Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
SEASON 2 : 16. Superhero sang penyelamat.


__ADS_3

Daniel yang malam itu tengah berada di dalam ruang kerjanya. Merasa sangat marah karena tidak mendapati Ratu di rumah. Gadis kecil itu pergi menggunakan taksi, kata salah satu pelayan yang tidak sempat mengejarnya.


“Sial! Kemana dia pergi malam-malam begini?”


Asisten Dion pun datang dengan tergesa-gesa. “Maaf, Tuan. Saya mendapat kabar bahwa sejam yang lalu Nona Ratu ada disebuah kafetaria di daerah ini...”


“Kafetaria? Mau apa dia kesana?”


“Nona Ratu bertemu dengan Dokter Freeya dari rumah sakit Husada, tempat Tuan Muda Kaisar dirawat...”


Mendengar nama Freeya disebut. Daniel langsung menghela nafas dan mengusap wajahnya. “Siapkan mobil, cepat.”


“Baik, Tuan.”


Daniel mengambil ponsel di dalam saku celana. Kemudian dengan cepat menghubungi nomor telepon Ratu. Setelah beberapa kali berdering akhirnya tersambung.


“Kamu dimana sekarang?” Dengan suara keras dan menggema di ruangan itu. Menandakan bahwa Daniel sedang marah.


Namun, seketika raut wajah marahnya berubah. Matanya membulat dan tangan nya meremas kuat ponsel yang dia pegang. Segera dia berlari keluar ruangan dan masuk ke dalam mobil yang disiapkan oleh sang asisten.


“Ke jalan anggrek, cepat!”


“Baik, Tuan.”


Mobil melaju dengan cepat menuju tempat yang Daniel sebutkan. Di sepanjang jalan dia tidak berhenti berharap agar Ratu baik-baik saja. Karena sebelumnya saat di telepon, suara Ratu begitu ketakutan, Daniel yakin sesuatu yang buruk terjadi.


“Tuan, itu mobil Dokter Freeya,” ucap Asisten Dion.

__ADS_1


Daniel tersentak dan menatap ke arah depan. Di sana terlihat Freeya yang mencoba melawan empat pria kekar. Entah kenapa dadanya semakin panas, melihat pria-pria itu mencoba menarik paksa Freeya. Seperti setan yang ada di dalam tubuhnya, ingin melompat keluar, membantai para pria-pria itu.


Saat mobil berhenti disebelah mobil Freeya. Tidak menunggu lama Daniel langsung keluar. Dia berlari ke arah mobilnya Freeya yang terparkir tidak beraturan di tengah jalanan sepi itu.


Menatap Ratu yang ketakutan di dalam mobil tersebut. Mata indah anak perempuannya itu, sampai mengeluarkan air mata, karena rasa takut yang begitu hebat.


“Ayah...” lirih Ratu dari kejauhan.


Daniel mengangguk dan mencoba membuat Ratu tenang. “Semua akan baik-baik saja...”


“Awwh...”


Daniel melihat ke arah Freeya yang meringis kesakitan. Saat salah seorang pria mendorongnya dan jatuh ke tanah. Daniel segera berlari menghampirinya dan membantunya untuk berdiri.


“Kamu...”


Freeya sangat terkejut melihat Daniel yang tiba-tiba muncul. Dadanya berdegup sangat kencang, saling bertatapan dengan Daniel.


“Kamu mau apa?”


Daniel maju dan berdiri dengan gagahnya di depan Freeya. Keempat pria kekar tersebut tertawa. “Jangan ikut campur, kami hanya menginginkan wanita itu!”


“Berani-beraninya kalian menginginkan sesuatu yang bukan milik kalian!” bentak Daniel seraya memukul salah satu pria yang berdiri di depan nya.


Kemudian disusul Asisten Dion yang menghajar dua pria lain nya. Terjadilah perkelahian yang sengit. Daniel terlihat begitu hebat melawan pria-pria tersebut. Dia menghindar dengan cepat dan memukul dengan keras.


“Katakan sekali lagi kalau kalian menginginkan wanita-ku ... aku pasti akan membuat tangan dan kaki kalian patah!” ucap Daniel dengan gigi yang bergemeletuk. Sambil memukul dan menendang pria yang sudah terjatuh tidak berdaya di tanah.

__ADS_1


“Tuan, sudah Tuan...” Asisten Dion mencoba menarik Daniel mundur. Namun tetap saja, Daniel masih belum puas membuat para pria itu jera.


Para pria itu pun berhasil kabur bersama dengan mobil mereka. Daniel mendengus kesal, berkacak pinggang menatap kepergian mobil tersebut. Kemudian beralih menatap Asisten Dion dengan tajam.


Asisten Dion yang ditatap tajam oleh Daniel. Hanya bisa menunduk, dia mengakui kesalahan nya yang sudah membuat para pria itu kabur.


“Maafkan saya, Tuan...”


“Shit!!! Aku tidak mau tahu, kamu harus mencari tahu siapa-siapa orang itu! Jika dua hari ke depan kamu masih belum menemukan apa-apa ... Dion, kamu tahukan apa hukuman mu!”


“I-iya, Tuan. Saya tahu...”


“Bawa pulang mobil...”


Daniel memerintahkan Asisten Dion untuk mencari tahu siapa-siapa pria-pria tadi. Dan dia juga memerintahkan Asisten Dion membawa mobilnya pulang.


Sedangkan disisi lain. Freeya nampak tertegun dengan apa yang dia lihat barusan. Saat Daniel mengalahkan pria-pria tadi. Dia seperti seorang superhero sang penyelamat.


“Kamu-”


Dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Sedangkan Daniel menatap wanita di depan nya itu dari atas sampai bawah. Dia geleng-geleng kepala. Dan langsung menggendong wanita itu secara tiba-tiba. Membuatnya tersentak kaget, sontak menggeliat tidak terima.


“Hey, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!”


“Berisik!”

__ADS_1


Daniel membuka pintu mobil Freeya bagian belakang. Lalu memasukan wanita itu dengan paksa kedalam nya. “Kalian berdua, berhutang penjelasan padaku!”


To be continued...


__ADS_2