
Bagas membawa Nina ke kamar hotel yang sudah dia pesan khusus wanita itu. Dikamar tersebut Bagas sudah menyiapkan gaun berwarna putih, yang begitu elegan, tidak mewah dan mencolok. Karena Bagas yakin Nina tidak akan menyukai nya.
Di dalam kamar tersebut. Bagas terus menatapi Nina yang tengah mengeringkan rambutnya yang basah, selesai membersihkan diri dari minuman yang mengotori seluruh tubuhnya. Kini wanita itu nampak sangat cantik, mengenakan gaun pemberian dari Bagas.
Bagas duduk memangku kakinya di atas tempat tidur, memandangi Nina dengan tatapan Aneh. Nina merasa sedikit risih, ia pun memutar kursi di depan meja hias yang dia duduki. Menghadap ke arah pria itu.
“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Nina.
“Hmm, bagaimana kamu tahu jahe dan roti selai kacang bisa meredakan mual-mual yang Beby rasakan?” Meskipun ia tahu benar bahwa roti selai kacang memang mengandung protein, bagus untuk ibu hamil yang mengalami morning sickness.
“Kamu seperti orang yang sangat pengalaman dalam hal itu?” Tatapan Bagas berubah jadi menyelidik.
Nina memalingkan pandangan nya dan kembali memutar kursi, membelakangi Bagas. Bagas semakin merasa aneh. Kenapa wanita itu malah menghindari tatapan nya.
“Aku hanya pernah membaca nya saja ... ada pa memang nya? Kenapa kamu begitu peduli dengan hidup ku?” ucap Nina.
Bagas tersadar, karena ucapan Nina yang ketus. Benar, kenapa dia harus peduli. Bodohnya dia yang sudah bertanya. Bagas sedikit kesal dengan sikap Nina.
“Kamu benar ... untuk apa aku perduli, kembali lah ke pesta. Jika sudah selesai bersiap.” Bagas beranjak dan berlalu begitu saja keluar dari kamar hotel tersebut.
Nina mengusap air bening yang hampir terjatuh dari sudut mata nya. Entah kenapa dia menjadi sedih karena sikap Bagas. Ia mulai memikirkan sesuatu di kepalanya, yang membuatnya tidak bisa menahan tangis. Akhirnya air matanya menetes juga, dikamar hotel itu sendirian.
🌺🌺🌺
Sedangkan masih di pesta. Setelah selesai menemani Beby makan. Agil kembali menemui para ramu, dan membiarkan Beby tetap duduk bersama dengan para keluarga.
“Akhirnya, dua tikus got sudah datang,” ucap Agil pelan sambil terkekeh. Melihat pasangan bejat yang berjalan memasuki acara tersebut. Ia pun mengajak Beby untuk menyapa dua orang tersebut, yang tak lain adalah Dewa dan Melanie.
Akan tetapi saat hendak menghampiri, Agil dan Beby di jegat oleh seorang wanita. Yaitu Amanda, wanita itu nampak cantik dengan balutan gaun berwarna hitam kesukaan nya. Bagian belakang nya yang terbuka, mengekspose jelas punggung belakang nya yang mulus.
“Selamat atas pernikahan kalian,” ucap Amanda tersenyum dan menyodorkan tangan kepada Agil.
“Terima-”
Belum sempat Agil menjabat tangan Amanda, Beby menyelip dengan cepat dan menjabat tangan Amanda. “Terima kasih,” ucap nya tersenyum miring.
“Maaf, tangan suamiku sedang alergi terhadap kuman. Aku takut jika dia menyentuh sembarang hal, akan membuatnya semakin sakit, maaf,” ucap Beby penuh dengan sindiran dan cibiran.
__ADS_1
Amanda mendengus kesal ingin marah, namun ditahan nya. Mengingat harga diri tergantung dengan sikap nya sendiri.
“Selamat untuk pernikahan kalian berdua,” ucap Melanie dan Dewa yang ternyata sudah berada di belakang Amanda.
Sontak Amanda terkejut, dia langsung meminggir sedikit untuk mempersilahkan tamu tersebut menyapa kedua mempelai. Tapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya, tamu tersebut adalah Dewa ayah dari bayi yang dia kandung. Saat ia menoleh, pandangan mereka bertemu.
Amanda dan Dewa syok sendiri. “Sialan, pria brengsek ini ... untuk apa dia disini? Bersama dengan si penjilat melanie,” batin Amanda. Menatap geram Dewa dan Melanie.
“Terima kasih,” Beby menangkup kedua tangan nya tanpa mau menyentuh tangan Melanie dan Dewa.
