Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 93.


__ADS_3

Seketika Agil langsung memeluk Beby dengan erat. Dia menghujami pucuk kepala Beby dengan kecupan bertubi-tubi. Saat ini rasanya dia ingin melayang setinggi mungkin. Mendapati sang kekasih yang begitu dia cintai tengah mengandung anak nya. Tentu saja dia sangat bahagia, tidak ada kebahagiaan lain yang menandingi kebahagiaan ini. Agil begitu bersyukur.


“Kalau begitu kita akan secepatnya menikah, Moe.”


“Apa kamu bahagia?” tanya Beby.


Agil menatap lekat wajah Beby dan tersenyum mengecup bibir nya dengan lembut. “Tentu saja aku bahagia, dasar bodoh.”


“Kamu gak bakal menghilang kaya gini lagi kan.”


“Gak akan, Moe. Aku janji gak akan tinggalin kamu lagi, sayang.”


Agil pun meringsut berjongkok dihadapan Beby. Mensejajarkan wajahnya dengan perut Beby. Ia pun membuka setengah baju Beby memperlihatkan perut Beby yang masih rata. Agil mengecup perut Beby dan menciumnya penuh kasih.


“Sampai aku mati aku tidak akan meninggalkan mu dan juga dia,” tutur Agil.


Ia menyandarkan kepalanya di perut Beby. Betapa lembutnya sentuhan tangan Beby yang dia rasakan sedang membelai kepalanya. Agil begitu terbuai dengan setiap sentuhan tangan wanita yang sangat dia cintai itu.


Dari balik pintu kamar yang ternyata terbuka sedikit. Sepasang mata mengeluarkan cairan bening. Menatap keharuan yang terjadi di dalam kamar tersebut. Linda yang awalnya mendengar Beby mual-mual. Hendak masuk untuk membantunya.


Tapi ketika dia masuk dan mendapati Agil yang sigap membantu Beby di dalam kamar mandi. Seperti seorang suami siaga mengurus istrinya yang tengah hamil. Linda mundur dan kembali keluar.


Ia terus memperhatikan perhatian Agil kepada anak gadis yang sangat disayanginya itu. Meskipun sekarang bukan gadis lagi, karena Beby yang tengah mengandung. Anak dari pria yang berkata bahwa dia mencintai Beby sepenuh hati, bahkan nyawanya sekalipun akan dia korbankan demi Beby.


“Bunda berharap kamu akan mendapatkan kebahagian mu, Beby. Bunda sangat menyayangi mu, sayang.”


Linda pun kembali ke ruang tamu. Bergabung kembali bersama yang lain nya. Membicarakan mengenai pernikahan.

__ADS_1


Agil mengajak Beby untuk berbaring. Beby pun menuruti perkataan Agil. Ia berbaring dengan lengan Agil yang menjadi bantal tidurnya.


“Istirahatlah, Moe.”


Beby mendongak untuk menatap wajah Agil. “Jangan pergi lagi yah.”


“Iya sayang ... aku tidak akan pergi lagi, Moe.” Agil memeluk Beby dengan erat. Sambil membelai-belai kepala Beby. Akhirnya wanita itu terlelap juga.


Agil mengusap wajah Beby yang tertinggal peluh di keningnya. Wajahnya begitu pucat, Agil merasa bersalah karena sudah menghilang selama seminggu. Dia juga tidak mengetahui bahwa Beby tengah mengandung anak nya.


“Maafkan aku, Moe.”


Dengan perlahan Agil menggantikan lengan nya dengan bantal untuk menahan kepala Beby. Lalu dia beranjak dari tempat tidur dengan hati-hati. Agar tidak membangun kan Beby.


Cups.


“Agil, sini kemari,” panggil Nenek Diana kepada cucu kesayangan nya tersebut.


Agil menelan salivanya dan memandangi wajah satu persatu orang yang ada di ruangan tersebut. “Ayo, kamu harus bisa bertanggung jawab, Agil,” batin nya.


