Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 12. Marasa Bersalah.


__ADS_3

Freeya berjalan menyusuri koridor bagian rawat inap, setelah selesai mengecek keadaan Kaisar. Sedangkan Rani asisten perawatnya, masih mengurus pasien yang lain.


Kini dia sedang menuju ruangan nya. Namun tiba-tiba saja, tidak sengaja dia berpapasan dengan Daniel. Pria itu nampak sangat berkarisma dengan setelan jas kerjanya.


“Eemmm, permisi...”


Daniel melewatinya begitu saja. Freeya terdiam dan langkah nya terhenti. Merasa ada yang salah, kenapa Daniel melewatinya.


“Dia tidak menghiraukan ku?”


“Apa dia masih marah, soal kemarin? Akhh... aku semakin merasa tidak enak...”


Freeya semakin merasa bersalah. Terlebih saat dirinya tidak dihiraukan seperti tadi. Tatapan Daniel datar dan dingin. Bahkan menatapnya saja tidak. Entah kenapa ada rasa sedih didalam hati Freeya saat ini.


Sedangkan disisi lain. Daniel menghela nafas nya saat melewati Freeya yang tanpa sengaja bertemu di koridor.


Hatinya masih begitu ragu dan bimbang. Apakah perasaan yang dia rasakan pada Freeya, apakah karena Freeya adalah adiknya Beby? Wanita yang pernah dia cintai? Atau nyata karena pandangan pertama mereka di Klub malam itu?


Daniel mencoba berdamai dengan hatinya saat ini. Dia juga tidak mau menjadikan Freeya sebuah batu loncatan atas cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada Beby, kakaknya.


Siang ini, Freeya kembali mendatangi Kaisar. Untuk memeriksa langsung keadaannya. Tapi saat dia baru saja datang, ternyata sudah ada Ratu yang menemani Kaisar saat itu.


Freeya tersenyum canggung seperti biasa. Semakin canggung saat senyuman nya di balas dengan wajah datar dari kedua anak kembar itu.

__ADS_1


“Kaisar, sepertinya hari ini kamu sudah bisa pulang...” Freeya mendekat sambil tersenyum.


Wajah datar Kaisar seketika berubah. Dia tersenyum bahagia ke arah Freeya.


“Benarkah? Ratu... Aku sudah bisa pulang hari ini...” ucapnya senang.


Tanpa sengaja saking senang nya. Kaisar tidak sengaja menyenggol ponselnya dan akhirnya terjatuh kelantai.


Freeya yang melihatnya tentu langsung berjongkok hendak mengambil ponsel Kaisar yang jatuh. Namun, tangan nya ditepis oleh Ratu yang duluan mengambil ponsel milik Kaisar.


Freeya menatap Ratu yang menatap dirinya dengan tatapan dingin.


“Biar aku saja!” ucap Ratu jutek.


***


Freeya sudah bersiap untuk pulang. Dia melirik arloji ditangan kirinya. “Sudah jam lima, kenapa Rani belum juga selesai? Apa aku mendatangi nya saja?”


“Baiklah kalau begitu, aku akan mendatanginya saja...”


Freeya meraih tas nya dan keluar dari ruang kerjanya. Diluar ruangan langkahnya terhenti, saat tidak sengaja kembali berpapasan dengan Daniel.


“Apa dia tidak melihatku lagi? Atau sengaja tidak menghiraukan ku?” Freeya mendengus kesal.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Freeya menarik tangan Daniel. “Ikut denganku!”


“Kemana?”


“Aku harus ngomong sesuatu padamu!”


Daniel membiarkan Freeya menarik tangan nya dan mengikuti wanita itu. Freeya membawanya ke taman rumah sakit.


Daniel menghentikan langkahnya dan melepaskan tangannya dari Freeya. “Apa yang mau kamu omongin?”


Freeya menatap wajah Daniel yang terus berpaling menghindari tatapan nya. Freeya menghela nafas nya dan kembali menarik Daniel. Untuk duduk di salah satu bangku taman.


Daniel merasa ada sesuatu di dalam dirinya yang merasa sakit. Ketika dia harus bersikap dingin pada Freeya.


“Katakan cepat? Kaisar sudah menungguku!”


Freeya menelan saliva yang sekeras batu, yang membuatnya sulit untuk berkata. Bahkan jemarinya juga saling mengusap, rasa gugup seketika menyelimutinya.


“Aku mau minta maaf, atas perkataan ku kemarin padamu... jujur aku tidak tahu bahwa istrimu-” Kata-kata nya terhenti.


Dengan cepat Daniel menyelanya. “Tidak perlu diteruskan... lagi pula aku sudah memaafkan mu... “


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2