
Mata Agil membulat, bibirnya berkedut ingin tertawa. Dengan seperkian detik kemudian, tawa nya pun lepas. Dengan perut geli Agil terus tertawa.
“Apa kamu bilang? Om-om girang? Hahaha, itu konyol,” ucap Agil di sela tawanya.
“Itu benar, aku yakin,” ucap Melanie.
Agil menatap Melanie dengan tersenyum dan menunjuk dirinya sendiri. “Jadi, apakah menurutmu aku ini seperti om-om girang?”
Deg.
“A-apa maksdmu, kamu?” ucap Melani terbata.
Agil kembali tertawa lalu menatap tajam Melanie. Mencengkram kuat dagu wanita itu. “Sekarang kamu sudah tahu ... bahwa pria yang meniduri Beby adalah aku, pria yang kamu sebut om-om girang yang memberikan cek fantastis itu, adalah aku.”
“Tidak mungkin ... itu tidak mungkin.”
“Itu lah kebenaran nya, dasar jalang. Sangat menjijikkan rasa bibirmu seperti bangkai yang sudah busuk. Entah sudah berapa pria yang sudah mencium bibirmu, bahkan menidurimu.” Agil melepaskan tangan nya dari dagu Melanie.
“Sekarang ... berhenti berharap untuk menjadi istriku, kamu sama sekali tidak pantas. Dan jika aku mendengar mu lagi menghina Beby masalah perawan nya, aku akan memastikan hidupmu hancur, Melanie,” ancam Agil.
Melanie bernafas dengan cepat. Dadanya seperti akan meledak, dia pun segera meninggalkan Agil. Berjalan dengan langkah gontai keluar dari toilet pria. Karena baru kali ini dia melihat sisi lain dari sosok Agil.
Sedangkan Agil masih dengan tawa nya yang mengerikan. Dia mengusap bibirnya beberapa kali menggunakan sapu tangan lalu membuang sapu tangan itu ke bak sampah. Merasa jijik karena sudah bersentuhan bibir dengan Melanie.
Di luar toilet. Melanie yang buru-buru keluar sampai tidak memperhatikan langkahnya. Dia menabrak bahu Beby yang hendak menyusul Agil, karena sudah begitu lama.
__ADS_1
“Awwh,” ringis Beby.
Melanie menatap tajam Beby, sambil memegangi bahunya. “Jalan pakai mata,” cetusnya.
“Apa yang kamu lakukan di dalam toilet pria?” tanya Beby menatap Melanie dengan penuh selidik.
“Bukan urusan mu, minggir!” Melanie mendorong Beby. Lalu pergi dari tempat itu. Dia tidak sadar jika Dewa melihatnya juga keluar dari toilet pria.
“Apa yang kamu lakukan disana?” tanya Dewa menarik tangan Melanie.
“Lepaskan tanganku, hari ini aku sedang tidak mood. Sebaiknya kita kembali ke resort masing-masing,” ucap Melanie melepaskan tangan nya dari tangan Dewa, lalu dia pergi begitu saja.
Membuat Dewa semakin kesal. Apa yang sudah dilakukan kekasihnya itu di dalam toilet pria, pikirnya. Dewa pun kembali ke toilet pria untuk melihat apa yang terjadi disana. Eh, tapi sesampainya di depan toilet. Dia melihat Beby yang terpaku, menatap Agil yang baru saja keluar dari toilet pria.
“Moe, apa yang kamu lakukan disini?” Agil mendekati Beby. Meraih tangan wanita itu, tapi ditepis dengan kasar oleh Beby.
Mata Agil terbelalak, dia menarik nafas panjang. Beby sudah salah paham ternyata, pikirnya. “Moe, ini tidak seperti yang kamu lihat sayang," ucap Agil.
“Tapi kenapa kalian keluar dari dalam toilet bersamaan?” tanya Beby lagi.
“Kami tidak me-”
“Brengsek!”teriak Dewa.
Bugh.
__ADS_1
Belum selesai Agil bicara. Kepalan tangan Dewa mengenai wajah tampan nya. Agil tersungkur di lantai, ia memegangi ujung bibirnya yang berdarah. Dia tertawa dan menatap Dewa dengan sengit.
“Dewa! Kamu itu apa-apaan sih?” Beby mendorong tubuh Dewa.
“Beby, cowok kaya gini masih aja kamu belain. Entah apa yang sudah dia lakukan dengan Melanie di dalam sana,” ucap Dewa.
Plak.
Wajah Dewa terasa panas dan kebas, akibat tamparan keras tangan Beby. “Jaga ucapan mu, kamu tidak berhak untuk mengatai Agil,” ucap Beby melotot pada Dewa.
“Kalian berdua sama saja!”
Beby pun pergi meninggalkan kedua pria itu. Agil berdiri dan hendak mengejar Beby, tapi di tahan oleh Dewa. “Minggir kamu!”
“Bajingan seperti mu juga tidak pantas bersama Beby,” ucap Dewa kembali memukul wajah Agil beberapa kali.
“Kamu yang bajingan anjing!” Agil membalas pukulan Dewa. Pria itu sampai terguling-guling dilantai. Setelah puas memukuli Dewa. Agil pun berlari mengejar Beby.
Tapi sayangnya, saat dia keluar dari gedung itu. Beby sudah tidak ada. Agil mengacak kepalanya dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“Sial ... ini semua karena si jalang Melanie,” umpat Agil frustasi. Ia pun segera menghubungi Bagas dan memintanya mencari Beby. Dia juga ikut memutari kota Paris untuk mencari kekasihnya itu.
Agil merasa sangat bersalah, pastinya Beby sudah salah paham. Jika tadi Melanie tidak masuk ke dalam toilet, mungkin tidak akan jadi seperti ini. Agil semakin benci dan murka terhadap Melanie dan Dewa, yang sudah merusak momen kebersamaan nya bersama Beby.
TBC.
__ADS_1
...🌺Jangan lupa vote guys,🌺...