Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 47.


__ADS_3

Tap tap tap!


Suara sepatu heels yang Beby kenakan saling bersautan, terdengar begitu merdu. Beby berjalan dengan anggun nya memasuki gerbang kampusnya. Mulai sekarang dia tidak akan menghiraukan perkataan miring orang-orang tentang keluarganya.


"Beby!"


Mendengar namanya di panggil, Beby pun segera menolehkan pandangan nya. Seorang wanita berkaca mata dan rambut hitam di kepang yang pernah juga menyapa, menghampirinya.


Beby mengerinyit. "Ada apa?"


Wanita itu tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang berbehel. "Kita di kelas yang sama," kata wanita itu.


"Lantas kenapa?" tanya Beby.


Masih tidak mengerti. Beby memperhatikan dari kepala hingga kaki penampilan wanita itu.


"Perkenalkan namaku Nina." Wanita itu menjulurkan tangan nya.


Tidak berpikir panjang Beby menjabat tangan wanita itu. "Aku Beby," kata Beby.


"Aku tahu ..." Wanita itu kembali tersenyum memperlihatkan giginya.


"Yasudah ... kalau gitu aku masuk duluan," kata Beby.


Beby menggaruk tengkuk lehernya, karena bingung. Sebenarnya apa yang diinginkan wanita itu. Kenapa dia tiba-tiba datang dan menyapa nya.


"Tunggu!"

__ADS_1


Beby menoleh kembali.


"Kita masuk bareng yuk!" ajak Nina.


Beby memperhatikan sekelilingnya, semua orang menatap ke arah nya. "Beby, apa yang sedang kamu pikirkan? Ingat, kamu bukan Beby yang dulu lagi, yang sombong, dingin, terlalu mengumbar kekayaan, bahkan memilih teman untuk bicara," batin Beby.


Huft!


Beby menghela nafas pelan. Lalu dia tersenyum. "Baiklah," kata Beby.


Nina semakin tersenyum karena bisa masuk kelas bersama Beby. Cewek populer di kampusnya. Nina tidak memperdulikan masalah keluarga Beby. Karena dia pikir itu bukan urusan nya.


Beby dan Nina berjalan bersamaan menuju kelas pagi mereka. Tapi, saat melewati lorong menuju parkiran. Mereka tidak sengaja bertemu Melanie dan juga Dewa yang sedang bermesraan duduk di salah satu bangku.


Beby menarik nafas dan memutar bola matanya malas. Dia tidak menghiraukan kedua orang brengsek itu. Dia terus saja menatap arah depan, tidak perduli.


Langkah Beby terhenti. "Jalang kok teriak jalang ... ckckck."


Beby tersenyum miring. Melanie mendengus dan langsung berdiri di hadapan Beby. Hendak menampar wajah Beby, tapi langsung di tangkap tangan nya oleh Nina.


"Ieuggh ... lepaskan tangan mu dariku!" pekik Melanie.


Melanie mengeluarkan tisu basah lalu mengelap bagian tangan nya yang disentuh oleh Nina. Beby mengerutkan dahi, lalu menarik Nina menjauh dari Melanie.


"Awas, Nina. Hati-hati, kamu bisa ketularan kotor nya ... ckckck," kata Beby.


Beby dan Nina tertawa menyindir. Melanie mendengus kesal, dia maju selangkah ingin menampar Beby kembali. Namun tangan nya terhenti, ketika suasana menjadi gaduh. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi berkumpul di depan kampus, ada juga yang berlari keluar kelas mereka, dari kantin, bahkan dari mana saja. Tidak mau terlewatkan momen tersebut.

__ADS_1


Beby, Nina, Melanie, dan Dewa tertegun bersamaan. Melihat semua orang nampak begitu antusias. Dewa menarik tas seorang wanita yang berlari berdua sama teman nya ke arah depan kampus.


"Ada apa disana?" tanya Dewa.


"Ada Si Crazy Rich..." jawab wanita itu kegirangan.


Wanita itu pun kembali menarik teman nya berlari ke depan kampus. Dewa mengerinyit menatap kepergian wanita-wanita yang kegirangan itu.


Sedangkan Beby tidak perduli. Beby tidak pernah mau tau tentang Crazy Rich kampus nya, yang selalu menjadi bahan pembicaraan hangat semua orang.


"By ... ayo kita lihat kesana!" ajak Nina.


Nina menggandeng tangan Beby menarik nya ke depan kampus. Namun Beby menolak, dia melepaskan tangan Nina dari lengan nya.


"Kamu ini apa-apaan sih, aku tidak mau! Gak penting tau!" decak Beby kesal.


Nina terdiam dia merasa tidak enak pada Beby. "Maaf,By," lirih Nina.


"Tidak apa-apa, ayo ke kelas!" ajak Beby.


"Baiklah," sahut Nina lemas.


Namun tiba-tiba saja, suara gaduh itu semakin dekat. Terdengar suara langkah kaki yang melewati lorong yang sama tempat Beby berada.


"Beby, lihat dia lewat sini!" decak Nina sambil melihat ke arah belakang.


Beby mengerinyit dan menoleh ke arah belakang. "Agil," lirih Beby.

__ADS_1


Beby mengucek matanya, lalu mencoba menjernihkan pandangan nya. Apa dia tidak salah lihat. Agil dan Daniel tengah berjalan memasuki lorong.


__ADS_2