
Agil mendekat dan meraih amplop coklat tersebut. "Apa ini?" tanya nya.
"Buka saja," jawab Amanda tersenyum penuh arti. Agil menyipitkan matanya, merasa ada yang tidak beres. Dia pun segera membuka amplop tersebut dan melihat isinya.
Seketika mata Agil membulat dan menajam. Membaca isi kertas-kertas tersebut dan melihat beberapa foto yang diambil sembunyi-sembunyi.
"Dia bukan wanita baik-baik, Agil. Wanita yang bersama mu waktu itu, dia adalah anak dari seorang narapidana kasus suap. Orang tuanya bercerai, keluarga nya berantakan. Dan lihat foto-foto itu, dia baru saja keluar dari sebuah hotel sambil menangis. Kau pasti sudah tahu kan, maksudnya apa? Dia bukan wanita yang pas untuk mu, dia bisa merusak reputasi keluarga kita," ucap Amanda dengan semangat nya.
Dia bersemangat untuk memprovokasi Agil untuk menjauh dari Beby. Bahkan dia juga memberikan bukti-bukti ketidak pantasan Beby untuk bersanding dengan Agil.
Sudut bibir Agil tertarik, dia tertawa pelan dengan sangat mengerikan. Amanda yang melihatnya sedikit terkejut. "Apa kau sudah selesai bicara?"
Suara Agil yang dingin dan datar, seketika membuat seisi ruangan membeku. Amanda menelan salivanya dengan sangat berat. "A-aku sudah selesai," jawab Amanda gugup.
__ADS_1
"Jadi kamu berharap aku akan berterima kasih, karena sudah memberitahuku tentang ini?" ucap Agil dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. Sudut bibir Agil terus menggambarkan seringaian miring yang mengerikan.
Amanda menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk. "Ten-tentu saja ... kau harus tahu, siapa wanita yang berhubungan denganmu! Dia itu tidak ba-"
Prang!
Amanda terperanjat, ketika meja kaca di depan nya pecah. Tangan Agil berlumuran darah, karena memukul kuat meja tersebut hingga pecah.
"Lancang sekali! Siapa yang memberimu hak untuk memata-matai kekasih ku! Dasar tidak tahu malu!" bentak Agil sambil menunjuk Amanda.
"A-Agil ... aku hanya ingin kamu itu sadar! Dia itu bukan wanita yang baik-baik, dia pasti mendekatimu karena harta!" ucap Amanda dengan suara bergetar dan berat. Karena rasa ketakutan nya yang begitu besar.
"Hahaha!" Tawa Agil menggelegar, begitu menyeramkan terdengar ditelinga.
__ADS_1
"Lalu kenapa? Jika aku tidak perduli siapa dia ... dan bahkan aku bersedia memberikan apapun yang dia mau, meskipun itu harta atau nyawaku sekalipun!"
"Agil, sadarlah! kamu pasti sudah termakan rayuan wanita itu!" Amanda mendekati Agil dan memegang kedua pundak Agil.
Agil menatap tajam Amanda dan tanpa rasa iba. Dia mendorong Amanda jatuh di atas sofa. "Kamu sangat menjijikan! Apa kamu sadar sudah membuka aib mu sendiri! Yang kamu katakan sedari tadi, itu adalah sifat mu sendiri. Serakah dan murahan, itu cocok untuk wanita seperti mu!"
Agil pun berbalik badan, kemudian pergi dari tempat itu. Dia tidak memperdulikan Amanda yang terus memanggil-manggil namanya. Dengan kasarnya dia memutar mobilnya dan pergi dari pekarangan rumah itu.
Agil mengusap wajahnya dan memijit pelipisnya yang menegang. Di tatapnya tangan kirinya yang berlumuran darah. Agil mencoba mengatur nafasnya, untuk meredakan amarah nya yang sudah mencapai puncak.
"Brengsek kamu, Amanda! Bisa-bisanya kamu mengatai Beby-ku seperti itu, tidak kah dia sadar bahwa dirinya lebih rendah!"
Agil terus memaki dan mengumpat Amanda. Dia begitu marah dan tidak terima. Karena Beby yang dihina-hina. Jika saja Amanda bukan wanita, mungkin saat ini dia sudah mati. Agil ingin sekali merobek mulut wanita serakah itu, yang sudah menghina kekasihnya.
__ADS_1
TBC.
...🌺Jangan lupa like dan vote yah, follow juga akun Author🌺...