Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 52.


__ADS_3

Sesampainya di kampus.


Semua orang memandangi mobil mewah Agil yang memasuki area kampus. Agil memarkirkan mobilnya tepat di depan gedung utama.


“Thanks, untuk tumpangan nya," kata Melanie.


Agil menoleh ke belakang dan melemparkan senyuman nya kepada Melanie. “Sama-sama, Mel,”sahut Agil.


Sebelum Melanie keluar dari mobil, mata nya sempat melirik ke arah Beby. Kemudian keluar dengan sombongnya, memperlihatkan kepada semua orang jika dirinya dekat dengan Agil. Sampai di beri tumpangan pergi ke kampus.


“Wah ... Melanie, kamu beruntung banget yah! Bisa semobil bareng Agil," seru seorang teman.


Melanie menyelipkan helaian rambut nya dibelakang daun telinga. Lalu tersenyum dengan sombongnya. “Tentu saja ... karena keluarga kami saling mengenal," kata Melanie.


"Hebat kamu Mel," celetuk seorang teman lagi.


Sedangkan masih di dalam mobil. Beby melipat tangan nya di depan dada, wajahnya di tekuk menatap lurus ke depan. Agil yang melihat Beby seperti itu, langsung saja mendaratkan ciuman di pipi Beby. Membuat Beby tersentak, matanya membulat dan pipinya semerah tomat.


"Apa-apaan sih!" pekik Beby.


Ia memicingkan matanya menatap Agil. Agil malah tersenyum dan mengacak-acak rambut Beby. "Jangan menggodaku seperti itu," kata Agil.


Beby mengerinyit. "Menggoda apa maksudmu?"


"Tuh ... " Agil menunjuk menggunakan dagunya ke arah dada Beby.


Beby mengikuti arah yang dimaksud oleh Agil. Seketika matanya membulat, dan Beby langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan nya.


"Hahaha!" Agil tertawa lepas.

__ADS_1


Beby mengancing kembali kemeja nya yang sempat terbuka di bagian dada. "Dasar mesum ... kenapa tidak memberitahuku dari tadi sih?" gerutu Beby.


"Kan ada Melanie, memangnya kamu gak malu?"


"Yah tetap saja ... aku tahu, kamu pasti sengaja kan! Biarin dada aku terlihat, kamu pasti senang!"


"Hahaha," tawa Agil semakin keras.


"Beby sayang ... dengar baik-baik," kata Agil.


Beby mengangguk. "Aku mau mengajakmu liburan," lanjutnya.


"Tapi kan aku harus menyelesaikan kuliah ku, Agil. Jika aku pergi liburan dengan mu, yang ada malah tugas kuliah ku terbengkalai," tutur Beby.


"Tapi bagaimana jika kampus kita yang mengadakan acara liburan? Kamu tidak akan menolaknya kan."


Agil tersenyum. "Kamu pasti gak akan percaya jika hal itu terjadi," tutur Agil sambil terus senyum-senyum.


Beby mengerinyit, tangan nya menjulur meraih dagu Agil. Mengarahkan dagu pria itu ke arah nya. "Kenapa senyum-senyum kaya orang gila?"


"Apa? Kamu baru aja bilangin aku kaya orang gila?" Agil berbicara tidak jelas karena tangan Beby beralih mengerucutkan bibirnya.


"Benar, aku baru saja mengatai mu seperti orang gila! Kamu gak terima? Yasudah, pergi sana! Lagi pula kan ada Melanie, kamu itu genit senyum-senyum kepada semua wanita! Aku tidak suka!" gerutu Beby kesal.


Beby melepaskan tangan nya dari bibir Agil, kemudian dia membuang muka ke arah lain. Agil geleng-geleng kepala melihat tingkah Beby. Wanita itu benar-benar cemburu, Agil sangat menyukainya.


"Jangan marah," bujuk Agil.


"Aku tidak marah, lagi pula siapa aku? Aku kan bukan siapa-siapa mu!"

__ADS_1


"Tentu saja, kamu adalah pacarku, Beby!"


Agil meraih tangan Beby, lalu mengecup punggung tangan itu. Beby menoleh dengan wajah nya yang di tekuk. Dalam sekejap, Agil memajukan wajahnya dan langsung mencium bibir Beby. Dengan sedikit ********** dan memberikan ruang untuk Beby bernafas.


Agil meraih tengkuk leher Beby, dan memperdalam ciuman nya. Beby membalas ciuman Agil. Tangan nya ia lingkarkan di leher Agil.


"Huh ... huh ... huh!"


Keduanya bernafas dengan terengah-engah. Saat melepaskan ciuman panas mereka. Karena tersadar jika sekarang mereka sedang berada di kampus.


Agil menatap lekat wajah Beby, begitu pun sebaliknya. Mereka pun tertawa bersama. "Dasar mesum," kata Beby sambil memukul lengan Agil pelan.


"Pulang kampus kita ke mansion ku," tutur Agil.


Beby langsung membulatkan matanya. "Ishh, dasar! Tidak mau!"


Beby tertawa sambil membuka pintu mobil. Tapi tangan nya di tahan oleh Agil. "Agil, lepasin tangan ku! Bentar lagi kelas pagi ku di mulai," kata Beby.


"Mansion yah..." Agil memberikan seringaian licik.


"Akhh, tau akhh! Dasar cowok mesum." Beby melepaskan tangan nya dari genggaman Agil. Lalu dia segera berlari sambil tertawa menuju kelas pagi yang akan dia hadiri.


Agil menatap kepergian kekasihnya itu. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, lalu menggelengkan nya. "Aku tidak percaya, jika aku masih bisa jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Beby, kamu memang sangat berbeda dari wanita-wanita lain," gumam Agil.


🌺🌺🌺


...yang kemaren bilang visual Agil gak macho, nih aku kasih bonus foto nya Agil. Gimana? Masih belum macho juga? 🤭🤭🤭...


__ADS_1


__ADS_2