Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 46.


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, menuju tempat dimana Agil ingin menghabiskan malam nya dengan Beby. Akibat perjodohan yang tidak pernah ia minta, membuat kepala Agil hampir pecah memikirkan nya.


"Persetan dengan pernikahan dan memiliki seorang anak! Mereka pikir siapa mereka bisa mengatur-atur hidup ku. Kepada siapa aku akan menikah ... itu adalah pilihan ku!" Isi kepala nya tidak bisa tenang.


"Sial!" umpatnya sambil memukul keras setir kemudi.


Beby yang juga ada di dalam mobil terkejut, sontak dia menoleh dan menatap heran wajah Agil. Wajahnya yang dingin dan serius, menatap lurus ke depan. Beby bisa merasakan amarah Agil hanya dari sorot matanya yang membara.


"Ada apa dengan nya? Dia terlihat sangat kesal? Akhh ... aku tidak perduli, seharusnya kan aku yang marah! Sudah memergokinya sedang makan malam dengan wanita lain! Sebel banget rasanya..." Beby menggerutu dalam hatinya.


Beby memalingkan kembali wajahnya ke arah jendela. Lalu berdecak kesal, menendang sesuatu di bawah kakinya. Membuat Agil tersentak, dia lupa jika dia sedang bersama Beby.


"Beby, kamu kenapa? Apa ada sesuatu di kakimu?" tanya Agil.


"Tidak!" jawab Beby singkat.


Agil mengerinyit. "Lalu, kenapa kau menendang sesuatu dibawah sana?"


Beby hanya diam tidak menjawab. Agil pun membelai kepala Beby dengan tangan kirinya, sedangkan yang kanan masih sibuk memegang setir kemudi. "Kamu marah padaku?"


"Tidak!" jawab Beby lagi ketus. Sunggingan senyuman tergambar di wajah tampan Agil. Sudah pasti dia tahu jika Beby sedang cemburu, karena melihatnya tadi bersama dengan Amanda.


"Pembohong! Sudah jelas marah, tapi tidak mau mengaku!" Agil tergelak pelan. Beby menoleh bibirnya mengerucut dan menyipitkan matanya pada Agil.


"Kamu yang pembohong, aku tidak suka dibohongi!" Beby mendelik karena kesal. Dia kembali membuang muka.


"Ayo ... turun dulu!" ajak Agil. Tidak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Mansion mewahnya yang berada di pinggir laut.


"Aku tidak mau!" Beby melipat tangan nya di depan dada, dengan wajah masam nya.


Agil menyunggingkan senyum usil. Dia pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu mobil tempat Beby duduk. Lalu membuka nya.


"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku, Agil! Aku masih marah padamu!" Beby meronta-ronta ketika Agil langsung menggendong nya paksa.


"Salah mu sendiri, siapa suruh tidak mau keluar! Menyusahkan ku saja harus menggendong mu seperti ini!" Agil tersenyum menyeringai seakan meledek Beby.

__ADS_1


"Kalau begitu turunkan aku, aku tidak mau disentuh oleh mu! Turunkan aku sekarang!" teriak Beby. Semakin meronta-ronta.


"Jangan banyak gerak, nanti kamu bisa jatuh."


"Biarkan!"


"Ya sudah ... aku tidak tanggung jawab yah kalau kamu jatuh!"


Agil pun membiarkan tubuh Beby bergoyang-goyang dan hampir jatuh. Wanita itu pun langsung melingkarkan tangan nya di leher Agil dengan erat. Agil tersenyum sumringah.


Sesampainya di dalam mansion. Agil langsung mendudukkan Beby di sofa empuknya. Lalu dia ikut duduk di samping Beby.


"Beby..." panggilnya lembut. Beby menoleh menatapnya.


"Kamu pasti bertanya-tanya siapa wanita cantik yang bersamaku tadi." Agil mengusap wajah Beby dan menyelipkan helaian rambut Beby di belakang daun telinganya.


