Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Season 2 : 29. “Freeya, akan menikah denganku!”


__ADS_3

“Ini ambilah... jika masih kurang katakan saja, aku akan memberikan berapa pun yang kamu minta! Dengan syarat bahwa kamu akan membatalkan pernikahan Freeya dengan pria brengsek itu!” ucap Daniel.


Freeya tertegun dengan sikap Daniel yang melindunginya dari tamparan sang ayah. Bahkan dia tengah berdiri di depan nya, sebagai pelindung.


“Heh!” Tuan Arsyad terkekeh menatap cek yang diberikan oleh Daniel. “Ini masih kurang, kamu tidak bisa menandingi Dion Handoko!”


Daniel tersenyum tipis dengan tatapan iblis nya. Tangan nya mengusap ujung bibir dan berkata. “Kalau begitu kamu bisa menulis berapa pun yang kamu mau!”


Dia menyodorkan kertas cek yang masih belum ditulis nominal uangnya. Tuan Arsyad terdiam, matanya membulat menatap cek yang di sodorkan padanya. Pria di depan nya ini, sepertinya tidak main-main dengan perkataan nya.


“...Freeya akan menikah denganku!” ucap Daniel.


Freeya sangat-sangat terkejut. Dia menatap punggung tegap pria di depan nya itu. Dan beralih menatap tangan nya yang masih digenggam nya dengan erat.


“Daniel...” lirihnya pelan.


Tapi tidak dengan Tuan Arsyad. Pria paruh baya yang mata duitan itu, nampak berbinar dan dia langsung meraih cek tersebut.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan membatalkan pernikahan Freeya dan Dion...” ucap nya dengan enteng.


Freeya tidak bisa menahan air matanya yang kini sudah lolos mengalir di pipinya. “Ayah, bagaimana bisa ayah seperti ini?”


“Apa? Memangnya aku kenapa?” jawab Tuan Arsyad tanpa menatap ke arah Freeya. Dia hanya sibuk dengan cek yang baru saja dia dapat.


“Ayah keterlaluan! Aku sangat malu memiliki ayah sepertimu! Bisa-bisanya kamu berubah pikiran dengan cepat karena uang! Apa aku ini barang? Yang bisa kamu tukarkan dengan uang? Aku benci ayah!”


Setelah menumpahkan rasa kekecewaan nya, Freeya berlari keluar dari rumah bak neraka itu baginya. Sambil mengusap air matanya yang mengalir dengan deras. Rasa kecewa itu begitu sakit hingga terasa menusuk-nusuk jantungnya.


Daniel menatap geram kedua orang di depan nya itu. “Apa kamu tidak punya hati? Kamu sadar sudah menyakiti hati anakmu sendiri!”


“Bukan urusan mu!” jawab Tuan Arsyad.


“Ini adalah urusan ku! Sekarang jika kamu menyakiti hati Freeya lagi, kamu bisa bayangkan apa yang akan ku perbuat dalam hidupmu!” ucap Daniel dengan senyuman miringnya.


“Aku akan segera menikahinya, dan aku harap kamu tidak perlu memberikan kesaksian, karena kamu tidak pantas di sebut seorang ayah!”

__ADS_1


Daniel melangkah pergi. Terlalu muak untuk melihat wajah Tuan Arsyad. Karena sedari tadi dia sudah menahan diri untuk tidak menyerang pria paruh baya yang tidak tahu diri itu.


“Hei,” panggil seseorang ketika dia hendak keluar dari pintu. Daniel berbalik dan menyipitkan matanya menatap wanita yang tengah berjalan ke arahnya.


“Ada apa?” tanya nya dingin dan cetus.


“Daniel, aku tidak tahu bahwa sekarang kamu sudah memiliki calon istri dan ibu yang baru untuk anak-anak mu... aku kira kamu tidak akan bisa melupakan adik ku...”


“Cih,” Daniel terkekeh. “ Siapa bilang aku tidak bisa melupakan adikmu? Kamu tidak tahu, bahwa dari awal aku memang tidak pernah mencintai adikmu!”


Wanita itu terdiam dan mendengus kesal. “Kamu-”


“Apa kamu terkejut? Heh, kalian tidak jauh berbeda dengan pria tua tidak tahu diri itu!” sindir Daniel.


“Dan kamu!” Daniel mencengkram kuat lengan wanita itu. “jika aku melihatmu menyakiti Freeya lagi, aku benar-benar akan membuat mu hancur!”


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2