Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 26.


__ADS_3

Setelah wanita tadi melepaskan selang infus dari tangan Beby. Ia pun segera pergi. Mata Beby berkeliling, memandangi keseluruhan tempat ini. Sedikit kagum dengan kemewahan nya, apalagi saat melihat para pelayan yang melayani nya dengan baik.


"Ini rumah mu?" tanya Beby dengan menatap lekat wajah Daniel.


Daniel mengangguk dan tersenyum. "Ini apartemen ku," jawab nya.


"Oh," sahut Beby singkat dengan kembali menatap sekeliling.


Tidak sengaja mata nya menangkap sebuah keanehan. Karena ada tiga porsi makan siang yang disuguhkan oleh pelayan. Untuk siapa? Batin Beby bertanya-tanya.


"Apa kamu sedang menunggu seseorang?" Akhirnya Beby pun bertanya, karena rasa penasaran menyelimuti nya.


"Oh, ini untuk sahabatku! Aku sengaja mengundangnya makan siang disini, kamu tidak keberatan bukan?"


"Tidak, aku tidak keberatan kok! Aku hanya terkejut saja, ternyata kau memiliki sahabat yang cukup dekat, bahkan mengundangnya makan siang di apartemen mu!"


"Hahaha, biasa kali, By! Sama hal nya kamu dengan Melanie, yang bersahabat sejak SMA! Aku dan dia juga bersahabat sejak SMA," tutur Daniel.

__ADS_1


Seketika perasaan Beby langsung tidak enak. Saat mendengar nama Melanie, bahkan kata persahabatan yang diucapkan Daniel.


Persetan dengan Melanie, semua persahabatan kami hanyalah palsu! Dia tidak pernah benar-benar menganggap ku sebagai sahabatnya! Gumam Beby dalam hati.


"By, kamu baik-baik saja?"


Beby terkejut ketika Daniel memegang tangan nya, dengan cepat Beby langsung menarik tangannya itu. Karena merasa sedikit risih, disentuh oleh orang lain.


"Aku baik-baik saja kok!" Beby memaksakan senyuman sambil menggaruk-garuk tengkuk leher nya. Agar Daniel berhenti bertanya.


"Oh iya, kamu juga pernah bertemu dengan nya. Saat aku mengantarmu ke Bank waktu itu!"


"Pria yang waktu itu ada dimobil mu?" tanya Beby dengan suara tertahan. Saliva nya sangat susah untuk di telan, dan Beby menyibak rambut nya kebelakang.


"Benar, bukan kah aku sudah memperkenalkan nya padamu. Namanya Agil," ucap Daniel, Beby pun langsung melemas.


Apa-apaan ini? Kenapa dia selalu saja di pertemukan dengan Agil secara kebetulan seperti ini. Beby tidak ingin bertemu dengan Agil, apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


Entah kenapa, Beby merasa tidak seharusnya Agil melihatnya bersama Daniel. Apalagi sejak kejadian dua hari lalu di mansion, Agil meminta Beby menghubunginya. Tapi Beby sama sekali tidak melakukan nya.


"By, kamu beneran baik-baik saja? Jika kepalamu masih sakit, aku akan memanggil dokter kembali, untuk memeriksa mu?" tanya Daniel, raut wajah nya terlihat panik. Ketika melihat Beby kembali memijit kening nya.


Daniel beranjak dan mendekati Beby, lalu memegangi kedua pundak Beby. Perhatian Daniel, membuat Beby sedikit tidak nyaman. Tapi itu tidak penting. Karena yang terpenting sekarang, Beby harus mencari cara agar tidak bertemu Agil kali ini.


Namun, tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka. Bersamaan dengan suara seorang pria yang menyapa Daniel.


"Hai, bro! Sorry, aku tadi masih banyak kerjaan di kantor!"


Agil berdiri diambang pintu yang menghubungkan ruang tempat dia berasal dan tempat Bebt dan Daniel berada. Bebt dan Daniel, sontak bersamaan menatap ke arah sumber suara.


Saat Agil menunduk memasukan ponselnya ke dalam saku. Lalu mengangkat wajahnya ke arah mereka berdua. Mata Beby membulat dan dia menelan saliva. Mata Beby dan Agil saling menyatu, menatap satu sama lain.


Entah apa yang sedang Agil pikirkan tentang Beby. Melihatnyq berada di apartemen seorang pria. Bodoh sekali, Beby merasa aneh dengan dirinya sendiri. Kenapa Beby harus memikirkan bagaimana pemikiran Agil tentang dirinya. Aku hanya tidak ingin, dia menganggap ku terlalu gampang berada ditempat seorang pria.


"Hai, Bro! Kenalin ini Beby, dan Beby ini Agil!" ucap Daniel.

__ADS_1


Beby tersentak kaget dan langsung tersenyum sumbang pada Agil. Lalu menundukkan pandangan nya dari Agil. Karena Beby bisa merasakan tatapan nlAgil yang berubah dingin padanya.


Ya tuhan, tidak bisa kah kau membuat hidup ku tenang? gumam Beby dalam hati.


__ADS_2