"Tidak, aku tidak mau tahu ... itu bukan urusan ku!" sahut Beby sembari memutar bola mata nya malas.


"Lagi pula aku tidak kaget, sekali pemain wanita akan tetap menjadi pemain wanita! Kamu saja seperti Dewa!!!" hardik Beby.


Agil mengecup punggung tangan Beby. "Dia tidak mencintaimu ... sedangkan aku, sangat mencintaimu."


Beby menelan salivanya, dia tertegun dengan penuturan Agil. Baru kali ini dia diperlakukan manis seperti ini. Dewa tidak pernah sebelumnya memperlakukan dirinya semanis Agil sekarang ini. Dia selalu punya alasan untuk meninggalkan Beby.


Agil membawa Beby ke dalam dekapan dadanya. Sambil mengelus-elus kepala Beby dan mengecup puncak kepalanya berkali-kali.


"Jadi siapa wanita yang kamu bilang cantik itu? Meskipun sebenarnya lebih cantik diriku dari pada dia?" tanya Beby.


Agil tersenyum mendengar perkataan Beby. "Tentu saja kamu lebih cantik darinya ... dia adalah ibu tiri ku."


"Apa?" pekik Beby yang langsung melepaskan pelukan Agil dan menatapnya tak percaya.


"Hahaha ... kamu kalau mau bohong, ya bohong aja. Tapi, yang masuk akal dong bohong nya! Dasar aneh..." Beby tertawa sinis. "Ya kali aku percaya, yang benar saja!"


Agil mengerutkan dahinya. "Aku tidak bohong, dia memang ibu tiri ku!"

__ADS_1


"Benarkah?"


Agil mengangguk. Beby menatap lekat ke dalam mata Agil. Ada kejujuran disana. Beby tak percaya Agil memiliki ibu tiri yang masih muda, bahkan seumuran dengan Agil sendiri.


"Ceritanya panjang, jika aku menceritakan nya sekarang. Mungkin akan memakan waktu sampai pagi ... yang jelas dia adalah ibu tiri ku dan mantan pacarku," ungkap Agil.


Beby melongo terkejut kembali. "Hah? Mantan pacar? Ibu tiri mu?"


"Hmm, dua tahun lalu dia memilih menikahi ayahku yang kaya di banding diriku," kata Agil lirih.


"Gila!" Beby geleng-geleng kepala. "Sorry, maksudku kisah cinta mu really-really sad dari dugaan ku."


"Apa kau masih memiliki perasaan padanya?" tanya Beby penasaran.


"Hmm, masih gak yah." Agil berpura-pura sedang berpikir, membuat raut wajah Beby seketika berubah. Pipinya memerah dan bibirnya terkatup rapat. Ia menatap datar wajah Agil.


"Tentu saja tidak, sekarang hatiku sudah punya pemilik yang baru," ungkap Agil.


Beby menghembuskan nafasnya lalu tersenyum. "Kamu ini!" Dia mencubit perut Agil.


"Kenapa mencubit ku?"


"Kamu hampir membuatku meledak rasanya!" Beby mendelik.


"Kemari dan peluk aku ... aku sangat merindukan mu, malam ini tetaplah disini untuk menemaniku." Agil menarik Beby kembali dalam dekapan nya.


"Malam ini? Aku--"


"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun padamu ... takut sekali!" Agil semakin mengeratkan pelukannya.


"Tentu saja aku takut, kamu sangat mengerikan!"


Agil malah tertawa dia menghujami puncak kepala Beby dengan kecupan. Dia teringat pada wanita bernama Melanie, yang di jodohkan Tante Laras dengan nya. Agil berpikir, mungkin kah dia wanita yang sama. Sahabat sekaligus perusak hubungan Beby dan Dewa. Karena waktu itu Beby sempat menceritakan tentang sahabatnya yang bejat itu pada Agil.


Akhirnya malam itu. Agil mengajak Beby untuk bermalam di mansion nya. Pagi harinya dia mengantar Beby ke kost lalu dia pulang ke apartemen nya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2