Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 38.


__ADS_3

"Ayah, apa yang terjadi?" tanya Beby dengan begitu lirih. Ketika dia di hadapkan dengan sang ayah. Mereka hanya diberikan waktu sepuluh menit untuk bicara.


Dengan di batasi meja kayu, Beby menatap miris sang ayah yang tengah mengenakan setelan khas. Wajah nya yang lesu dan rambut yang acak-acakan, tidak pernah sebelumnya dia melihat sang ayah se-kacau ini.


"Mau apa kau kemari?" jawab sang ayah ketus. Membuat dada Beby seakan terhenyak, betapa sakitnya.


"A--aku, aku sangat mengkhawatirkan ayah," lirih Beby. Matanya mengerjap dengan cepat beberapa kali, berusaha menahan agar air matanya tidak keluar.


"Pergilah, jangan buang waktumu untuk mengkhawatirkan mu! Aku sudah bukan ayahmu lagi, aku dan ibumu sudah bercerai!" tegas ayahnya.


"Ayah, kenapa kau berkata seperti itu? Tidak ada yang namanya mantan anak, selamanya kau akan tetap menjadi ayahku!" Tanpa sadar nada suara Beby tinggi. Membuat raut wajah ayahnya berubah, amarah berapi disana.


"Kau, berani sekali membentak ku! Pergi sana, aku bukan ayahmu!" tegas ayahnya lagi. Membuat bibir Beby bergetar ingin menyahut.


"Pergi, kau bukan anak ku Beby, bukan karena aku dan ibumu pisah! Tapi karena kau memang bukan anak kandungku, saat kami menikah kau sudah berumur satu tahun!"


Deg deg deg....duar!

__ADS_1


Seperti tersambar petir disiang bolong. Beby terhentak memegangi dadanya. Mendengar perkataan sang ayah yang tidak bisa di terima oleh telinganya. Beby menggelengkan kepalanya dengan air mata yang berderaian. Dia menatap sang ayah, yang malah memalingkan wajah darinya.


"Tidak mungkin..." lirihnya.


"Itu benar, kau bukan anak kandung ku! Karena itu pergi dari sini, jangan buang waktumu untuk mengkhawatirkan orang yang tidak punya hubungan darah dengan mu!"


"Tapi ayah..."


"Berhenti memanggil ku ayah!"


Mulut Beby terkatup rapat. Dia takut untuk memanggil ayah nya dengan sebutan ayah lagi. Melihat betapa tidak sukanya tatapan sang ayah kepadanya.


Ayah nya menatapnya tajam. "Benar, aku tidak perduli apapun tentang mu! Karena kau bukan anak ku, jadi pergi sekarang juga dari sini!"


"Baik aku akan pergi!"


Beby berdiri dan langsung pergi. Dengan air mata yang terus menetes dia keluar dari kantor polisi itu. Berjalan dengan langkah gontai, ia meringsut memegangi dinding bercat putih.

__ADS_1


"Hiks hiks, bunda...Beby sudah tidak sanggup lagi, kenapa cobaan selalu datang! Hiks hiks," ucapnya memegangi dada yang terasa sesak.


Namun tiba-tiba saja dia ditarik oleh seorang pria berjas hitam dengan rambut yang disisir rapi. Sontak Beby langsung memberontak, mencoba melepaskan tangan pria tersebut yang menariknya.


"Lepaskan aku! Kau siapa? Lancang sekali padaku!" teriak Beby.


"Nona, tolong tenang sedikit! Saya hanya menerima perintah saja dari Tuan," ucap pria itu dengan susah payah karena tenaga Beby yang sedikit kuat memberontak.


"Tuan siapa? Gila kali yah, aku gak kenal tuan tuan-nan! Lepaskan aku!" Beby terus berteriak.


Dia di paksa untuk masuk ke dalam sebuah mobil. Dan saat sudah berada di dalam mobil. Dia terkejut melihat Agil yang meraih tubuhnya untuk duduk dengan tenang. Sedangkan pria tadi langsung menutup pintu mobil dan masuk dibalik kemudi.


"Agil!" Beby mengerutkan dahinya. "Lepaskan tangan ku!" Dia menepis tangan Agil kesal.


"Maaf," lirih Agil.


"Tangan ku sakit tau!! Kau itu apa-apaan sih, nyuruh orang buat tarik-tarik aku masuk kesini! Kan bisa ngomong biar aku tahu, gak usah kaya gini caranya! Aku gak suka!" gerutu Beby sambil memijit-mijit lengan nya yang memerah.

__ADS_1


...🌺Jangan lupa like dan komentar 🌺...


__ADS_2