
Keesokan paginya.
"By ... Beby, bangunlah!"
Agil yang sudah rapi menggunakan setelan jas nya. Duduk di pinggiran tempat tidur dan menepuk-nepuk pelan pipi Beby. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman tipis. Ia tidak bisa berbohong, jika Beby memanglah cantik. Meskipun dipagi hari, tanpa make up yang membalut wajahnya.
"Bangun, Beby!" panggilnya kembali.
"Mmmhh..." Beby menggeliat sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia tersenyum dengan mata yang dibuka satu. Mengintip wajah tampan pria yang kini tengah membangunkan nya. Keindahan dipagi hari yang membuat nya bersemangat untuk bangun.
"Kenapa kau malah tersenyum, cepat bangun! Aku akan mengantarmu ke kampus. Tidak ada banyak waktu, aku harus menghadiri rapat pagi ini!" ucap Agil sambil melihat arloji di tangan kirinya.
"Hmm, baiklah!" Beby pun merentangkan tangan nya. Membuat Agil mengerinyit heran, tidak mengerti.
"Bantu aku bangun," ucap Beby tersenyum nakal. Agil hanya geleng-geleng dan mulai meraih tangan Beby. Lalu menariknya bangun dari tempat tidur.
Tapi, karena tarikan nya yang terlalu kuat. Membuat tubuh ramping Beby terhuyung. Segera Agil meraih pinggul ramping Beby, menguncinya ke dalam dekapan nya.
"Hampir saja!" ucap Agil.
"Itu salah mu! Terlalu kuat menarik ku," gerutu Beby.
__ADS_1
Saat Agil menoleh, tidak sengaja pandangan mereka bertemu. Wajah keduanya sangat dekat, membuat dada Beby saat itu berdebar-debar tidak jelas. Beby menelan salivanya.
"Lepaskan aku!"
Seketika Beby mendorong tubuh Agil, membuat tubuhnya kembali kehilangan keseimbangan. Lagi-lagi Agil berhasil menahan tubuh Beby, agar tidak terjatuh.
"Kau ini! Bagaimana jika kau terjatuh?" Wajah Agil berubah serius, matanya menajam dan alis nya bertautan. Dia merasa kesal dengan tingkah Beby. Karena dia begitu khawatir dan tidak mau Beby terluka jika terjatuh.
"Maaf," lirih Beby menunduk. Dia tidak tahu jika Agil akan marah karena hal itu. Agil menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan.
"Tidak apa-apa. Aku yang minta maaf, karena sudah kelewatan memarahi mu, jangan sedih pergilah mandi dan bersiap!" Agil meraih dagu Beby dan menegakkan kepalanya. Merasa sedikit bersalah, karena sudah meninggikan suaranya tadi.
Beby pun tersenyum dan mengangguk. Lalu ia segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan diri dan bersiap-siap.
"Bagus Beby kau harus tetap hidup bahagia, dan melupakan kenangan-kenangan menyakitkan, akibat pengkhianatan dari kedua orang itu!" gumam Agil dalam hati. Menatap lekat wajah Killa yang tengah menyantap sarapan nya.
"Tak ku sangka, bisa tertawa seperti ini. Bahkan bersama mu, orang asing yang baru saja aku kenal. Namun, entah kenapa rasanya begitu nyaman jika berada di dekatmu!" gumam Beby dalam hati. Sembari menunduk malu, karena sadar jika saat ini Agil tengah menatapnya.
Setelah sarapan bersama. Agil dan Beby keluar bersama-sama. Namun, ketika baru saja keluar pintu. Sesuatu yang tidak disangka terjadi. Mereka tidak sengaja berpapasan dengan Daniel, yang juga baru keluar dari unit apartemen nya.
Pria itu nampak sangat terkejut. Ia menatap kedua nya dengan mengerutkan dahinya. Lalu berjalan mendekat.
__ADS_1
"Agil, Beby? Kalian berdua? Apa yang kau lakukan di rumah Agil, By?" tanya Daniel.
"hmm, aku ... aku--" Beby tergagap dan tidak bisa menjawab.
"Bukan kah kalian baru saja kenal kemarin? Agil?" tanya Daniel kembali, kini dia menatap Agil dengan penuh tanda tanya.
"Jadi sebenarnya kami berdua sudah saling mengenal sedikit lama, beberapa bulan lalu," jelas Agil.
"Benarkah? Tapi kenapa kau tidak pernah memberi tahuku? Bahkan kemarin kalian berdua seperti orang yang tidak saling mengenal?"
"Panjang ceritanya, lain kali aku akan memberitahumu, tapi tidak sekarang. Karena aku ada rapat penting pagi ini."
"Beby, ayo!" ajak Agil. Beby mengangguk dan mengalihkan pandangan nya dari Daniel. Karena merasa sedikit canggung.
"Tunggu!" Daniel meraih tangan Beby dan menahan nya.
"Kau mau ke kampus?" tanya nya menatap wajah Beby. Beby mengangguk.
"Kalau begitu kita bisa pergi bersama, aku juga mau ke kampus," tawar Daniel. Beby semakin gugup, ia menatap Agil dan Daniel secara bergantian.
"Tidak perlu Bro! Aku sekalian lewat kampus, jadi aku akan mengantar Beby juga!" sanggah Agil, yang langsung menarik tangan Beby dari tangan Daniel.
__ADS_1
"Ayo!" ajak nya sembari melingkarkan tangan nya di pinggul Beby. Mengajak Beby pergi. Sedangkan Daniel hanya diam menatap kepergian mereka berdua.
Dia merasa sedikit cemburu melihat Agil dan Beby berdua. Terlebih saat tahu Beby menginap di rumah Agil. Hatinya sedikit sakit, namun Daniel tidak mau memperpanjang nya. Dia memilih untuk setenang mungkin dan tidak berpikiran buruk.