Dugh.


Agil bertekuk lutut di depan semua orang yang ada diruangan tersebut. Sontak membuat semuanya terkejut dan bertanya. Ada apa, apa yang terjadi?


“Sebelum nya, saya ingin meminta maaf kepada Tuan dan Nyonya Benedict. Juga kepada Nyonya Linda.” ucap Agil.


Nenek Beby bingung dan bertanya, “Ada apa, Agil? Apa sakit Beby semakin parah?”

__ADS_1


Agil menarik nafas panjang dan meyakinkan lebih dirinya. Ia pun mendongak dan memberanikan diri untuk berkata.


“Beby tidak sakit ... sebenarnya dia hamil.”


Kata-kata yang lolos dari mulut Agil. Benar-benar membuat semuanya terkejut. Tapi tidak dengan Linda, dia malah tersenyum dan mengangguk. Dia semakin yakin bahwa Agil adalah pria yang bertanggung jawab. Sebelum semua orang tahu kebenaran nya, dia lebih dulu mengakui kesalahan nya karena sudah menghamili Beby. Itu membuktikan bahwa Agil adalah pria yang baik. Sangat jarang ada pria yang seperti Agil, mengakui kesalahan fatal yang diperbuat.


“Apa?” Nenek Diana nampak begitu terkejut. “Agil, kamu jangan sembarang bicara.”


“Beby hamil? Anak siapa?” Nenek nya Beby juga terkejut dia tidak percaya bahwa cucunya itu. hamil. Dia saling bertatapan dengan suaminya.


“Tentu saja Beby tengah mengandung anak kami berdua. Aku lah yang sudah menghamili Beby, tolong maafkan aku. Tapi aku berjanji akan bertanggung jawab penuh terhadap Beby. Aku tidak akan meninggalkan nya, sampai aku mati. Jadi tolong restui hubungan kami, saya mohon.”


Semuanya tertegun melihat Agil. Seorang Ragilio Ganendra, CEO di perusahan Ganendra Company. Tengah bertekuk lutut, mengakui kesalahan dan memohon maaf seperti itu.


Nenek Diana dan Nenek nya Beby saling memandang dan tersenyum. Nenek nya Beby pun berjalan mendekati Agil dan langsung meraih kedua pundaknya. Membuat Agil berdiri tegak kembali.


“Laki-laki yang rela bersujud sekalipun demi wanita yang dia cintai, adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Jadi tentu saja kami akan merestui hubungan kalian berdua,” ucap Nenek nya Beby seraya memeluk Agil yang akan menjadi Cucu menantunya.


Agil tersenyum dia melirik Nenek Diana yang juga tersenyum dan mengangguk. Nenek Diana begitu melihat Agil yang sudah banyak berubah karena Beby. Dia tumbuh dewasa dan semakin bijaksana.


Akhirnya hari itu, mereka mengobrol bersama hingga malam. Dan makan malam bersama. Setelah itu Agil dan Nenek Diana pulang ke hotel. Keesokan harinya Agil mulai menyiapkan segala sesuatunya dengan dibantu oleh Bagas, untuk pernikahan nya dengan Beby. Yang akan di laksanakan di Amsterdam saja. Karena juga ayah kandung Beby Tuan Prayoga ada disana.


Agil hanya perlu mengundang orang penting dan keluarga besar Ganendra menghadiri pernikahan nya di Amsterdam. Dengan undangan pernikahan nya adalah sebuah tiket pesawat. Beberapa teman kampusnya juga beberapa dia undang termaksud Dewa, Melanie, Amanda, dan juga Nina.


TBC.


Note : Ayo, siapa yang ikutan bahagia bersama Agil dan Beby?🤗🤗. Kalau aku sih ikut bahagia, pakek banget malah🤭. Yang ditunggu-tunggu, akhirnya terjadi🌺

__ADS_1


__ADS_2