“Oh ternyata ada Nyonya Ganendra juga, apa kabar?” ucap Melanie menyapa ramah Amanda.
“Baik,” jawab Amanda ketus.
“Sayang, perkenalkan ini Nyonya Ganendra. Ibu tiri Agil,” ucap Melanie kepada Dewa dan sedikit membisik diujung kalimatnya.
“Ternyata dia adalah ibu tiri, Agil,” batin Dewa.
“Sudah bukan,” cetus Amanda yang langsung berlalu pergi tanpa mau menjabat tangan Dewa. Dewa tersenyum pias dan menarik kembali tangan nya. Dia terus menatapi kepergian Amanda yang menuju tempat penyuguhan minuman.
“Terima kasih, sayang.” Melanie mengangguk dan tersenyum membiarkan Dewa pergi mengambilkan nya minuman.
“Sayang, ada apa dengan Amanda? Kenapa dia bersikap seperti itu?” bisik Beby yang sedari tadi melihat keanehan dari Amanda.
“Lihat saja sendiri, kamu pasti menyadari apa yang sedang terjadi.” Agil tersenyum puas, hal yang dia rencanakan berjalan lancar.
Beby mengerinyit tidak mengerti. Ia pun mulai memperhatikan Dewa yang disana berdiri disebelah Amanda.
“Eehhm,”-Beby berdehem, Melanie menoleh kearahnya-“jadi bagaimana dengan kalian? Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan? Jangan sampai ada tikus yang mencuri keju basi milik mu di dalam lemari es.”
“Apa maksudmu?”
Melanie menatap tajam Beby ia ingin mendekat tapi Agil lebih dulu menahan nya. “Menjauh dari istriku.” Ia mendorong Melanie menjauh.
“Aku yakin sebentar lagi, karma dari perbuatan jahat mu padaku. Akan segera ku rasakan,” ucap Beby tajam.
“Seperti yang aku rasakan ... bayangkan betapa sakitnya dikhianati oleh kalian berdua. Kamu juga akan merasakan nya, jalang!”
__ADS_1
“Hei, Beby ini adalah acara pernikahan mu
Bagaimana bisa kamu bersikap seperti itu kepada seorang tamu!”
“Tamu? Hahaha, aku mengundang mu kesini bukan sebagai tamu ... tapi, sebagai tikus yang akan menghabiskan sisa-sisa makanan, karena itu memang tabiatmu. Mengambil barang bekas milik orang lain,” ucap Beby pedas tanpa ampun, menusuk di dalam hati Melanie.
“Kamu!” Melanie mengangkat tangan nya.
“Jangan berani-beraninya kamu menyentuh istriku, atau tangan ini akan aku patahkan!” Agil mencengkram tangan Melanie dan menghempaskan nya dengan kuat.
“Sana pergi! Urus kekasih mu yang buaya itu, lihatlah bagaimana sikap nya kepada wanita lain.”
Melanie terdiam mendengar ucapan Agil. Matanya tertuju kepada Dewa yang tengah berada di tempat penyuguhan minuman bersama Amanda.
Terlihat Dewa sedang menyentuh pundak Amanda, dan mengusap punggung belakang nya yang polos. Melanie begitu geram, dia langsung menghampiri Dewa dan menamparnya. Setelah itu dia pergi meninggalkan pesta dengan kesal dan marah.
Agil dan Beby tersenyum puas melihat kehancuran Melanie, saat melihat Dewa yang menggoda Amanda. Akhirnya dia bisa membuat Melanie merasakan apa yang pernah dia rasakan.
“Sayang, sebenarnya ada hubungan apa Amanda dan Dewa? Kenapa mereka seperti dekat dan saling mengenal?” tanya Beby.
Agil memalingkan wajahnya. “Kenapa? Apa kamu cemburu melihat mereka dekat?”
“Hahaha, tentu saja tidak. Untuk apa aku cemburu? Sayang, jangan marah aku hanya bertanya.”
Beby meraih dagu Agil dan berjinjit mengecup pipi sang suami. Agil pun tersenyum dan menatap wajah Beby. Tangan nya tergerak untuk mencubit pipi istrinya yang sangat menggemaskan itu.
Ia pun mendekat dan membisikan sesuatu ditelinga Beby. Seketika mata Beby membulat, dia terkejut menutup mulutnya.
“Apa? Itu tidak mungkin! Dewa memang brengsek!”
“Biarkan saja! Mereka bertiga pantas mendapatkan itu semua.”
“Kamu benar, tidak ada yang pantas di sayangi antara mereka bertiga.”
“Ayo, acara akan segera selesai.” Agil merangkul pinggang Beby dan mengajak nya kembali bergabung bersama anggota keluarga.
TBC.
__ADS_1