
SHIIITTTT!
Beby memutar bola matanya malas, melihat mobil yang dia kenali berhenti tepat di depan matanya. Pria menjengkelkan itu keluar dari mobilnya dengan buru-buru. Menghampiri Beby, dan langsung menarik nya dengan paksa.
"Awwh! Lepaskan aku! Lepaskan aku, dasar brengsek!" maki Beby sambil memberontak memukul-mukul tangan nya, yang mencengkram kuat lengan Beby.
"Masuk! Jangan membantah!" titah nya dengan keras. Dia pun berhasil memaksa Beby masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil Beby melipat tangan di dadadan duduk menghadap keluar jendela. Tidak sudi menatap wajahnya. Tentu saja Agil, siapa lagi pria yang menjengkelkan semasa hidup Beby, hanya Agil pria menjengkelkan yang dia temui.
"Lihat aku!" perintah Agil.
"Brengsek!" desis Beby pelan. Tanpa menatap wajah Agil.
"Aku bilang lihat aku!!" Agil membentak dan langsung meraih dagu Beby, menarik paksa agar menatap wajahnya.
"Sakit! Apa kamu mau menyiksa ku? Lepaskan!" decak Beby menepis tangan Agil dengan kasar.
"Apa belum puas kamu tadi sudah mengata-ngatai ku? Kamu memang brengsek!" tukas Beby kembali. Biarkan Agil merasa terhina dengan kata-kata nya. Itu lebih bagus.
"Sial!" Agil memukul setir kemudi dengan kasar, lalu menyibak rambutnya kebelakang dan mendesah frustasi. Beby semakin tak mengerti, sebenarnya Agil itu mau nya apa.
__ADS_1
"Aku mau keluar, disini rasanya sangat gerah dan membuat nafasku sesak! Bersama pria menjengkelkan sepertimu, yang sudah mengatai ku!" decak Beby kembali.
"Oh, ayolah! Jangan seperti ini, Beby!" ucap Agil.
"Jangan seperti ini apanya? Kamu lupa yah, tadi kamu sudah mengatai ku apa? Simpati? Hahaha, apa kmau merasa simpati padaku?"
"Aku ... bukan seperti itu maksudku!"
"Jadi apa? Aku benar-benar gak percaya yah, ternyata kamu orang nya seperti ini!"
"Aku minta maaf!" Agil meraih tangan Beby dan langsung ditepis.
"Lagi pula ini semua salahmu!"
"Asal kamu tahu, dua hari aku menunggu kabar darimu! Ku kira kamu tidak mau bertemu dengan ku lagi, padahal aku sudah meninggalkan kontak untuk kamu hubungi! Tapi apa? Aku malah menemukan mu berada di apartemen Daniel!"
"Terus kenapa kmau marah? Lagi pula, itu keputusan ku, mau aku dimana dan dengan siapa, itu bukan urusan mu!"
"Aku tidak tahu, aku hanya merasa kesal saja melihatmu bersama Daniel!" Kata-kata Ahil begitu lirih dan pelan. Beby melihat Agil memalingkan wajahnya.
"Kamu sungguh tidak jelas! Aku malas bicara dengan mu!" kata Beby memalingkan wajah karena masih begitu kesal.
__ADS_1
"Baiklah, maafkan aku!" Agil memaksa untuk memegang tangan Beby. Kata-kata nya juga pelan dan melembut.
"Aku tidak seharusnya mengatai mu seperti itu, maafkan aku!" ucap Agil lagi, sambil menatap mata Beby. Saat itu Beby melihat jika tatapan nya sungguh-sungguh. Dia menarik Beby kedalam dekapan nya dan menghujam pucuk kepala Beby dengan kecupan. Lalu melepaskan nya kembali.
"Jadi, kenapa kamu tidak menghubungiku? Apa kamu lupa?" tanya Agil dengan pelan dan lembut. Tidak seperti tadi dengan kencang urat leher.
Beby menggelengkan kepala. "Aku meninggalkan kertas memo itu di mobil supir yang mengantarku," jawab Beby jujur.
"Oh begitu. Lalu bagaimana bisa kamu pingsan dipinggir jalan tadi pagi? Daniel memberitahuku semuanya," tanya Agil kembali. Dia mendekat pada Beby. Hingga jarak mereka begitu dekat.
Deg deg deg!
Dada Beby berdebar-debar karena itu, merasakan deruan nafas Agil mengenai batang hidungnya. Terlebih tangan Agil yang juga bergerak mengusap peluh di kening Beby, lalu membelai kepalanya.
"Apa kamu sakit?"
"Ti-tidak aku tidak sakit, hanya saja--"
Kata-kata Beby menggantung. Beby ragu untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya tadi pagi, mengenai Dewa dan Melanie. Bibir Beby berkedut, kelopak mata nya juga memanas, akhirnya buliran bening menetes membasahi wajah Beby.
"Jangan menangis! Jika kamu tidak mau mengatakan nya, tidak apa-apa!" Agil mengusap air mata Beby yang terus keluar. Lalu mendekap Beby ke dalam pelukan nya. Memberikan rasa nyaman tersendiri untuk Beby.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa begitu nyaman berada di pelukan nya? Kenapa bukan Dewa saja? Ya tuhan, jika kau akan membuat ku terluka seperti ini, kenapa kau membuatku terlalu mencintai lelaki brengsek itu! Seharusnya kau tidak mempertemukan kami berdua!" gumam Beby dalam hati.
...🌺Jangan lupa like, dan komentar yah guys🌺...