
Cklek!
Terdengar suara pintu yang dibuka. Cepat-cepat Beby langsung mengusap semua air mata yang membasahi wajahnya, lalu dia kembali berdiri tegap menatap ke arah keindahan kota. Seolah-olah tidak terjadi sesuatu.
"Kau menangis lagi?" Suara Agil terdengar bertanya dengan dingin. Beby pun segera menoleh, dan tak lupa melemparkan senyumnya. Meskipun itu senyuman yang dipaksakan.
"Aku tidak menangis," ucap Beby geleng-geleng kepala.
"Bohong!" Agil berjalan mendekat, membuat Beby yang melihatnya semakin gugup. Terlebih tatapan mata Agil yang begitu tajam. Seketika membuat nyalinya menciut. Kenapa dia begitu takut? Beby pun tak mengerti.
"Aku tidak bohong, kalau kau tidak percaya yasudah! Lagi pula aku tak memaksamu untuk percaya!" Beby mendengus kesal dan langsung memalingkan wajahnya dari Agil.
"Dasar pemarahan!" seru Agil. "Ini minumlah." Dia memberikan segelas susu hangat ke tangan Beby.
"Apa ini?" tanya Beby mengerinyit menatap gelas tersebut.
"Yang jelas itu bukan racun!" seru Agil kembali, sembari ia merangkul Beby masuk ke dalam kamar. Tak lupa dia juga menutup kembali pintu balkon yang terbuat dari kaca keseluruhan nya.
"Hmm, meskipun itu bukan racun! Aku tetap tidak mau meminumnya!" ucap Beby ketus seraya menaruh gelas itu diatas nakas sebelah tempat tidur Agil. Lalu ia duduk di tepi tempat tidur king size, yang kasurnya begitu empuk itu.
__ADS_1
"Minumlah, aku membuatkan nya khusus untuk mu," lirih Agil dengan wajah sendu. Beby pun jadi sedikit merasa tidak enak. karena ia tidak tahu jika Agil sengaja membuatkan khusus untuk nya.
"Hmm, baiklah aku akan meminumnya."
Akhirnya Beby pun mau meminum susu hangat itu, habis dalam satu kali angkatan saja. Agil berbinar melihat Beby menghabiskan minuman yang dibuatnya sendiri.
Beby tidak tahu saja, bagaimana perjuangan nya untuk membuat minuman itu tadi di dapur. Demi untuk membuat Beby terkesan, Agil bela-belain bertanya pada salah satu pelayan nya. Bagaimana cara membuat susu hangat yang lezat, karena seumur-umur dia tidak pernah membuat susu. Bahkan meminum nya saja, Agil tidak mau. Dia paling anti dengan yang namanya susu, menjijikan pikirnya.
Setiap kali dia mencium aroma khas susu, dia pasti akan mual dan muntah. Karena itu saat Beby menolak untuk meminum susu buatan nya. Agil merasa sedikit kecewa, karena perjuangan nya itu sungguh berat. Tapi ketika Beby menghabiskan nya, hatinya sungguh lega. Tidak sia-sia perjuangan nya tadi. Walaupun perut nya saat ini seperti diaduk-aduk, namun masih ditahan nya agar tidak muntah didepan Beby.
"Akan sangat memalukan, jika aku muntah di depan nya!" gumam nya dalam hati.
Beby mengangguk, dan membiarkan Agil menuntun tubuhnya untuk baring diatas tempat tidur. Lalu dengan penuh perhatian, dia menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Beby.
Deg deg deg!
Beby memalingkan wajahnya yang terasa panas, yang kini merah seperti udang rebus. Agil selalu saja memperlakukan nya dengan begitu perhatian. Sedikit demi sedikit, tanpa Beby sadari. Dirinya mulai membeda-bedakan Dewa dengan Agil.
Karena perhatian yang Agil berikan padanya, tidak pernah ia dapatkan semenjak pacaran dengan Dewa. Lelaki bajing*n itu terkesan cuek dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia akan bersikap lembut jika ada maunya saja, seperti minta dibelikan ini dan itu oleh Beby.
__ADS_1
"Kau mau kemana?" Beby menarik tangan Agil, ketika pria itu hendak pergi. Agil pun menoleh menatap wajah Beby.
"Aku mau keluar, kau istirahatlah disini!"
Beby geleng-geleng kepala dengan wajah sendunya. "Tetaplah disini, temani aku sebentar saja," pintanya.
Agil pun mengangguk dan segera duduk di tepi tempat tidur. Tanpa ragu-ragu Beby langsung merebahkan kepalanya di paha Agil. Merasa begitu nyaman terus berada bersama dengannya.
"Aku tidak tahu, ternyata kau juga begitu manja," ucap Agil. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman.
"Aku merindukan bundaku, jika aku sedang banyak pikiran, dia pasti menemaniku tidur sambil membelai kepalaku hingga aku terlelap."
"Baiklah, kalau begitu tidurlah. Aku akan menemanimu sampai kau terlelap."
Cups!
Beby tersenyum saat mendapat kecupan hangat dari Agil di keningnya. Tidak menunggu lama dia pun segera terlelap, saat Agil mengelus-elus kepala nya dengan lembut.
...🌺Vote dong biar lebih semangat🌺...
__ADS_1