
“Ayah tidak mau tahu, Freeya kamu harus menuruti perintah ayah... kamu akan menikahi Dion Handoko titik!!!”
Freeya menatap tajam sang ayah, dengan nafas yang memburu, dia tidak kuat untuk menahan amarahnya. Ia pun beranjak dan berdiri dihadapan sang ayah.
“Kenapa? Apa kamu mau marah dan meneriaki ayah lagi? Dasar anak durhaka!” Sang ayah ikut berdiri dengan tegas.
“Ayah! Aku tidak-”
Kata-kata nya terhenti saat Daniel meraih tangan nya dan ikut berdiri di sampingnya. Dia menatap Daniel yang menggelengkan kepalanya. Lalu menatap Tuan Arsyad dengan tatapan santai dan terkesan sedikit dingin.
“Kamu tidak perlu ikut campur, orang luar!” bentak Tuan Arsyad.
“Heh,” Daniel terkekeh pelan sambil menyulutkan senyuman tipisnya. “Siapa bilang aku orang luar?”
“Aku tidak tahu seberapa banyak laki-laki brengsek itu memberikan mu uang, hingga kamu mati-matian memaksa anak mu sendiri menikahinya... tapi aku bisa memberikan dua kali lipat dari apa yang dia berikan padamu...”
“Daniel...” Freeya menatap tak percaya lelaki yang sedang berbicara lantang ke ayahnya.
“Percaya padaku,” ucap Daniel pelan untuk meyakinkan Freeya percaya padanya. Wanita itu pun mengangguk dengan tatapan cemasnya.
Sesekali ia juga menatap tangan nya yang di genggam erat oleh tangan dingin lelaki itu. Lagi-lagi itu membuat dadanya bergemuruh. Freeya tidak mengerti mengapa ia selalu merasa seperti itu terhadap perlakuan Daniel padanya.
“KAMU!” bentak Tuan Arsyad kembali. Dia begitu geram dengan sikap Daniel dan tatapan nya itu.
Tap tap tap.
__ADS_1
Suara langkah kaki yang menuruni anak tangga. Terdengar anggun dengan sepatu hak tinggi wanita. Dengan tubuh molek yang dibalut dress ketat berwarna merah di atas lutut. Seorang wanita tersenyum melihat kearah Tuan Arsyad.
“Sayang, ada apa sih ribut-ribut? Kita jadi berlibur kan hari ini?” Suaranya yang dibuat se-sensual mungkin, terdengar menggelitik telinga Freeya, mereka menoleh bersamaan ke arah wanita tersebut. Dia tengah berdiri dianak tangga terakhir dengan tersenyum.
Freeya mengernyit kan dahinya, lalu berpaling menatap skeptis sang ayah. “Siapa dia? Sayang? Hah? Ayah apa aku tidak salah mendengar apa yang wanita itu katakan?”
“Apa maksudmu?” tanya Tuan Arsyad dengan percaya diri walaupun di wajahnya terlihat ada rasa tidak nyaman dengan tatapan Freeya.
Disaat Freeya dan Tuan Arsyad dalam ketegangan. Begitu juga Daniel dan wanita yang memakai dress merah itu, yang saling menatap.
“Sialan! Untuk apa wanita itu ada disini? Ada hubungan apa dia dengan, Tuan Arsyad?”
Ada yang salah menurutnya. Karena wanita seksi yang mengenakan dress tersebut adalah mantan kakak iparnya. Tante dari kedua anak-anaknya. Wanita yang berusia 47 tahun itu, seperti rubah yang bermulut pedas.
Dia langsung memeluk Freeya dengan erat, tanpa meminta izin sebelumnya. Freeya yang merasa risih langsung melepaskan pelukan wanita itu.
“Kamu siapa?” tanya Freeya dingin.
“Aku?” Wanita itu menunjuk dadanya sambil tersenyum, kemudian dia menjulurkan tangannya. “Kenalkan aku Mirna, dan sebentar lagi aku akan menjadi istri ayahmu.”
Apa!
Seperti sesuatu yang tajam menusuk telinganya. Freeya benar-benar terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Matanya memandang dari atas hingga kebawah wanita yang berdiri disebelah sang ayah, sambil bergelayut manja.
“Ayah? Aku tidak pernah tau bahwa ayah memiliki wanita yang umurnya bahkan 10 tahun lebih muda dari umur ayah?” sinis Freeya menatap tidak suka wanita tersebut.
__ADS_1
“Kenapa? Apa hanya ibumu yang boleh menikah lagi? Dan ayah tidak boleh?” sahut Tuan Arsyad tidak terima.
“Bukan begitu, ayah... tapi ingat sekarang ayah sudah umur berapa? dan kenapa harus dengan wanita ini, apa ayah yakin dia tidak hanya menginginkan harta ayah saja?”
PLAK!
Satu tamparan mendarat di pipi kanan Freeya, dengan sangat kuat. Hingga membuatnya meringis memegangi bekas memar akibat tamparan itu.
Daniel yang melihat masih diam mengepalkan tangan nya menahan amarah yang sudah berkobar dalam dirinya.
“Memangnya kenapa denganku? Dasar anak tidak tahu diri! Ayahmu saja tidak pernah bicara seperti itu padaku! Tapi kamu berani bicara seperti itu!” berang wanita itu menatap tajam Freeya yang habis dia tampar.
Freeya berbalik menatap sang ayah dengan mata yang berair. Namun giginya bergemeletuk, tanda bahwa dia sangat marah.
Cuihh!
“Kamu tidak lebih hanya wanita murahan! Aku pernah melihatmu di sebuah club malam, bercumbu liar dengan beberapa pria! Sangat menjijikan!” ucap Freeya tersenyum tipis dan menatap penuh hina wanita itu.
“FREEYA!!!!”
Tuan Arsyad sangat marah dengan perkataan Freeya. Dia pun mengangkat tangan nya hendak menampar Freeya. Namun dengan cepat tangan nya ditahan oleh Daniel.
“Jangan pernah kalian menyakiti Freeya lagi, atau kalian akan menanggung akibatnya!” ucap Daniel dengan tatapan mengerikan. Lalu dia menghempaskan tangan Tuan Arsyad dengan kasar.
To be Continued....
__ADS_1