Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 77.


__ADS_3

Siang berganti dengan cepat menjadi malam. Agil merebahkan tubuhnya di sofa kamar nya. Menatap langit-langit, dengan pikiran kalut. Karena tidak bisa menemukan Beby dimana-mana.


Drrt drrt drrt.


Agil segera menjawab panggilan di ponselnya. Saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. “Moe, maafkan aku. Aku tau aku salah, tapi jangan seperti ini sayang. Kamu dimana sekarang? Biar aku jemput,” ucap Agil dengan cemas.


“Kamu memang salah ... karena itu aku tidak mau bicara padamu.”


“Ayolah, Moe. Jangan seperti anak kecil,” ucap Agil memelas.


“Baiklah ... kalau begitu cepat jemput aku di restauran xx, sekarang.”


“Ok ... tunggu aku, Moe.”


Dengan girangnya, Agil beranjak dari sofa. Dia meraih kunci mobil di atas nakas. Lalu berjalan menuju pintu. Tapi saat baru saja membuka pintu. Bagas berdiri tepat di depan pintu, dengan posisi ingin menekan bel.


Agil mengerinyit, melihat Bagas yang terengah-engah. Wajahnya terlihat sangat mencemaskan sesuatu. “Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?” decak Bagas kesal.

__ADS_1


“Ada apa? Tadi Beby menelpon ku,” ucap Agil, penasaran ada apa sebenarnya.


“Nyonya Diana, menyuruh kita pulang sekarang juga.”


Agil semakin tidak mengerti. “Kenapa Nenek ingin kita pulang? Tidak bisa, aku tidak bisa ... aku harus menjemput Beby,” tolak Agil. Dia hendak pergi tapi tangan nya ditahan oleh Bagas.


“Ada apa lagi? Lepaskan tangan ku, aku sudah hilang aku tidak mau!” Agil emosi, wajahnya memerah. Ingin sekali rasanya dia menonjok wajah Bagas saat ini. Tapi, ditahan nya.


“Aku tahu sekarang ini Beby sangat penting untuk kita temukan, tapi ada hal yang lebih penting lagi!” ucap Bagas.


“Bagiku, tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan Beby,” sanggah Agil dengan penuh penekanan.


Mata Agil terbelalak, saat melihat rekaman video di ponsel Bagas. Di sana Amanda tengah bersujud di depan Nenek Diana, berkata bahwa dia bersumpah. Jika wanita yang bernama Beby kekasihnya Agil. Tidaklah baik untuk nama baik dan martabat keluarga Ganendra. Karena Beby adalah seorang pelacur, dia menjual diri kepada seorang pria dan ayahnya di penjara karena kasus korupsi. Keluarganya berantakan, wanita seperti itu tidak pantas untuk bersanding dengan Agil.


“Siapkan Jet Pribadi, aku akan pulang sekarang juga,” ucap Agil.


“Ok, kamu tunggu saja dimobil aku akan segera menyusul,” sahut Bagas.

__ADS_1


Bagas pun pergi melakukan perintah dari Agil. Sedangkan dia sendiri mencoba menghubungi seseorang.


“Bro ... aku perlu bantuan mu,” ucap Agil kepada orang yang berada di seberang panggilan nya.


“Ada apa, Bro?”


“Amanda sedang melakukan dramanya di rumah Nenek ... bisa kah kamu menjemput Beby?”


“Hmm ... baiklah, kirim kan saja lokasinya. Aku akan segera menjemputnya untuk mu.”


“Ok, thank you.”


Agil meminta Daniel sahabatnya untuk menjemput Beby di tempat yang sudah Beby beritahu padanya. Sedangkan dia, dengan segera pulang kembali ke kota J. Untuk menemui Nenek Diana, Agil takut Nenek Diana. akan termakan dengan ucapan Amanda.


“Amanda, aku akan membuatmu menyesal sudah melakukan drama mu itu,” ucap Agil geram.


Ia pun menyiapkan diri menunggu Bagas di dalam mobil. Setelah Bagas selesai mengurus sesuatu, ia langsung menemui Agil di dalam mobil. Lalu mengendarai mobil dengan kecepatan penuh menuju landasan Jet Pribadi milik Agil.

__ADS_1


Saat Jet sudah mulai lepas landas, meninggalkan kota Paris. Agil menatap sendu keluar jendela pesawat. “Moe, maafkan aku. Aku tidak rela jika Amanda menjelekkan dirimu di depan Nenek,” gumam Agil.


__ADS_2