Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)

Selling My Virginity (Menjual Keperawanan Ku)
Selling My Virginity Ch 129.


__ADS_3

Bagas yang terkejut sontak menatap ke arah Agil. Saat pria itu mengangkat kepalanya. Mata dan wajah nya memerah, nampak jelas jika saat ini dia begitu marah.


Agil berjalan menghampiri Gerry dan kembali mencengkram leher pria itu. “Aku bilang berapa banyak yang sudah kau dapatkan? Bajingan!”


Beberapa pukulan mengenai wajah Gerry. Kini wajah pria itu sudah babak belur. Melanie yang hendak melerai malah terkena dorong.


“Bajingan kau! Kau mau mati? Menjebak ku dan membawa lari uang yang seharusnya menjadi milik istriku! Kalian berdua memang biadab!” maki Agil yang terus menendang Gerry.


“Agil sudah, sayang. Cukup, dia bisa mati!” teriak Beby yang sontak berlari memeluk Agil. Menahan agar suaminya itu berhenti, jika tidak Gerry akan mati.


Beby menatap marah kearah Bagas. “Kakak! Kenapa kau tidak mencegah Agil!"

__ADS_1


“Biarkan saja! Dia pantas mendapatkan nya,” ucap Bagas ketus menatap tajam ke arah Gerry yang terkapar.


Beby menangkup wajah Agil dengan tangan nya. “Sayang, berhenti aku mohon. Ingat aku dan Rey, aku tidak mau sampai kau mendapat masalah karena memukulinya.”


Agil tersadar dia menatap lekat wajah sang istri yang sudah dibanjiri air mata. “Kau berjanji jika tidak ada aksi seperti ini ... ingat kita kemari hanya untuk menangkap bajingan ini! Aku mohon cukup.”


“Maafkan aku, Moe. Aku sudah membuatmu takut, maafkan aku.” Agil memeluk Beby dengan erat. Mengelus-elus kepala sang istri, untuk menenangkan nya.


“Pak, kenapa kalian membawa nya?” tanya Melanie yang mencoba menahan Gerry untuk tidak dibawa pergi. Kini tangan lelaki itu sudah diborgol.


“Gerry Battista, anda ditangkap karena kasus prostitusi, penipuan, dan penjebakan obat terlarang. Anda bisa memberikan keterangan di kantor polisi dan mendapat pembelaan dari pengacara anda,” kata Pak polisi yang membawa Gerry pergi.

__ADS_1


Pria itu terus memberontak merasa tidak terima. Nina memeluk Gio dan menutup mata anak itu agar tidak melihat semua yang menimpa ayah nya. Bagaimana pun Gio adalah anak nya Gerry, dia pasti akan merasa trauma dengan kejadian ini. Meskipun saat ini dia tidak bicara atau menangis sekalipun. Tapi Nina yakin jika saat ini Gio sangat syok dengan apa yang dia lihat.


“Nin, ayo kita kembali ke mobil.” Beby menghampiri Nina dan hendak mengajak nya dengan Gio kembali ke mobil.


“Beby semua ini salahmu! Kau selalu saja membuat hidupku hancur!” teriak Melanie yang berlari ke arah Beby dan Nina.


Namun dengan cepat Bagas menangkap wanita gila itu. Kemudian mendorongnya hingga jatuh ketanah. “Kau! Jika sekali lagi kau ingin mencelakai Beby! Akan aku pastikan kau tidak ada lagi di dunia ini!”


Bagas menghampiri Beby yang nampak terkejut. Lalu memeluk adiknya itu dengan erat. “Sudah tenanglah! Ada aku dan Agil disini yang akan melindungi mu.”


Beby dan Nina diantar oleh Bagas kembali ke apartemen nya. Sedangkan Agil ikut ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian terhadap kasus Gerry. Pokoknya Agil ingin Gerry dihukum seberat mungkin, atas perbuatan nya yang biadab selama ini.

__ADS_1


Setelah Mengantar Beby dan Nina. Bagas juga menyusul Agil bersama Dian ke kantor polisi. Mereka juga membicarakan perihal Melanie. Tapi polisi tidak bisa begitu saja menangkap Melanie kembali. Karena wanita itu sudah mendapat jaminan. Tidak jika hal nya Melanie melakukan kejahatan kembali, polisi pasti akan menangkap nya.


__ADS_2