
Seanggun dengan warna senja yang menyapa. Agil tengah memeluk sang kekasih, dari belakang. Dari balkon kamar hotel mewah di wilayah pesisir Amsterdam. Menampakan jelas matahari yang sudah mulai menyembunyikan sinarnya.
Besok adalah hari pernikahan mereka. Sebagai keluarga yang sama-sama menganut agama islam. Agil dan Beby mengadakan acara Ijab Qobul di rumah Nenek nya Beby. Yang hanya akan dihadiri oleh keluarga saja. Setelah itu resepsi pernikahan nya, akan di selenggarakan di pinggiran pantai dengan konsep serba putih. Agar memberi kesan elegan dan menawan. Berharap pernikahan mereka ini suci dan lembut seputih salju.
Agil mengecup pucuk kepala Beby dengan penuh kasih dan menumpu dagunya di pucuk itu. Dengan tangan nya yang melingkar erat di pinggang ramping sang kekasih. Tangan nya bergerak menyelinap masuk ke dalam kemeja putih yang Beby kenakan. Untuk bisa mengelus dan merasakan bahwa ada sebuah nyawa yang hidup di dalam sana. Seorang bayi yang akan membuat kebahagiaan mereka terasa begitu lengkap.
“Moe,” panggil Agil.
“Ada apa, sayang?” tanya Beby, dengan tangan yang menyentuh wajah Agil.
“Aku sangat mencintaimu,” bisik Agil di telinga Beby.
__ADS_1
Beby menggelinjang kegelian, ketika nafas Agil berhembus di pangkal lehernya. “Apaan sih ... jangan gitu dong, geli tau.”
“Hahaha, kenapa? Aku kan hanya berbisik seperti ini,” ucap Agil. Kembali ia mendekatkan wajahnya ke telinga Beby. Membuat wanita itu kembali kegelian. Tapi tiba-tiba saja sepatu hak yang Beby kenakan menginjak sesuatu dan membuatnya terpeleset.
“Moe!”
Agil pun dengan sigapnya menangkap tubuh Beby sebelum jatuh kelantai. Di dekap nya dengan erat kekasihnya itu. Seperti enggan untuk melepaskan nya lagi.
“Moe, kamu itu harus hati-hati ... jika terjadi apa-apa terhadap mu. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, kamu itu ceroboh sekali!”
Beby tertegun dengan sikap sigap dan siaga Agil terhadapnya. Pria yang kini tengah memeluknya dengan erat itu, sebegitu besarnya rasa cinta pria itu kepadanya. Beby begitu bersyukur telah dicintai oleh Agil. Beby melingkarkan tangan nya di tubuh Agil dan membalas pelukan itu dengan begitu erat.
__ADS_1
“Maafkan aku, sayang.” Semakin menenggelamkan wajah pada dada bidang Agil. Hingga bisa menghirup aroma khas tubuh nya.
“Dasar ceroboh!” gerutu Agil kembali.
Beby melonggarkan pelukan nya, agar bisa menatap wajah Agil. Tapi Agil malah membuang muka ke arah lain, dia kesal dengan kecerobohan kekasihnya itu.
“Sayang,” panggil Beby seraya meraih wajah Agil dengan tangan nya. Lalu membuat wajah mereka saling bertatapan.
“Aku kan sudah bilang maaf, kamu jahat sekali padaku! Begitu saja sudah marah,” ucap Beby memasang wajah cemberut.
Agil memicingkan matanya, sambil geleng-geleng kepala. Kenapa dia tidak bisa marah lama-lama kepada Beby. Sikap manja kekasihnya itu selalu membuat hatinya luluh dengan cepat.
__ADS_1
Agil juga tidak pernah mengeluhkan tentang sikap dan sifat yang dimiliki Beby. Dia malah senang dan berharap Beby akan terus seperti ini. Manja, keras kepala, suka shopping, jalan-jalan, dan yang terlebih suka uang. Agil tidak perduli, bagi Agil menuruti semua keinginan Beby adalah satu cara yang juga membuat hatinya bahagia.
Mungkin sebagian orang akan berpikir Agil adalah pria bodoh dan Beby adalah wanita matre karena begitu menyukai kemewahan. Tapi kalau buat Agil sendiri, itu adalah warna buat hidupnya. Jika tidak ada Beby, hidupnya tidak akan berwarna.