Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 55.


__ADS_3

Nina menelan salivanya, karena tatapan Agil seperti sedang memprovokasi dirinya. "A-aku ... hmm, baiklah aku tidak masalah. Aku akan menghubungi orang tuaku nanti," jawab Nina tergagap.


"Great! Tidak ada halangan lagi, malam ini kalian berdua akan menginap di Mansion ku!" kata Agil mengangguk dan memfokuskan pandangan nya ke depan.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di Mansion mewah pinggir pantai milik Agil. "Turun lah," perintah Agil.



Ketiganya turun dari mobil bersamaan. Agil menggandeng Beby masuk ke dalam mansion nya. Sedangkan Nina, masih tak berkutik dari tempatnya. Dia berdecak kagum melihat betapa mewah dan indahnya tempat itu. Sesungguhnya, Nina adalah anak dari keluarga sederhana. Karena kepintaran nya, Nina mendapat Beasiswa untuk kuliah di kampus ternama mereka. Karena itu dia begitu bersyukur, terlebih bisa dekat dengan Beby bunga kampus mereka.


Saat Agil dan Beby sudah masuk ke dalam Mansion, Nina masih sibuk memperhatikan sekeliling. Dia menuju halaman belakang Mansion, yang memiliki hamparan rumput hijau dan pagar kaca menghadap kelaut. Menikmati indahnya deruan ombak dan angin laut yang sepoi-sepoi.


Sedangkan disisi lain. Seorang pria berpakaian formal dengan jas berwarna merah maroon. Baru saja memarkirkan mobil sport yang dia kendarai di sebelah mobil Agil terparkir. Dialah Bagas.


"Huh, dasar bos yang sangat merepotkan! Kenapa dia tidak mengendarai mobil nya sendiri? Lalu memintaku untuk membelikan bahan makanan seperti ini? Apa dia kira aku ini pelayan rumah, ini bukan pekerjaan ku!" gerutu Bagas. Seraya dia keluar dari mobil sambil membawa sekantong belanjaan di tangan nya.

__ADS_1


Saat hendak masuk ke dalam. Langkah Bagas terhenti, dia menoleh ke halaman belakang. Di sana ada wanita asing yang tengah menikmati pemandangan.


Dahi Bagas mengkerut. "Siapa wanita itu?"


Dia berpikir sejenak, lalu geleng-geleng kepala. "Jangan-jangan di salah satu wanita yang di bawa Agil? Dasar aneh, apa dia sudah bosan dengan Beby ... lalu sekarang bermain dengan wanita culun seperti itu?" Bagas terkekeh. Ia pun berjalan mendekati wanita itu. Dia menitipkan kantong belanjaan nya kepada anak buah Agil yang berdiri di depan pintu masuk.


"Ehhmm." Bagas berdehem.


Nina tersentak, dia langsung menoleh kearah sumber suara. Keduanya saling menatap. Nina mengerutkan dahinya. "Kamu siapa?" tanya Nina penasaran.


Bagas diam tak menjawab, dia menatap Nina dengan begitu lekat. Dia tidak berkedip sama sekali, seperti sedang melihat seseorang yang sudah lama tidak dia temui.


Bagas tersentak kaget, dan langsung mengalihkan pandangan nya dari Nina. "Siapa dia?" tanya nya kepada Agil.


"Dia teman nya Beby, apa kamu mengenalnya?" tanya Agil balik.

__ADS_1


"Tidak ... aku tidak mengenalnya!" Bagas langsung pergi masuk ke dalam mansion.


Agil dan Nina menatap heran kepergian Bagas. Terlebih Agil yang sangat tahu bagaimana sifat sahabat-sahabat nya. Bagas terlihat sangat aneh, pasti ada sesuatu yang dia rasakan.


"Nin, Beby memanggil mu di dalam!" kata Agil.


Nina mengangguk dan langsung masuk ke dalam. Menemui Beby yang tengah duduk di depan tv. Nina menoleh ke sana kemari, mencari sosok pria aneh yang baru dia lihat tadi. Entah kenapa matanya seakan begitu mengenali pria itu. Tapi kenyataan nya dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan pria itu, ini baru pertama kalinya mereka bertemu.


"Hei, Nin kamu baik-baik saja?" tanya Beby.


"Aku baik-baik saja, By," jawab Nina.


Sedangkan di dalam kamar mandi. Bagas membasuh wajahnya dengan kasar. Hidungnya memerah, terlihat jelas dia sedang menahan kesedihan nya.


"Kenapa wanita itu memiliki mata yang sama denganmu, Naina? Sebenarnya kau menghilang kemana? Sudah hampir lima tahun, kamu tidak pernah mengabari ku!" gumam Bagas.

__ADS_1


TBC.


...🌺Jangan lupa like dan komentar.🌺...


__ADS_2