Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 29.


__ADS_3

"Kau benar, Dewa memang bukan lelaki baik-baik, dia sudah mengkhianati ku," lirih Beby saat Agil sudah melepaskan dekapan nya. Ia mengusap air mata dan menarik nafas panjang, untuk mengucapkan nya.


Manik mata Agil menatap nya, membuatnya memalingkan wajah saat itu. Karena rasa malu dalam dirinya yang begitu besar.


"Brengsek!" Agil memaki dan memukul kuat setir kemudinya.


"Sudah ku bilang, dia bukan lelaki baik-baik! Kau saja yang tidak percaya padaku!" pungkas Agil dengan nada kesal.


"Aku benar-benar bodoh!" rutuk nya pada diri sendiri. Kedua tangan nya menutupi wajah. Ingin rasanya dia berteriak saat itu juga. Namun, rasanya sangat malu.


Lalu tiba-tiba saja. Dia terkejut ketika Agil meraih tangan nya dan menggenggam nya erat. Sontak dia langsung menoleh kearah Agil.


"Jangan menangis lagi, karena wajah cantik mu menjadi jelek, ketika kau menangis!" ledek Agil sembari melempar senyuman manis. Lesung pipi dan gingsul nya nampak begitu jelas.


Kupu-kupu seakan terbang memperindah sekitar wajah Agil saat ini. Sepertinya dia sudah gila. Setiap kali terpukau pada Agil, dia selalu berhalusinasi seperti ini. Entah itu kupu-kupu, bunga-bunga, atau cahaya berwarna warni yang menghiasi sekeliling wajah Agil dilihatnya.


"Siapa yang sedang menangis, aku tidak menangis kok! Jangan sembarangan!"


Pipi nya terasa panas, mungkin saat ini warna nya sudah merah merona. Dia pun mengalihkan pandangan dan merapikan rambutnya agar tidak berantakan.


"Hahaha, kau begitu menggemaskan!" Agil tertawa dan mengusap pucuk kepala nya. Membuat dadanya semakin berdebar, dan susah untuk menelan saliva yang keras.


"Berhenti mengusap kepalaku, rambutku jadi berantakan!" gerutunya sembari merapikan kembali rambutnya yang berantakan.

__ADS_1


"Siapa namanya? Dewa? Dia dari keluarga mana?" tanya Agil, tiba-tiba raut wajah Agil berubah. Tangan nya terlihat mengepal kuat di atas setir kemudi. Dan pandangan nya lurus ke arah depan.


"Kenapa memangnya?"


"Tidak apa-apa, aku hanya bertanya! Memangnya tidak boleh?"


"Bukan seperti itu maksudku, sebenarnya dia dari keluarga Ardhias."


"Oh! Ardhias!" Agil menganggukkan kepalanya, "Mereka akan segera mendapat balasan nya!"


Deg!


Mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Agil, seketika membuat bulu kuduk Beby berdiri. Suasana di dalam mobil semakin dingin mencekam.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Beby penasaran.


"Hmm, baiklah." Akhirnya Beby mengangguk dan menuruti perkataan Agil. Mereka berdua kembali ke apartemen mewah tadi.


Di dalam lift, Beby hanya diam melamunkan sesuatu. Agil yang melihatnya langsung melingkarkan tangan nya merangkul tubuh langsing Beby.


Beby terkejut bukan main, ia mendengus kesal seraya mencoba melepaskan tangan Agil dari tubuhnya. "Lepaskan, apa-apaan kau ini! Aku gerah, tidak bisa bernafas jika terlalu dekat dengan mu!" gerutunya.


"Makanya jangan pasang wajah sedih kaya gitu! Atau aku akan menggendong mu sekarang dan membawamu lari ke tempatku!" ucap Agil santai dengan senyuman menawan nya.

__ADS_1


"Cih, berhenti tersenyum! Wajahmu sangat menyebalkan tau!"


"Menggemaskan!" Tangan Agil mencubit pipi Beby. "Jika kau terus membuat ku gemas, bisa-bisa aku tidak sanggup untuk membiarkan mu pulang nanti!"


"Ihhh, dasar buaya! Cowok model kaya kau ini, dengan sejuta kata manisnya, sudah gak laku untuk ku! Basi! Aku tidak tertarik!!" Beby memutar bola matanya malas.


"Hahaha, lihat saja nanti!" Agil malah tergelak.


"Apanya?" Beby mengerutkan kening dan menatap skeptis Agil.


Kau akan jatuh ke pelukan ku Beby! Gumam Agil dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.


"Hei, jawab!!!! Kenapa kau malah diam dan senyum-senyum seperti orang gila!" Beby melambaikan tangan nya di depan wajah Agil. Seketika langsung membuyarkan lamunan Agil.


"Banyak bicara! Diam lah, aku tidak suka cewek berisik!" ucap Agil seraya memalingkan wajahnya menatap lurus ke depan.


"Cih, aku tidak perduli! Lagi pula siapa juga yang mau kau sukai!" Beby mendengus kesal, seraya melipat kedua tangan nya di depan dada.


"Dasar cowok aneh!" gerutunya pelan.


"Aku bisa mendengarnya," sahut Agil. Beby pun menoleh menatap kesal wajah Agil yang datar menatap lurus ke depan.


...🌺Sedikit banget thor!!!!...

__ADS_1


...Maaf yah, soalnya lagi buntu🤣🤣....


...Kalau mood bagus, siang lanjut lagi. Minta dukungan nya yah🙏🏻🙏🏻😁🌺...


__ADS_2