Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 128.


__ADS_3

Saat tangan nya hendak menarik Bagas. Tangan nya tidak sampai, terlebih dulu ditahan oleh seseorang. Gerry mengalihkan pandangan nya. Kepada Pria yang tengah memegang tangan nya.


Matanya membulat seketika. “Kau-”


“Kau itu tidak pantas sebagai seorang ayah," kata pria itu dengan intonasi berat penuh tekanan. Nampak di matanya sebuah kebencian yang membara. Dia menghempaskan kuat tangan Gerry dan mendorong nya hingga terjatuh.


“Agil ... Beby,” kata Bagas saat kembali menoleh kebelakang. Ternyata adik dan iparnya itu sudah datang. Entah dari kapan mereka datang. Nina yang melihat Beby dan Agil juga terkejut.


Air matanya sudah tidak bisa ditahan Nina memeluk Gio sambil menangis. Sahabat yang dia tinggal kan setahun yang lalu. Kini berada tepat dihadapan nya. Ingin sekali rasanya Nina memeluk Beby saat itu juga. Namun dia tidak punya keberanian. Terlebih dengan keadaan dirinya yang berantakan. Meskipun rambutnya sudah dirapikan tetap saja lebam-lebam diwajah nya tidak bisa ditutupi. Nina malu dengan keadaan dirinya yang saat ini.


“Nina, kau baik-baik saja?” Beby berjalan mendekati Nina dan Gio.


“Aku baik-baik saja, tapi kalian? Kenapa kalian bisa ada disini?”

__ADS_1


“Ceritanya panjang, sebaiknya kau tetap bersama ku disini. Biarkan Bagas dan Agil yang menyelesaikan nya bersama Gerry.”


Nina mengangguk. Nina dan Beby menatap Bagas dan Agil dari kejauhan. Kedua pria itu berbicara didepan Gerry yang masih terdiam duduk di tanah. Dia terkejut melihat kedatangan Agil dan Beby. Kedua orang yang dia tipu dan sengaja dia jebak setahun yang lalu.


“Kalian mau apa dirumah ku?” Gery mulai panik dia berdiri dan hendak berlari. Namun sayangnya ditangkap lebih dulu oleh Dian.


“Kau mau lari kemana? Laki-laki Bajingan!” Agil mencengkram leher Gerry dan memukul sekali perut nya. Gerry terbatuk merasakan sakit diperutnya.


“Dan ini untuk uang istriku yang kau bawa lari!” Lagi, Agil memukul wajah Gerry. Hingga darah mengalir dari hidungnya. Gerry jatuh ketanah mengusap hidung nya yang berdarah.


“Aku tidak akan tinggal diam, akan ku telpon polisi dan melaporkan kalian semua yang sudah menyerang ku!” Gerry meraih ponselnya dengan cepat. Dengan tangan gemetaran dia hendak menghubungi polisi.


Bagas dan Agil tertawa bersamaan. “Telpon sana! Kau kura kami takut? Yang ada kau yang akan ditangkap,” ucap Agil.

__ADS_1


“Apa kau bilang? Atas dasar apa aku ditangkap? Kalian tidak punya bukti apapun untuk menangkap ku!”


Bagas merasa gemas dia pun menendang Gerry hingga terjatuh ke dalam kolam renang. “Brengsek kalian semua!” teriak Gery tidak terima. “Kalian akan membayar semua ini!”


Tiba-tiba saja dari arah dalam Villa. Terdengar suara tepuk tangan seseorang. Sontak Bagas dan Agil menoleh ke arah sumber suara itu. Mata mereka membulat. Terkejut dengan kehadiran Melanie.


Wanita itu berjalan dengan lenggak-lenggok dan memasang wajah menggoda ke arah Bagas dan Agil. “Terima kasih untuk kalian semua yang datang kemari ... aku tidak menyangka jika kalian akan menyambut ku seperti ini.”


Agil menoleh ke arah Gerry yang tersenyum miring sambil keluar dari kolam renang. “Sayang, kamu kok lama banget sih turun nya. Lihat mereka semua memukuli ku,” ucap Gerry manja merangkul Melanie.


“Dasar Bajingan! Ternyata kau yang sudah menjamin wanita gila ini? Dari mana kau mendapatkan uang itu?” ucap Bagas penuh dengan tekanan.


“Berapa banyak yang kau dapatkan dari Tante Laras?” lirih Agil menunduk dan tangan nya mengepal menahan amarah.

__ADS_1


__ADS_2