
Di perjalanan menuju kampus. Agil dan Beby di antar oleh supir pribadinya. Karena jika dia hendak pergi ke kantor, Agil selalu menggunakan mobil formal dan seorang supir pribadi.
Beby hanya diam menatap keluar jendela. Agil yang melihatnya langsung meraih tangan Beby dan menggenggam nya. Membuat Beby yang merasakan nya langsung menoleh.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Agil.
"Hmm, tidak ada," jawab Beby. Ia berusaha tersenyum walaupun sangat jelas jika senyuman itu terpaksa.
"Pembohong!" Agil memalingkan wajahnya. " Aku tahu kau pasti sedang memikirkan Daniel!"
"Aku hanya tidak ingin jika orang-orang menilai ku jelek, apalagi Daniel yang selalu baik padaku," lirih Beby yang kembali menatap keluar jendela.
"Aku juga baik kepadamu, tapi kau selalu menampakan kejelekan mu padaku!" ucap Agil, yang langsung disambut wajah cemberut Beby.
"Kejelekan apa maksudmu?" Beby mengerutkan dahinya dan menatap Agil tajam.
"Yah, seperti sekarang! Jika kau sedih atau pun marah! Kau kira kau terlihat cantik? Tidak, kau terlihat sangat jelek sekarang ini, keriput diwajah mu semakin nampak!"
Beby mengepalkan tangan nya dan bibirnya bergetar hendak menyahut. Namun ditahan nya dengan menggigit bibir bawah. Tapi tangan nya yang bergerak dan langsung mencubit perut Agil kuat.
"Awwh, sakit!" ringis Agil menggeliat. "Iya-iya ampun, Beby!"
"Kau pantas mendapatkan nya, bisa-bisanya kau mengatai ku jelek! Kau tidak lihat apa betapa cantiknya aku sekarang ini! Keriput? Yang benar saja? Agil kau benar-benar yah, aku sangat ingin mencincang-cincang daging mu saat ini!" gerutu Beby sembari terus mencubit Agil berkali-kali.
"Iya-iya aku minta maaf! Berhentilah, aku janji tidak akan berkata seperti itu lagi!"
__ADS_1
Beby menghentikan tangan nya. "Janji!" ucapnya.
"Iya aku janji!" sahut Agil.
"Yasudah, kali ini aku akan memaafkan mu! Tapi jika lain kali kau berkata seperti itu lagi! Sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi!" ancam Beby, melipat tangan nya di depan dada. Agil pun mengangguk.
"Pak, kita sudah sampai!" ucap sang supir, membuat perkelahian kedua orang itu terhenti. Mereka tidak sadar jika sudah sampai di kampus.
Beby menatap kedepan sana, pintu gerbang kampusnya. Lalu ia menatap Agil. "Aku pergi dulu, sampai nanti!" ucapnya tersenyum.
"Sampai nanti, Beby! Hubungi aku jika terjadi sesuatu!" ucap Agil. Raut wajahnya seakan enggan untuk berpisah dengan Beby saat ini.
Beby pun mengangguk dan langsung membuka pintu mobil. Keluar dan berjalan menuju pintu gerbang. Sebelum masuk ke dalam area kampus, ia kembali menoleh. Lalu melambaikan tangan nya saat mobil Agil berlalu pergi.
Bukan tatapan biasa yang dilayangkan setiap orang padanya. Tapi kali ini, seakan mereka sedang menggunjing kan sesuatu tentang nya.
"Cih, lihatlah sayang ada Sugar Baby nya om-om girang!" cibir seorang wanita yang kini berdiri di depan Beby, sambil bergelayut manja di lengan seorang pria. Mereka berdua tak lain adalah Melanie dan Dewa. Dua orang biadab yang membuat Beby merasa muak.
Beby pun memutar bola matanya malas, lalu hendak berlalu meninggalkan kedua orang itu. Namun langkah nya di jegat, membuatnya mendengus kesal.
"Kalian mau apa sih? Aku malas yah, berdebat dengan para pengkhianat seperti kalian!" decak Beby kesal.
"Cih, lagi pula siapa juga yang mau berdebat dengan mu! Sugar baby om-om girang!" cibir Melanie kembali. Lalu ia tertawa menghina bersama dengan Dewa.
"Kau!" Beby geram dan sedikit tersulut emosi. Tangan nya melayang begitu saja hendak menampar wajah Melanie, namun langsung di tangkap oleh Dewa.
__ADS_1
Beby menatap tajam Dewa, bahkan tatapan nya itu seperti ikut mengutuk betapa bajing*n nya sosok Dewa. "Lepaskan tangan ku dari tangan kotor mu itu!" ucapnya.
"Beby, jika sekali lagi kau mau menyakiti Melanie! Aku tidak akan segan untuk--"
"Untuk apa?" sergah Beby dengan cepat. "Kau pikir aku takut? Tidak sama sekali!" lanjutnya.
Ia pun mendorong kuat tubuh Melanie yang menghalangi jalan nya. Merasa tidak penting berlama-lama bicara dengan orang-orang tersebut.
"Hahaha, kau tidak takut karena kau memiliki om-om girang itu kan! Kurasa kau sudah sedikit keterlaluan, Beby!" ucap Dewa.
Beby menghentikan langkah nya dan langsung menoleh. "Keterlaluan? Apa maksudmu?" tanya nya.
"Jelas bukan! Bahkan saat ini kau terlalu sibuk hingga tidak mengetahui jika ayahmu ditahan!" jawab Dewa.
"Apa? Ayahku? Berhenti bercanda dan membawa-bawa orang tuaku!"
"Aku tidak bercanda, Beby! Kau lihat saja sendiri beritanya." Dewa memberikan ponselnya kepada Beby.
Seketika mata Beby melebar, tidak percaya dengan apa yang dia lihat. "Tidak mungkin!" lirihnya sambil geleng-geleng kepala.
"Itu benar, Beby! Kau tidak salah lihat!" cibir Melanie kembali. Beby menatap Melanie tajam, pelupuk matanya menahan kuat air mata yang hendak menetes. Dia pun langsung berlari menuju kelas yang akan dia hadiri.
...🌺Jangan lupa like dan vote nya yah🌺...
Note : Oh iya, author pengen kasih tahu jika Author ini cewek yah bukan cowok😁, masalah gender nya cowok karena udah gak bisa diganti lagi😅🙏🏻
__ADS_1