
Sebuah poster pengumuman tertempel di Mading kampus, dan di upload dihalaman web khusus kampus. Semua mahasiswa dan mahasiswi, berbondong-bondong membaca poster pengumuman tersebut di Mading kampus. Ada juga yang memeriksa ponsel mereka, tanpa harus berdesak-desakan.
"By, lihat ini!" decak Nina.
Nina menggeser tempat duduk nya mendekati Beby yang tengah sibuk membalas pesan Agil di ponselnya. Nina pun memberikan ponselnya kepada Beby.
"Kampus kita mau mengadakan liburan untuk angkatan kita dan angkatan yang sudah mau wisuda," tutur Nina.
Wajah wanita berkaca mata itu, begitu berbinar. Dia begitu senang karena akan ada liburan gratis untuk nya dari pihak kampus.
Beby mengerinyit kan dahinya. Merasa tidak percaya dengan apa yang dia baca. "Gila yah ... sejak kapan kampus kita mengadakan acara liburan seperti ini! Meskipun kampus ini terbilang kampus yang elit, hampir semua mahasiswa dan mahasiswi nya dari kalangan berada. Tapi, tidak pernah seperti ini sebelum nya."
"Entahlah." Nina menaikan kedua bahunya. "Tapi tetap saja aku sangat senang mendengar kabar ini, kita bisa pergi liburan bersama, By," sambung Nina kegirangan.
Beby manggut-manggut saja. "Yah ... yah ... yah, tapi aku gak yakin bisa ikut," kata Beby.
Ia beranjak dan merapikan barang-barang nya. "Aku harus bertemu Agil," katanya lagi.
"Aku temani yah," decak Nina.
Dengan wajah polos dia menyengir pada Beby. Beby menghela nafas dan mengangguk. "Baiklah, ayo!"
__ADS_1
Nina pun mengikuti Beby yang keluar dari dalam kelas. Sesampainya di depan ruangan Dekan Werlyn. Mereka tak sengaja bertemu dengan Dewa yang tengah berjalan bersama teman-teman nya.
Beby membuang muka, menghindari tatapan Dewa. Dewa tersenyum miring, dia sengaja menabrakkan bahunya pada Beby dengan cukup keras. Membuat Beby sedikit terhuyung, dan hampir jatuh.
"Beby," teriak Nina.
Dewa meraih pinggang Beby, menariknya ke dalam dekapan nya. "Hati-hati, Beby! Apa kamu sengaja di depan ku seperti itu, untuk menarik simpati ku," bisik Dewa di telinga Beby.
Seketika mata Beby membulat dan buku kuduk di leher nya berdiri. Beby mendorong kasar tubuh Dewa. "Apa-apaan kamu ini! Jangan sembarang bicara yah, dasar brengsek!" hardik Beby.
Teman-teman Dewa pun pergi duluan meninggalkan Dewa. Nina yang bisa merasakan hal yang tidak beres, dengan tatapan Dewa kepada Beby. Langsung berdiri tepat di tengah-tengah Dewa dan Beby.
"Kamu mau apa? Jangan macam-macam sama Beby yah!"
Tubuh Nina terhempas ke dinding, saat Dewa mendorongnya dengan kuat. Beby mendengus kesal, dia langsung menampar wajah Dewa.
"Kamu itu bisa lembut sedikit gak sama wanita!" decak Beby.
Beby segera menghampiri Nina. "Nina, kamu gak apa-apa kan," katanya sambil mengusap bahu Nina.
Nina menggelengkan kepalanya. "Aku gak apa-apa kok, By."
__ADS_1
Dewa yang mendapat tamparan keras dari Beby, malah tersenyum miring sambil memegangi pipinya. Kemudian dia mendekati Beby, dan mencengkram kuat lengan Beby.
"Awwh, Dewa lepasin aku! Sakit tau!" pekik Beby. Mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Dewa.
Dewa menarik paksa Beby ke sudut ruangan Dekan Werlyn, mengunci tubuh wanita itu dengan tangan nya. "Dewa! Kamu jangan macam-macam yah sama aku!" ancam Beby.
Beby melotot dengan penuh murka. Dia benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap Dewa. Lama kelamaan Dewa sudah tidak punya harga diri di depan Beby.
Dewa menoleh kebelakang, sudut bibir nya menyeringai. "Baguslah, si culun itu sudah pergi."
Beby ikut menoleh kiri dan kanan, mencari sosok Nina. Tapi Nina tidak ada, Beby merasa kecewa. Karena disaat seperti ini, Nina yang katanya ingin menjadi teman dekatnya. Malah pergi meninggalkan nya.
"Lepaskan aku!" decak Beby.
"Tidak ada yang akan membantumu, Beby," kata Dewa.
Dewa menghimpit tubuh Beby dengan tubuhnya. Dia mulai melakukan aksinya, menciumi tengkuk leher Beby dan tangan nya menggerayangi setiap lekuk tubuh Beby.
"Brengsek, kamu Dewa! Lepaskan aku!" Beby memukul-mukul dada Dewa. Pria itu tidak menghiraukan, dia tetap melakukan aksinya.
"Kenapa, By? Apakah kau tidak suka aku sentuh?"
__ADS_1
"Aku sangat membencimu! Dan aku tidak sudi tangan kotor mu itu menyentuh tubuhku ... cuiihh!" Beby meludahi wajah Dewa.
TBC.