pelayanan nya kurang?”
“Hmm,” Freeya menghela nafas panjang.
__ADS_1
Dia pun menatap lekat wajah Daniel. Membuat Daniel sedikit risih, dia memalingkan pandangan nya ke arah lain. Dadanya berdebar-debar saat mata sendu Freeya mengusik matanya.
“Tadi ada wanita aneh, yang tiba-tiba menyerang ku. Dia menginjak gaun ku dan ingin merobek nya, jahat sekali.”
Daniel kaget mendengar penjelasan Freeya. “Apa? Siapa? Bagaimana bisa mereka membiarkan orang gila masuk ke dalam butik!”
Daniel sangat marah. “Dion, cepat kau minta Natasha menghubungiku sekarang juga, aku tidak akan mencabut investasi kita di butiknya!”
“Eh, jangan!” Freeya mencegah. “Sudah tidak apa-apa,. sepertinya ada kesalahpahaman saja tadi. Dan wanita itu sebenarnya bukan orang gila, dia adalah seorang model terkenal. Hanya saja aku bingung, kenapa dia seperti itu padaku?”
“Model?” Daniel mengerutkan dahinya. Sedangkan Asisten Dion hanya diam menyimak pembicaraan pasangan itu.
“Iya, dia model. Kalau tidak salah namanya Kimberly.” Freeya mencoba mengingat-ingat.
“Kimberly?”
“Iya! Kenapa? Apa kau mengenalnya, Daniel?”
Raut wajah Daniel tiba-tiba berubah. “Tidak- aku tidak mengenalnya. Yang terpenting kau tidak terluka, lupakan saja masalah ini. Kita bisa mencari gaun dari butik lain, jika kau tidak mau memakai gaun ini.”
“Eh, tidak. Aku mau pakai gaun ini, bukan kah kau yang memilihnya untuk ku?” Freeya menolak untuk tawaran Daniel.
Daniel menatap wajah Freeya dalam-dalam. Apa maksud dari perkataan wanita ini. Kenapa dia merasa dadanya semakin bergemuruh. Daniel memalingkan wajahnya ke arah jendela.
“Yasudah jika kau maunya seperti itu,” jawab nya datar.
Daniel memikirkan tentang model yang dibicarakan oleh Freeya. Wanita itu kembali lagi. Daniel takut jika anak-anaknya akan terluka lagi. Sudah cukup dia hidup tanpa ibu dari kecil.
“Berly? Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana bisa dia juga ada di butik Natasha? Dan dia menyerang Freeya secara tiba-tiba? Apakah dia tahu bahwa Freeya adalah calon istriku? Tidak mungkin, tidak mungkin dia tahu. Karena aku sudah tidak pernah berhubungan lagi padanya sejak dia pergi meninggalkan anak-anak ku. Tapi aku tidak akan tinggal diam jika dia menyakiti Pangeran dan Ratu atau Freeya....”
To Be Continued...
__ADS_1
Note : Mohon pengertian nya, untuk slow update ini. Soalnya Author juga lagi sibuk dengan kehidupan pribadi author,🙏🏻🙏🏻
Author harap para readers bisa memakluminya, terima kasih banyak.