Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 1. PERTEMUAN TIDAK SENGAJA.


__ADS_3

Disebuah Bar yang nampak hening dan tentram, tanpa suara dentuman musik yang keras dan lampu yang berkelap-kelip. Midnight Cafe and Bar, itulah nama tempat tersebut.


Didepan Bar, baru saja terparkir sebuah mobil mewah berwarna hitam. Tidak lama kemudian, pintunya terbuka. Keluarlah seorang pria tampan yang menggunakan setelan kasual, kaos polo hitam yang dipadukan dengan celana Fitted panjang berwarna krim dan sepatu kulit Loafers.


Tampil santai dan smart, Daniel keluar dari mobil. Tangan nya meraih kaca mata yang bertengger di hidung nya yang mancung. Menatap sekeliling lalu menutup kembali pintu mobil.


Daniel berjalan memasuki Bar tersebut, dimana tempat favorite nya untuk bersantai sendiri. Melupakan kepenatan yang mencekiknya selama seharian bekerja.


“Seperti biasa?” tanya Bartender wanita yang tersenyum lembut kepada Daniel.


Daniel mengangguk dan tersenyum sekilas. Lalu dia duduk di kursi bundar Bar yang tinggi tepat di depan meja Bartender. Menatap Bartender wanita itu sampai selesai membuatkan nya minum.


“Ini dia, selamat menikmati malam mu, Tuan Adichandra...”


“Terima kasih...”


Daniel meraih gelas wine yang ada di hadapan nya, memutar-mutar nya pelan dan meneguknya sedikit. Tidak terasa Daniel isi gelas nya sudah habis. Daniel pun meminta kembali Bartender tersebut untuk membuatkan nya lagi.

__ADS_1


Disisi lain, seorang wanita dengan dress hitam diatas lutut dan sepatu heels. Berjalan sambil menggerutu dan mengayunkan tas jinjing mewah yang dia bawa dengan kesal.


“Ada apa dengan mereka? Bikin kesal saja!”


Wanita itu duduk tepat di sebelah pria yang ada di depan meja Bartender. Bersamaan dengan selesainya Bartender itu membuatkan minuman, dan menaruh sebuah gelas diatas meja.


“Makasih,” ucap wanita itu tersenyum dan meraih gelas tersebut.


Belum sempat Bartender itu menjawab, dia sudah menghabiskan isi didalam gelas tersebut. Freeya benar-benar kesal saat ini, karena mobilnya harus lecet karena ulah anak-anak geng motor.


Sedangkan Daniel yang terkejut ada seorang wanita duduk disebelahnya. Sontak menoleh dengan skeptis. “Wanita ini, apa yang dia lakukan?”


“Dia meminum nya, dasar wanita aneh...”


Daniel hanya bisa menatap heran wanita disebelahnya itu dan berbicara di dalam hati. Ketika wanita tersebut menghabiskan minuman yang baru saja dia pesan lagi pada Bartender.


Daniel mengusap wajahnya dan memalingkan wajah ke arah lain. Bartender itu tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


“Tuan, bisakah kamu menolong ku?” Freeya menepuk bahu Daniel.


Daniel terkejut sontak dia langsung menoleh dan menatap tajam wanita cantik itu. “Apa kamu baru saja menyentuhku?”


“Iya,” jawab Freeya bingung. “Bisa minta tolong ambilkan kotak tisu itu.”


Daniel mengikuti arah yang ditunjuk oleh Freeya. Dia meraih kotak tisu itu dengan kasar lalu memberikan nya pada Freeya.


“Santai saja, kok jadi marah-marah?” Freeya merasa kesal dengan sikap arogan pria didepan nya itu.


“Aku tidak marah, jadi berhenti bicara padaku!” ucap Daniel dingin dan ketus, tanpa menatap ke arah Freeya.


“Dasar pria aneh,” gumam Freeya sinis.


Bartender pun datang dan memberikan dua gelas kaca yang baru dan sebotol wine mahal. Menaruhnya diatas meja Freeya dan Daniel. Sontak keduanya menatap Bartender tersebut dengan penuh tanya.


“Aku tidak memesan ini-” ucap keduanya bersamaan, lalu saling menatap dan kembali memalingkan wajah masing-masing.

__ADS_1


Bartender itu kembali tersenyum. “Dari pada bertengkar kenapa kalian berdua tidak duduk mengobrol santai dan minum ini ... ini hadiah dariku untuk pertemuan pertama kalian, jangan ditolak.”


To Be Continued...


__ADS_2