
"Ayo!" ajak Agil.
"Kemana?" tanya Beby.
Agil tersenyum dan langsung melingkarkan tangan nya di pinggul Beby. Membuat semua orang semakin heboh. Ada yang berdecak kesal, dan ada juga yang menggoda-goda keduanya.
"Banyak tanya banget, apa mau aku cium disini?" bisik Agil.
Beby menyipitkan matanya. "Dasar mesum! Jauh sana, aku tidak mau!" cibir Beby.
"Hahaha, menggemaskan." Agil mencubit gemas pipi Beby.
Daniel menatap sendu kedekatan dua orang itu. Daniel menghela nafas dan mengalihkan pandangan nya.
"Nina, ayo kita ke kelas!" ajak Beby.
Beby langsung menarik tangan Nina, mereka masuk ke dalam kelas yang sebentar lagi akan dimulai. Agil menatap kepergian Beby sambil tersenyum dan geleng-geleng.
"Jangan senyum-senyum kaya orang gila gitu!" Daniel menepuk bahu Agil.
"Hahaha ..." Keduanya tertawa bersama dan berlalu pergi.
Agil dan Daniel berencana untuk menemui Dekan Werlyn. Karena sebentar lagi mereka akan mengundurkan diri. Tidak melanjutkan kuliah mereka. Agil dan Daniel sudah dituntut oleh keluarga mereka masing-masing untuk mengolah bisnis dan perusahan.
Keluarga Ganendra dan keluarga Adichandra adalah partner bisnis. Daniel sudah ditunjuk oleh ayah nya untuk menjadi CEO di Adichandra Company. Meskipun sebenarnya dia tidak mau, tapi mau bagaimana lagi. Dia adalah anak laki-laki satu-satunya.
Ibunya meninggal saat dia SMA. Lalu ayahnya menikah lagi beberapa tahun kemudian dengan ibunya Bagas. Karena itu persahabatan antara Daniel dan Bagas hancur. Tersisa Agil yang berada di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Melanie nampak begitu kesal melihat Beby yang berlagak manis di depan Agil. "Apakah wanita yang dimaksud Agil tadi malam adalah Beby? Tidak mungkin! Sejak kapan Beby mengenal Agil, ini benar-benar tidak bisa dibiarkan!" gumam Melanie.
"Hei! Aku sedang bicara! Lihat aku!" decak Dewa.
Dewa menepuk pundak Melanie hingga ia terlonjak. "Hmm, maaf!" jawab Melanie sedikit gugup.
Dewa mengerutkan dahinya. "Kamu jangan macam-macam dibelakang ku, Mel! Awas saja jika aku tahu kamu mengkhianati ku! Aku akan membuat hidup mu hancur!" ancam Dewa.
Seketika Melanie menatap takut Dewa. Saliva nya sangat sulit untuk dia telan. Ancaman Dewa seperti Boomerang yang langsung menghantam nyali nya hingga menciut.
Dewa pun berlalu begitu saja meninggalkan Melanie yang masih mematung. Mata nya berkaca-kaca, tangan nya mengepal kuat. Dia geram dengan ancaman yang Dewa berikan padanya, hingga air matanya menetes. Tapi langsung diusapnya dengan kasar.
"Brengsek! Kau sama saja seperti Beby bagiku! Tidak penting!" batin Melanie.
...🌺🌺🌺...
Kelas pagi sudah selesai.
"Beby ... " panggil Nina.
Beby tersentak dari lamunan nya. "Ada apa?" tanya Beby.
Nina menunjuk ke arah pintu. "Lihat siapa yang sudah menjemputmu," kata Nina.
Beby ikut mengedarkan pandangan nya ke arah pintu. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Melihat Agil yang berdiri di depan pintu kelasnya. Segera Beby merapikan barang-barang nya dan memasukan ke dalam tas. Kemudian dia berlari menemui Agil.
"Bye, Nina! Aku duluan ya!" Beby melambaikan tangan nya kepada Nina.
__ADS_1
Agil merangkul Beby dengan mesranya. Mereka berdua sudah seperti pasangan sensasional. Yang di gunjing sana sini oleh semua orang di kampus.
Agil mengajak Beby makan siang di kantin kampus. Agil sengaja mengumbar kemesraan nya bersama Beby. Dia mau satu kampus tahu jika Beby adalah miliknya. Terlebih kepada Dewa, agar pria itu tidak lagi mengganggu Beby.
"Agil! Jangan mencium ku disini! Apa kamu tidak malu!" decak Beby. Ketika Agil mencium pipinya.
"Kenapa? Bukan kah kita ini pacaran?" kata Agil terkekeh.
"Yah, tetap saja tahu malu sedikit! Kamu tidak lihat yah! Sedari tadi aku sudah risih kita jadi perhatian mereka semua!" Beby menatap kesal Agil.
Agil tersenyum lalu merangkul Beby semakin dekat padanya. "Bukan nya sudah biasa yah, seorang Beby jadi bahan perhatian orang-orang."
"Huft!" Beby menghela nafas nya. "Sudahlah, percuma ngomong sama kamu! Pasti juga akan dibantah!"
"Gitu aja marah!" Agil mencubit hidung Beby. "Baiklah, aku tidak akan mengulang nya."
Beby tidak menghiraukan, dia sibuk menyendok makanan nya. "Ayolah, tersenyum!" decak Agil.
Agil memegang kedua pipi Beby dengan dua tangan nya. Kemudian mengarahkan ke wajahnya. "Ayo tersenyum atau aku mencium mu lagi!" ancam Agil.
"Issh, kamu ini!" desis Beby.
Beby pun mengembangkan senyuman nya. Agar Agil berhenti rewel. Mereka pun melanjutkan makan siang bersamanya. Dengan penuh canda tawa, godaan-godaan manis Agil, serta perlakuan Agil yang memperlihatkan rasa cinta nya kepada Beby.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada seorang wanita yang menatap tidak suka kedekatan mereka. Melanie mendengus kesal dan mengepalkan tangan nya.
"Beby, kali ini aku tidak akan membiarkan mu bahagia! Apapun yang menjadi milik mu, akan menjadi milik ku juga! Seperti saat aku merebut Dewa dari mu!" kata Melanie.
__ADS_1
...🌺🌺🌺...
...Jangan lupa like dan komentar....