
Keduanya saling memandang dalam beberapa detik. Lalu tertawa bersama, entah apa yang sedang mereka tertawai. Pasangan yang sangat aneh.
Beby terkejut ketika Agil mendekat dan langsung melahap bibirnya. Lalu melepaskan nya kembali dengan buru-buru.
Beby memegangi bibirnya merasa bingung. “Ada apa?”
“Aku lupa, kamu habis muntah, Moe ... rasanya tidak enak,” ucap Agil disertai tawanya.
“Aku sudah mencuci mulut ku kok tadi, sebelum kamu angkat kesini!” Beby mendengus kesal dan cemberut.
“Tetap saja, rasanya tidak enak,” ledek Agil kembali.
Beby menggigit bibir bawahnya karena gemas dengan ucapan Agil. Secara tiba-tiba ia menangkup wajah Agil dan menarik nya mendekat. Lalu ia mencium paksa bibir Agil beberapa detik. Lalu melepaskan nya.
“Moe,” Agil nampak terkejut.
“Biarin, nih lagi ... enak kan rasanya,” ucap Beby gemas ia kembali mengecup bibir Agil berkali-kali.
Setelah itu. Agil malah tertawa dan memeluk kembali sang istri. Ia menciumi wajah Beby berkali-kali, karena gemas dengan tingkah manja nya.
“Aku bahagia bisa memilikimu, Moe.”
“Kalau begitu, kamu harus memanjakan ku setiap hari,” ucap Beby manja.
“Tentu saja, aku akan memanjakan mu setiap hari ... diatas ranjang,” ucap Agil terkekeh.
“Dasar mesum ih, aku punya suami mesum banget sumpah!”
“Hahaha, kan mesum nya cuman sama kamu aja, Moe. Lagipula mesum-mesum gini kamu cinta kan,” celetuk Agil yang terus terkekeh.
__ADS_1
Beby mendongak menatap wajah Agil, ia tersenyum dan mengangguk. Lalu ia kembali menenggelamkan wajah di dada suaminya itu.
“Benar, aku sangat mencintaimu, sayang.”
“Terima kasih banyak, Moe. Sudah masuk di dalam hidupku.”
“Kamu juga, sayang. Terima kasih untuk mu yang sudah merubah jalan hidupku yang sad menjadi happy ending.”
***
Sedangkan diluar sana. Bagas berlari menuju pesta di pinggir pantai yang sangat meriah itu. Karena sebagian para tamu sudah datang. Mereka menunggu kedua mempelai yang akan menjadi bintang hari ini. Tapi tak kunjung datang.
Bagas memandang ke sana kemari, mencari-cari sosok Linda. Akhirnya ketemu, Linda dan Nenek Diana tengah menyambut para tamu undangan.
Akan tetapi saking dia buru-buru. Bagas tidak sengaja menabrak seorang pelayan yang membawa minuman. Pelayang itu terhuyung dan menabrak seorang wanita.
Semuanya basah, wanita itu terjatuh ke lantai. Ia mengusap wajah nya yang basah. Ia sangat terkejut melihat gaun yang ia kenakan basah kuyup. Rambut nya yang sudah ia tata rapi, juga basah dan berantakan.
“Miss, please forgive me. I stumbled and accidentally,” ucap pelayan dalam bahasa Inggris.
“No, Its ok. Im fine,” jawab Nina sambil terus membersihkan gaun nya dari irisan buah lemon yang nyangkut di gaun itu.
Ingin rasanya dia menangis, tapi ditahan nya. Pasti saat ini dia menjadi bahan tontonan orang-orang. Nina terus menunduk karena malu.
Namun, tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang terulur di depan nya. Sontak ia langsung mendongak melihat tangan siapa itu.
“Bagas,” lirih Nina.
“Berikan tangan mu, biar aku bantu berdiri,” ucap Bagas dengan wajah prihatin.
__ADS_1
“Maafkan aku, aku tidak melihat pelayan itu karena begitu panik.”
“Oh, ternyata dia,” batin Nina.
“Tidak apa-apa, aku hanya perlu mengeringkan nya saja,” ucap Nina mencoba tersenyum.
“Oh iya, tadi kamu bilang panik ... memang nya ada apa?”
“Beby sedang mual-mual, dan dia terus muntah. Aku mau panggil Bunda, tapi aku lihat dia sibuk menyambut tamu.” Bagas menatap ke arah Linda dan Nenek Diana.
“Aku bisa membantu, tapi-”
“Benarkah, tapi apa? Katakan saja,” ucap Bagas sedikit kesal. Karena dia merasa Nina ingin membantu tapi ada syaratnya.
“Carikan aku tempat untuk mengeringkan gaun ini,” ucap Nina sedikit menunduk karena malu.
Bagas menghela nafas dan merasa bersalah. Karena sempat berpikiran negatif terhadap Nina. Seharusnya tanpa Nina memintanya, dia harus menawarkan bantuan lebih dulu. Karena, Nina menjadi basah juga gara-gara ulahnya yang ceroboh hingga menabrak pelayan tadi.
“Baiklah, kamu tidak usah cemas. Aku akan menyiapkan kamar untuk mu,” ucap Bagas tersenyum.
Tanpa sadar Bagas langsung meraih tangan Nina. Lalu menggandengnya. Nina begitu tertegun hingga tidak bisa berkata. Dia hanya diam dan membiarkan Bagas menggandeng tangan nya.
Nina merasa dia hampir jantungan karena dadanya yang berdebar hebat. Pria yang selalu ia bilang aneh, karena sikapnya terkadang dingin dan nyebelin. Selalu membuat dadanya berdebar.
TBC.
Note : Jangan lupa like dan komentar sebanyak mungkin guys. Besok hari senin, jangan lupa untuk vote yah biar aku semakin semangat untuk update 🤭🙏🏻
Absen dulu yuk, readers-readers kece ku ini asal nya dari mana aja? Salam kenal yah, author dari kalimantan timur, Balikpapan. 👋🏻👋🏻
__ADS_1